4 Fakta Kecelakaan Jet Tempur F-7 Buatan China di Sekolah Bangladesh
Selasa, 22 Juli 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 2018, sebuah pesawat US-Bangla Airlines jatuh saat mencoba mendarat di bandara di Kathmandu, Nepal, menewaskan 51 orang.
Pada tahun 2008, jet latih F-7 lainnya jatuh di luar Dhaka, menewaskan pilotnya.
Jet latih F-7 BGI dilaporkan mengalami masalah teknis tak lama setelah lepas landas.
Sebuah hotline darurat telah diluncurkan untuk menangani korban kecelakaan tersebut, tulis Muhammad Yunus, pemimpin pemerintahan sementara Bangladesh, di X.
Yunus mengatakan bahwa jenazah mereka yang dapat diidentifikasi akan diserahkan kepada keluarga mereka, sementara yang lainnya akan diidentifikasi melalui tes DNA.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan yang tidak perlu di rumah sakit agar pekerjaan medis dapat terus berjalan tanpa gangguan.
"Langkah-langkah yang diperlukan" akan diambil untuk menyelidiki penyebab insiden dan "memastikan semua jenis bantuan", ujarnya.
Sebuah komite investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut, kata pihak berwenang.
Insiden ini telah mengundang belasungkawa dari para pemimpin negara tetangga, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Pada tahun 2008, jet latih F-7 lainnya jatuh di luar Dhaka, menewaskan pilotnya.
Jet latih F-7 BGI dilaporkan mengalami masalah teknis tak lama setelah lepas landas.
4. Penyelidikan Dimulai
Rumah Sakit Bedah Atik pada hari Senin dipenuhi oleh anggota keluarga yang berusaha menemukan orang yang mereka cintai, serta para relawan yang mengantre untuk mendonorkan darah bagi para korban. Sejumlah politisi juga terlihat mengunjungi para korban di rumah sakit.Sebuah hotline darurat telah diluncurkan untuk menangani korban kecelakaan tersebut, tulis Muhammad Yunus, pemimpin pemerintahan sementara Bangladesh, di X.
Yunus mengatakan bahwa jenazah mereka yang dapat diidentifikasi akan diserahkan kepada keluarga mereka, sementara yang lainnya akan diidentifikasi melalui tes DNA.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghindari kerumunan yang tidak perlu di rumah sakit agar pekerjaan medis dapat terus berjalan tanpa gangguan.
"Langkah-langkah yang diperlukan" akan diambil untuk menyelidiki penyebab insiden dan "memastikan semua jenis bantuan", ujarnya.
Sebuah komite investigasi telah dibentuk untuk menyelidiki insiden tersebut, kata pihak berwenang.
Insiden ini telah mengundang belasungkawa dari para pemimpin negara tetangga, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Perdana Menteri India Narendra Modi.
(ahm)
Lihat Juga :