Militer Thailand Sebut Hun Sen Penjahat Perang, Tolak Klaim Rebut Kuil Preah Vihear

Jum'at, 25 Juli 2025 - 18:12 WIB
loading...
Militer Thailand Sebut...
Mantan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen meninjau peta bersama para pejabat. Foto/Facebook/Samdech Hun Sen
A A A
BANGKOK - Tentara Kerajaan Thailand mengecam keras serangan sistematis terhadap warga sipil Thailand oleh pasukan Kamboja. Mereka menepis klaim bahwa pasukan Thailand telah merebut Kuil Preah Vihear yang disengketakan sebagai "berita palsu".

Mayor Jenderal Vithai Laithomya, juru bicara Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand, mengatakan pada hari Kamis (24/7/2025) bahwa senjata jarak jauh telah menargetkan komunitas perkotaan, rumah sakit, dan sekolah, yang mengakibatkan banyak korban jiwa di antara warga sipil tak berdosa.

"Tindakan biadab ini telah merenggut nyawa dan melukai banyak warga sipil tak berdosa," ungkap Mayor Jenderal Vithai.
Tentara mengutip bukti yang melibatkan Ketua Senat Kamboja Hun Sen dalam serangan tersebut, dan menyebut penargetan warga sipil sebagai kejahatan perang dan pelanggaran serius hukum humaniter internasional.

Thailand telah meminta organisasi internasional dan komunitas global melakukan investigasi independen guna memastikan hukuman yang pantas bagi para pelaku.

Militer menekankan solidaritasnya dengan mereka yang terdampak serangan dan menuntut penghentian segera kekerasan terhadap warga sipil Thailand.

Klaim Rebut Kuil Preah Vihear


Wakil juru bicara Angkatan Darat Jenderal Richa Suksuvanond membantah klaim bahwa pasukan Thailand telah merebut area kuil Preah Vihear. Dia menyebutnya berita palsu.

Ia mengatakan operasi militer terbatas untuk menanggapi target militer Kamboja dan area di mana pasukan Kamboja telah merambah wilayah Thailand.

Klarifikasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja, tempat kuil kuno Preah Vihear telah lama menjadi sumber sengketa wilayah antara kedua negara.

Kuil tersebut, yang diberikan kepada Kamboja oleh Mahkamah Internasional pada tahun 1962, tetap menjadi isu sensitif dalam hubungan bilateral.

Baca juga: Ini Sejarah Kuil Preah Vihear, Situs Hindu Pemicu Perang Thailand-Kamboja
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Ironi Kekayaan Raja...
Ironi Kekayaan Raja Thailand Vajiralongkorn Rp778 Triliun: Hampir 3 Kali Anggaran MBG, tapi Pewarisnya Tak Jelas
Bebas dari Penjara,...
Bebas dari Penjara, Thaksin Shinawatra Dapat Pengampunan Raja Thailand
Pria China Hajar Brutal...
Pria China Hajar Brutal Pekerja Seks Thailand karena Ternyata Laki-laki
Demi Tangkap Bandar...
Demi Tangkap Bandar Narkoba, Para Anggota Polisi Rela Berpakaian Wanita dan Menari
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Majelis Ulama Senior...
Majelis Ulama Senior Iran Serukan Pembunuhan Donald Trump dan Netanyahu
Kalahkan Jerman di Piala...
Kalahkan Jerman di Piala Dunia, Paraguay: Lebih dari Olahraga, Ini Hari Bersejarah!
Rekomendasi
Fuad Hasan Mangkir dari...
Fuad Hasan Mangkir dari Panggilan Penyidik, KPK: Sedang di Luar Negeri
Maroko Jadi Sorotan...
Maroko Jadi Sorotan di Piala Dunia 2026, Ternyata Negeri Ini Melahirkan 6 Tarekat Besar Dunia
Sepatu Pink Jadi Tren...
Sepatu Pink Jadi Tren di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Helikopter Angkatan...
Helikopter Angkatan Laut AS Jatuh di Laut Arab, 1 Awak Hilang, Ditembak Iran?
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan...
1 Tahun Berkuasa, Kekayaan Trump Bertambah Rp25 Triliun
Siapa Vadym Yermolaiev?...
Siapa Vadym Yermolaiev? Taipan Ukraina yang Terluka dalam Ledakan di Monako
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved