Ajudan Presiden Rusia: Kapal Selam Nuklir Terbaru Bisa Dinginkan Kepala Panas Barat

Jum'at, 25 Juli 2025 - 19:01 WIB
loading...
Ajudan Presiden Rusia:...
Kapal perang anti-kapal selam Rusia meluncurkan rudal untuk menghancurkan kapal selam musuh. Foto/sputnik
A A A
MOSKOW - Potensi senjata nuklir yang dahsyat dari kapal selam nuklir Rusia mampu mendinginkan setiap kepala panas di Barat. Penegasan itu diungkap ajudan presiden Rusia Nikolai Patrushev dalam wawancara dengan Sputnik.

Menurut dia, perisai nuklir merupakan jaminan kedaulatan dan integritas teritorial Rusia.

Pada hari Kamis (24/7/2025), kapal selam penjelajah bertenaga nuklir baru Rusia, Knyaz Pozharsky, yang merupakan bagian dari proyek Borei-A, telah resmi bergabung dengan Angkatan Laut Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin berpartisipasi dalam upacara pengibaran bendera di atas kapal selam baru tersebut.

"Perisai nuklir Rusia adalah jaminan terbaik bagi kedaulatan dan integritas teritorial negara kami ... Bagi pihak Barat yang mendukung perundingan tentang perlunya beralih dari perang dingin ke perang panas dengan Rusia, saya ingin mengingatkan mereka bahwa pasukan nuklir strategis angkatan laut kami secara permanen melakukan patroli tempur, dan mereka siap untuk menyerang target yang ditentukan,” tegas dia.

Dia menekankan, “Kemampuan persenjataan yang dahsyat di atas kapal mampu mendinginkan setiap kepala panas."

“Penggabungan kapal selam bertenaga nuklir baru ke dalam Angkatan Laut Rusia merupakan bukti bahwa perisai nuklir Rusia terus diperkuat,” ujar Patrushev.

“Draf program pembangunan kapal terbaru untuk Angkatan Laut Rusia periode 2025-2050 akan diserahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk disetujui pada bulan September,” papar ajudan presiden Rusia Nikolai Patrushev, ketua Dewan Maritim Rusia, dalam wawancara dengan RIA Novosti.

“Pada 30 Mei, Putin menyetujui strategi pengembangan Angkatan Laut Rusia hingga tahun 2050, dokumen pertama dalam sejarah modern negara itu yang diprakarsai Dewan Angkatan Laut Rusia,” ungkap Patrushev.

"Untuk implementasinya (strategi Angkatan Laut Rusia), draf program pembangunan kapal angkatan laut terbaru hingga tahun 2050 telah dikembangkan, yang akan diserahkan kepada presiden pada bulan September. Fitur utamanya adalah perencanaan siklus penuh untuk setiap kapal, memastikan kemandirian impor dan kedaulatan teknologi pembangunan kapal domestik," ujar pejabat tersebut.

Patrushev sebelumnya menekankan perlunya merancang dan membangun kapal dengan karakteristik taktis dan teknis yang melampaui angkatan laut asing.

“Rusia tengah mengembangkan kemampuan angkatan laut nuklirnya dengan pesat, dengan empat kapal selam Borei-A tambahan yang dilengkapi rudal balistik Bulava yang akan ditambahkan dalam beberapa tahun mendatang,” ujar Putin dalam pertemuan tentang pengembangan angkatan laut kapal selam pada hari Kamis.

Presiden menekankan pentingnya melanjutkan produksi serial kapal selam bertenaga nuklir dari proyek Yasen-M, yang juga dilengkapi rudal jelajah Kalibr.

Pada hari Kamis, Putin berpartisipasi dalam upacara pengibaran bendera di atas kapal selam penjelajah bertenaga nuklir baru Rusia, Knyaz Pozharsky, yang merupakan kapal selam keempat dalam rangkaian kapal selam bertenaga nuklir yang dibangun sebagai bagian dari proyek Borei-A Rusia.

Seperti kapal selam bertenaga nuklir generasi keempat Rusia lainnya, Knyaz Pozharsky akan menjadi tulang punggung kekuatan nuklir strategis angkatan laut Rusia untuk beberapa dekade mendatang.

Selama dekade terakhir, Angkatan Laut Rusia telah mengoperasikan 49 kapal dari berbagai kelas.

Baca juga: Ini Sejarah Kuil Preah Vihear, Situs Hindu Pemicu Perang Thailand-Kamboja
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Inggris Ganti Perdana...
Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
Rekomendasi
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Mahasiswa UBK Ngaku...
Mahasiswa UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Politikus Gerindra: Saya Yakin Tidak Ada Sangkut Paut dengan Mas Gibran
Berita Terkini
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Infografis
Akula, Kapal Selam Nuklir...
Akula, Kapal Selam Nuklir Terbesar di Dunia Bikin Merinding
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved