Hamas Minta Dunia Gelar Protes untuk Menghentikan Kejahatan Kelaparan di Gaza

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:30 WIB
loading...
Hamas Minta Dunia Gelar...
Hamas minta dunia gelar protes untuk menghentikan kejahatan kelaparan di Gaza. Foto/X/@DrEliDavid
A A A
GAZA - Kelompok Palestina Hamas mendesak "seluruh rakyat bebas di dunia" untuk mengorganisir demonstrasi, aksi duduk, dan "pawai kemarahan" pada 25, 26, 27 Juli dan "sepanjang hari-hari mendatang, hingga pengepungan berakhir dan kelaparan berakhir" di Gaza. Langkah Hamas ditujukan agar Israel menghentikan kebiadabannya di Gaza.

"Orang-orang sekarat karena kelaparan dan malnutrisi, dan kelaparan menunjukkan kehadirannya yang mematikan di wajah anak-anak, ibu, dan lansia, di tengah keheningan global yang mencurigakan, dan ketiadaan tindakan apa pun yang setara dengan bencana ini," demikian pernyataan Hamas yang dipublikasikan di Telegram, dilansir Al Jazeera.

"Semoga hari-hari mendatang menjadi seruan lantang dalam menghadapi pendudukan, dan aib bagi mereka yang diam [...] Semoga seluruh dunia meneriakkan: 'Hentikan kejahatan kelaparan,'" tambahnya.

Al Jazeera melaporkan, setidaknya 101 warga Palestina, termasuk 80 anak-anak, telah meninggal dunia akibat kelaparan di Gaza.

Nebal Farsakh, juru bicara Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), mengatakan bahwa warga di wilayah kantong tersebut menghadapi "bencana kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya" dan memperingatkan bahwa "situasinya semakin memburuk".

"Sejak penutupan semua penyeberangan selama lebih dari empat bulan, tidak ada makanan, air bersih, obat-obatan... yang masuk ke Jalur Gaza," kata Farsakh dalam sebuah video yang dibagikan di media sosial.

"Ini telah mengakibatkan bencana di mana orang-orang benar-benar mati kelaparan," ujarnya.

"Semakin banyak orang yang dirawat di rumah sakit karena kekurangan gizi, terutama di kalangan anak-anak, ibu hamil, dan lansia," tambahnya.

Baca Juga: Menhan Israel: Perang Baru Zionis dan Iran Mungkin Terjadi Lagi

Kemudian, Bushra Khalidi, pemimpin kebijakan Oxfam di wilayah Palestina yang diduduki, mengatakan staf organisasi bantuan global tersebut "berisiko ditembak" karena berdiri di antrean makanan di Gaza.

"Rekan saya, dia memberi tahu saya pada hari Sabtu bahwa dia pergi bekerja bahkan tanpa air, dia makan satu falafel hanya untuk bertahan hidup, dan dia tetap datang bekerja," kata Khalidi, dilansir Al Jazeera.

Khalidi menambahkan bahwa salah satu rekannya yang lain mengatakan dia tidak lagi percaya bahwa wawancara atau permohonan bantuan akan berpengaruh.

“Itulah sebabnya dia tidak ada di sini hari ini bersama kita dan berbicara kepada Anda, dan itulah mengapa saya ada di sini.

“Kami mendengar dari orang tua yang merebus daun pohon untuk memberi makan anak-anak mereka, dari petugas bantuan yang membakar pakaian mereka sendiri untuk memasak sisa-sisa lentil terakhir yang mereka miliki, dari para ibu yang kami temui yang mengatakan putra saya meninggal karena kelaparan, tepat di depan mata saya karena tubuhnya tidak tahan lagi,” katanya.

“Ini bukan kegagalan kemanusiaan,” tambah Khalidi. “Ini adalah kebijakan yang disengaja, dan bantuan diblokir. Orang-orang kelaparan.”
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
Komite Administrasi...
Komite Administrasi Gaza Ungkap Prioritas Rekonstruksi Sudah Ditetapkan, Siap Mulai Pekerjaan
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Gempa M7,2 di Jepang:...
Gempa M7,2 di Jepang: Gedung-Gedung di Tokyo Berguncang, Korban Nihil
Rekomendasi
Menjelajah Batavia Lama,...
Menjelajah Batavia Lama, Jejak Bung Karno hingga Charlie Chaplin di Kota Tua Jakarta
Lusi Tak Menyangka Dapat...
Lusi Tak Menyangka Dapat Hadiah Mobil dari Tabungan Dahsyat Arisan MNC Bank
Musim Liburan Sekolah,...
Musim Liburan Sekolah, 418.000 Pemudik Nikmati Diskon Penyeberangan ASDP
Berita Terkini
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved