Cegah Pencurian Teknologi, AS Tolak Visa 1.000 Pelajar dan Peneliti China

Kamis, 10 September 2020 - 06:47 WIB
loading...
A A A
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Reuters, meskipun begitu negara itu akan terus "menyambut" mereka yang dia sebut sebagai mahasiswa dan cendekiawan "yang sah" yang tidak berkontribusi pada tujuan dominasi militer China.

Sebelumnya, laporan media menunjukkan bahwa siswa yang terbang kembali ke China menjadi sasaran pengawasan dan penyaringan yang meningkat oleh pejabat keamanan AS atas potensi pencurian teknologi.

Dinas keamanan AS telah memburu 'mata-mata' di antara para peneliti China yang bekerja di Amerika selama beberapa waktu. Pada bulan Juli, FBI mengatakan bahwa ilmuwan China dengan hubungan militer rahasia bekerja di banyak kota di AS. Empat peneliti semacam itu dituduh menyembunyikan masa lalu militer mereka kemudian ditangkap atas tuduhan penipuan visa. (Baca juga: Kian Panas, FBI Tangkap 3 Tentara China yang Menyamar Jadi Peneliti di AS )

AS dan China juga telah berselisih tentang visa jurnalis. Pada bulan Maret, Washington memangkas jumlah warga negara China yang diizinkan bekerja di kantor media utama negara AS dari 160 menjadi 100. AS juga menetapkan lima outlet media pemerintah China sebagai agen asing, yang akhirnya memaksa 60 jurnalis meninggalkan negara itu. (Baca juga: AS Masukkan 5 Media China dalam 'Misi Asing' )

Sebagai tanggapan, Beijing mengusir selusin reporter Amerika yang bekerja untuk New York Times, Wall Street Journal, dan Washington Post. Baru-baru ini, mereka juga menunda perpanjangan beberapa kredensial pers dan visa wartawan AS lainnya, mengirimi mereka surat yang menyatakan bahwa mereka akan diizinkan untuk terus bekerja di China dengan visa kedaluwarsa selama sekitar dua bulan. (Baca juga: Lagi, China Akan Usir Media AS di Tengah Meningkatnya Ketegangan )
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Trump Sebut AS Akan...
Trump Sebut AS Akan Lucuti Nuklir Iran Tanpa Negosiasi: Itu Lebih Mudah!
Rekomendasi
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
Pura-Pura Pacaran, Berujung...
Pura-Pura Pacaran, Berujung Cinta Beneran? Ini Serunya Picked Up a Billionaire di V+Short
Solusi Menginap Berkualitas...
Solusi Menginap Berkualitas dengan Biaya Terjangkau Mulai Rp100.000
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved