Thailand dan Kamboja Perang, 2 Warga Sipil Tewas

Kamis, 24 Juli 2025 - 13:43 WIB
loading...
A A A
Mantan perdana menteri berpengaruh negara itu, Hun Sen, mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa militer Thailand telah menembaki dua provinsi Kamboja yang berbatasan dengan Thailand, Oddar Meanchey dan Preah Vihear.

"Tentara Kamboja tidak punya pilihan selain melawan dan melakukan serangan balik," kata Hun Sen.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik membeli beras dan persediaan makanan lainnya.

“Mohon tetap menjalankan kegiatan operasional seperti biasa di semua sektor dan di mana pun kecuali wilayah perbatasan,” ujarnya.

Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Ibu Kota Kamboja, Phnom Penh, mengatakan ketegangan di perbatasan terus meningkat dan bentrokan kemungkinan akan “berkepanjangan dan meluas”. Kedutaan mendesak warga negara Thailand untuk meninggalkan Kamboja “sesegera mungkin”, kecuali mereka memiliki alasan mendesak untuk tetap tinggal.

Tak lama setelah pengumuman Kedutaan Thailand, militer Thailand mengatakan telah mengerahkan jet tempur F-16 untuk operasi tempur melawan pasukan Kamboja di sepanjang perbatasan.

Pertempuran terbaru terjadi setelah seorang tentara Thailand mengalami cedera pada hari Rabu dan kehilangan kaki kanannya akibat ledakan ranjau darat, yang oleh pihak berwenang di Thailand dituduhkan kepada Kamboja. Tiga tentara Thailand juga terluka akibat ledakan ranjau saat berpatroli di sepanjang wilayah perbatasan yang disengketakan pada 16 Juli.

Kamboja membantah telah menanam ranjau, dan mengklaim bahwa tentara Thailand telah menyimpang dari jalur hutan yang disepakati dan memicu ranjau yang telah lama terkubur, sisa-sisa perang saudara Kamboja selama beberapa dekade.

Menyusul insiden ranjau darat terbaru, Partai Pheu Thai yang berkuasa di Thailand mengatakan telah memanggil pulang duta besar Thailand untuk Kamboja dan akan mengusir duta besar Kamboja dari negara tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
ANCAMAN KERAS IRAN!...
ANCAMAN KERAS IRAN! Kirim Pesan Menghancurkan, Tantang AS Perang Terbuka!
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Tembus 1.700 Orang, 5.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
YHK Junior Padel Championship...
YHK Junior Padel Championship 2026 Jadi Ajang Lahirnya Atlet Muda Indonesia
Gol Kylian Mbappe Bawa...
Gol Kylian Mbappe Bawa Prancis Ungguli Swedia 1-0 pada Babak Pertama
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved