Sosok Mimi Yuliana Maeloa, Cucu Miliarder Indonesia yang Beli Rumah Mewah Rp317,9 Miliar di Singapura
Selasa, 22 Juli 2025 - 13:01 WIB
loading...
Mimi Yuliana Maeloa, cucu mendiang miliarder Indonesia Eka Tjipta Widjaja, menghabiskan lebih dari Rp317,9 miliar untuk membeli sebuah bungalow mewah di Singapura. Foto/Google Maps/media.corporate-ir.net
A
A
A
JAKARTA - Mimi Yuliana Maeloa, cucu mendiang miliarder Indonesia Eka Tjipta Widjaja, telah menghabiskan SD25 juta (lebih dari Rp317,9 miliar) untuk sebuah bungalow mewah di Singapura. Maeloa, yang berkewarganegaraan Singapura, merupakan putri dari salah satu pewaris kerajaan bisnis Sinar Mas di Indonesia.
Mengutip laporan Bloomberg, rumah mewah atau bungalow yang dibeli Maeloa terletak di Chatsworth Avenue dekat kawasan perbelanjaan utama Orchard Road di Singapura. Rumah tersebut memiliki luas hampir 767 meter persegi (8.256 kaki persegi).
Bungalow ini dijual oleh Raymond Phee, seorang pengusaha yang menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan lokal yang mendistribusikan peralatan listrik dan alat tulis.
Baca Juga: Eks Marinir Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia Minta Pulang ke Indonesia, Ini Respons Kemlu
Maeloa adalah putri Sukmawati Widjaja, salah satu pewaris kerajaan bisnis Sinar Mas di Indonesia.
Menurut Forbes, ayah Sukmawati, Eka Tjipta Widjaja, mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 1962 dan menjadikannya salah satu konglomerat terbesar di Indonesia yang mencakup berbagai industri, termasuk kertas, agribisnis, real estate, jasa keuangan, dan telekomunikasi.
Miliarder Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada tahun 2019 di usia 98 tahun, saat dia menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia. Keluarga Widjaja diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD18,9 miliar pada akhir tahun lalu.
Sebagai warga negara Singapura, Maeloa bekerja di berbagai bank investasi, termasuk Goldman Sachs, sebelum menjabat sebagai direktur di Top Global Limited, sebuah perusahaan properti yang dikendalikan keluarganya, pada tahun 2010.
Dia juga menjabat sebagai direktur SW Global Management, sebuah kantor keluarga yang terdaftar pada tahun 2022.
Good class bungalows atau GCB adalah properti paling bergengsi di Singapura.
Dibatasi pada zona yang ditentukan, rumah-rumah mewah ini harus berdiri di atas lahan seluas minimal 1.400 meter persegi dan tidak lebih tinggi dari dua lantai, menurut pedoman dari Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura. Saat ini terdapat sekitar 2.800 GCB yang tersebar di 39 area yang telah ditetapkan zonanya di negara-kota tersebut.
Properti-properti ini telah mendapatkan popularitas di kalangan miliarder dan multijutawan, dengan beberapa pembelian properti bergengsi dilaporkan terjadi selama tahun 2024 dan 2025, menurut The Business Times.
Liqian Ma, istri miliarder pendiri perusahaan internet raksasa Sea, Forrest Li, dilaporkan telah membeli sebuah bungalow di Gallop Road seharga SD42,5 juta tahun lalu.
Pada tahun 2024, Glenn Kuok, keponakan dari Chairman dan CEO Wilmar International, perusahaan makanan Singapura, Kuok Khoon Hong, membeli sebuah GCB di Astrid Hill bersama ibunya seharga SD49 juta.
Harga tertinggi yang tercatat sejauh ini adalah untuk sebuah properti di Tanglin Hill, yang dijual seharga SD6.197 per kaki persegi (USD51.655 per meter persegi) awal tahun ini kepada Diona Teh, putri mendiang raja perbankan Malaysia, Teh Hong Piow.
Mengutip laporan Bloomberg, rumah mewah atau bungalow yang dibeli Maeloa terletak di Chatsworth Avenue dekat kawasan perbelanjaan utama Orchard Road di Singapura. Rumah tersebut memiliki luas hampir 767 meter persegi (8.256 kaki persegi).
Bungalow ini dijual oleh Raymond Phee, seorang pengusaha yang menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan lokal yang mendistribusikan peralatan listrik dan alat tulis.
Baca Juga: Eks Marinir Satria Kumbara Jadi Tentara Bayaran Rusia Minta Pulang ke Indonesia, Ini Respons Kemlu
Sosok Mimi Yuliana Maeloa
Maeloa adalah putri Sukmawati Widjaja, salah satu pewaris kerajaan bisnis Sinar Mas di Indonesia.
Menurut Forbes, ayah Sukmawati, Eka Tjipta Widjaja, mendirikan perusahaan tersebut pada tahun 1962 dan menjadikannya salah satu konglomerat terbesar di Indonesia yang mencakup berbagai industri, termasuk kertas, agribisnis, real estate, jasa keuangan, dan telekomunikasi.
Miliarder Eka Tjipta Widjaja meninggal dunia pada tahun 2019 di usia 98 tahun, saat dia menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia. Keluarga Widjaja diperkirakan memiliki kekayaan sebesar USD18,9 miliar pada akhir tahun lalu.
Sebagai warga negara Singapura, Maeloa bekerja di berbagai bank investasi, termasuk Goldman Sachs, sebelum menjabat sebagai direktur di Top Global Limited, sebuah perusahaan properti yang dikendalikan keluarganya, pada tahun 2010.
Dia juga menjabat sebagai direktur SW Global Management, sebuah kantor keluarga yang terdaftar pada tahun 2022.
Good class bungalows atau GCB adalah properti paling bergengsi di Singapura.
Dibatasi pada zona yang ditentukan, rumah-rumah mewah ini harus berdiri di atas lahan seluas minimal 1.400 meter persegi dan tidak lebih tinggi dari dua lantai, menurut pedoman dari Otoritas Pembangunan Kembali Perkotaan Singapura. Saat ini terdapat sekitar 2.800 GCB yang tersebar di 39 area yang telah ditetapkan zonanya di negara-kota tersebut.
Properti-properti ini telah mendapatkan popularitas di kalangan miliarder dan multijutawan, dengan beberapa pembelian properti bergengsi dilaporkan terjadi selama tahun 2024 dan 2025, menurut The Business Times.
Liqian Ma, istri miliarder pendiri perusahaan internet raksasa Sea, Forrest Li, dilaporkan telah membeli sebuah bungalow di Gallop Road seharga SD42,5 juta tahun lalu.
Pada tahun 2024, Glenn Kuok, keponakan dari Chairman dan CEO Wilmar International, perusahaan makanan Singapura, Kuok Khoon Hong, membeli sebuah GCB di Astrid Hill bersama ibunya seharga SD49 juta.
Harga tertinggi yang tercatat sejauh ini adalah untuk sebuah properti di Tanglin Hill, yang dijual seharga SD6.197 per kaki persegi (USD51.655 per meter persegi) awal tahun ini kepada Diona Teh, putri mendiang raja perbankan Malaysia, Teh Hong Piow.
(mas)
Lihat Juga :