Thailand akan Pertimbangkan Usulan Gencatan Senjata PM Malaysia dan ASEAN

Sabtu, 26 Juli 2025 - 06:51 WIB
loading...
Thailand akan Pertimbangkan...
Tentara Kamboja berada di atas truk militer. Foto/Sputnik/Sergey Subbotin
A A A
BANGKOK - Thailand akan mempertimbangkan usulan Perdana Menteri Malaysia dan Ketua ASEAN Anwar Ibrahim untuk gencatan senjata dalam konflik perbatasan dengan Kamboja. Meski demikian, Bangkok menyatakan saat ini terpaksa mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya.

Pernyataan itu diungkap Kementerian Luar Negeri Thailand pada hari Jumat (25/7/2025).

"Pemerintah Kerajaan Thailand ingin mengucapkan terima kasih kepada Perdana Menteri Anwar Ibrahim atas tawaran gencatan senjata, yang pada prinsipnya sepenuhnya disetujui oleh Thailand dan akan dipertimbangkan. Namun, perlu ditegaskan bahwa sepanjang hari (25 Juli), pasukan Kamboja terus melanjutkan serangan tanpa pandang bulu mereka di wilayah Thailand," ungkap pernyataan kementerian tersebut pada X.

Gencatan senjata harus didasarkan pada kondisi lapangan yang sesuai, menurut pernyataan tersebut.

“Thailand siap menerima mediasi Malaysia dalam menyelesaikan konflik perbatasan dengan Kamboja,” papar juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura.

"Kami siap, jika Kamboja ingin menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomatik, bilateral, atau bahkan melalui Malaysia, kami siap melakukannya. Namun sejauh ini kami belum menerima tanggapan apa pun," ujar juru bicara tersebut kepada media.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Kamboja pada hari Jumat mengadakan pertemuan darurat dengan para kepala misi diplomatik negara tersebut untuk membahas eskalasi konflik perbatasan dengan Thailand.

"Pada pagi hari tanggal 25 Juli 2025, di Kementerian, Yang Mulia Wakil Perdana Menteri PRAK Sokhonn, Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, memberikan pengarahan kepada anggota korps diplomatik, termasuk atase pertahanan, di Kamboja untuk memberi tahu mereka tentang perkembangan ketegangan perbatasan Kamboja-Thailand," ujar kementerian Kamboja tersebut.

Pertemuan ini bertujuan membahas akar penyebab konflik dan menemukan resolusi diplomatik atas ketegangan tersebut.

Para pejabat akan membahas sejarah konflik dan menilai insiden-insiden terkini yang menyebabkan situasi saat ini.

Para diplomat juga akan menekankan pentingnya dialog antara kedua belah pihak untuk mencegah eskalasi di masa mendatang, lapor surat kabar Khmer Times.

Perselisihan berkepanjangan atas Kuil Preah Vihear abad ke-11, situs Warisan Dunia UNESCO, meningkat drastis pada hari Kamis.

Setelah berminggu-minggu ketegangan meningkat akibat insiden ranjau darat dan pengusiran diplomatik bersama, serangan artileri berat dan roket meletus di dekat kuil-kuil perbatasan.

Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand mengatakan pada hari Jumat bahwa jumlah korban tewas akibat serangan yang dilakukan Kamboja di Thailand telah mencapai 15 orang, sementara 46 orang terluka.

Baca juga: Militer Thailand Sebut Hun Sen Penjahat Perang, Tolak Klaim Rebut Kuil Preah Vihear
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Malaysia Tuntut Kompensasi...
Malaysia Tuntut Kompensasi Rp4,6 Triliun setelah Batal Dapatkan Rudal Canggih NSM Norwegia
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Negosiator Iran dan...
Negosiator Iran dan AS Bertemu di Jenewa untuk Babak Baru Pembicaraan Demi Akhiri Perang
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Pertamina Siap Turunkan...
Pertamina Siap Turunkan Harga BBM secara Bertahap Mulai Awal Juli
Prabowo Singgung Pihak...
Prabowo Singgung Pihak Bikin Gaduh usai Pemilu: Kapan Kita Mau Menuju Kesejahteraan untuk Rakyat?
Bukti Geely Serius di...
Bukti Geely Serius di Indonesia: Kapasitas Produksi EX2 Dilipatgandakan!
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved