Mahathir Mohamad Bicara Malaysia Terancam Lenyap, Desak PM Anwar Ibrahim Mundur
Selasa, 22 Juli 2025 - 09:33 WIB
loading...
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad menolak menyerah berjuang untuk negaranya meski sudah berumur 100 tahun. Dia juga mendesak PM Anwar Ibrahim mundur. Foto/X @chedetofficial
A
A
A
JAKARTA - Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menolak menyerah berjuang untuk negaranya meski telah berusia 100 tahun atau seabad. Menurutnya, jika dirinya tidak berjuang, Malaysia akan lenyap.
"Mereka bertanya mengapa saya masih berjuang. Mengapa saya masih berjuang untuk bangsa dan negara?," tulis Mahathir dalam rangkaian tulisan di akun X-nya, @chedetofficial.
"Saya sudah tua, seratus tahun. Pensiun. Biarkan yang muda mengambil alih. Ya. Saya memang tua. Namun, cinta tanah air tak pernah pudar. Inilah negeri saya. Saya lahir di sini. Saya tumbuh besar di sini. Di sini ada suka dan duka. Saya Melayu. Inilah negeri Melayu, negeri saya," paparnya.
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Bangsa Melayu Kehilangan Singapura, Jatuh ke Tangan Orang China
Berikut alasan lengkap Mahathir menolak menyerah berjuang untuk Malaysia, sebagaimana diunggah di akun X-nya.
KARENA INI NEGERI SAYA
1. Mereka bertanya mengapa saya masih berjuang
2. Mengapa saya masih berjuang untuk bangsa dan negara?
3. Saya sudah tua, seratus tahun.
4. Pensiun
5. Biarkan yang muda mengambil alih.
6. Ya. Saya memang tua.
7. Namun, cinta tanah air tak pernah pudar.
8. Inilah negeri saya.
9. Saya lahir di sini.
10. Saya tumbuh besar di sini.
11. Di sini ada suka dan duka.
12. Saya Melayu. Inilah negeri Melayu, negeri saya.
13. Saya tak melupakan mereka yang tak bernegara.
14. Betapa beruntungnya saya memiliki negeri sendiri.
15. Namun, negeri ini harus dijaga dengan baik.
16. Jika tidak, negeri saya akan lenyap.
17. Itulah sebabnya selama saya masih hidup, saya akan menyumbangkan tenaga dan pikiran saya untuk negara dan rakyat.
18. Saya menyadari bahwa saya sudah tua.
19. Saya ingin bersama kaum muda untuk melestarikan bangsa.
20. Lindungi negara tercinta.
21. Setelah saya tiada, merekalah yang akan mengambil alih.
Dalam postingan lain, politisi veteran ini juga mendesak Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Menurut Mahathir, Anwar--yang dulunya adalah anak didiknya, tidak dipilih rakyat untuk menjadi PM Malaysia.
Desakan itu disampaikan menjelang demo besar massa Malaysia pada 26 Juli mendatang untuk menuntut Anwar Ibrahim mengundurkan diri.
"Rakyat telah menuntut Anwar untuk mundur dari jabatan Perdana Menteri. Ini adalah seruan rakyat di Alor Setar," tulis Mahathir di X.
"Faktanya, Anwar tidak dipilih oleh rakyat untuk menjadi Perdana Menteri. Dia kalah. Namun, dengan bergabung dengan partai yang juga kalah, dia berhasil mendapatkan cukup suara untuk pemerintah," paparnya.
"Sekarang muncul pertanyaan apakah dia memenuhi syarat untuk ikut serta dalam Pemilu. Hal ini karena terdapat kebingungan mengenai pengampunan Anwar. Ada kemungkinan pengampunannya tidak sah," lanjut Mahathir.
Menurutnya, Anwar diampuni ketika saya menjadi PM untuk kedua kalinya. Saya melakukan seperti yang disarankan. Saya yakin itu benar pada saat itu. Namun sekarang ada pihak-pihak yang setuju dengan keabsahan pengampunan Anwar," imbuh dia.
Mahathir mengatakan, Anwar tidak lagi memenuhi syarat menjadi PM karena terlalu sering berbohong. "Tidak ada kebenaran yang keluar dari mulutnya," katanya.
"Janji Reformasi. Sekarang menjadi lelucon dan rata-rata warga negara mengatakan mereka telah 'kena tipu daya' dengan penipuan. Hari ini, tepat di depan mata kita, dia mempraktikkan nepotisme dan kronisme," sambung Mahathir.
Sebelumnya, PM Anwar Ibrahim menolak desakan publik untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Dia merasa tidak bersalah dan tidak mencuri uang rakyat.
Dia justru menantang kubu oposisi untuk mengajukan mosi tak percaya ke Parlemen sebagai cara yang benar untuk melawannya.
"Mereka bertanya mengapa saya masih berjuang. Mengapa saya masih berjuang untuk bangsa dan negara?," tulis Mahathir dalam rangkaian tulisan di akun X-nya, @chedetofficial.
"Saya sudah tua, seratus tahun. Pensiun. Biarkan yang muda mengambil alih. Ya. Saya memang tua. Namun, cinta tanah air tak pernah pudar. Inilah negeri saya. Saya lahir di sini. Saya tumbuh besar di sini. Di sini ada suka dan duka. Saya Melayu. Inilah negeri Melayu, negeri saya," paparnya.
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Bangsa Melayu Kehilangan Singapura, Jatuh ke Tangan Orang China
Berikut alasan lengkap Mahathir menolak menyerah berjuang untuk Malaysia, sebagaimana diunggah di akun X-nya.
KARENA INI NEGERI SAYA
1. Mereka bertanya mengapa saya masih berjuang
2. Mengapa saya masih berjuang untuk bangsa dan negara?
3. Saya sudah tua, seratus tahun.
4. Pensiun
5. Biarkan yang muda mengambil alih.
6. Ya. Saya memang tua.
7. Namun, cinta tanah air tak pernah pudar.
8. Inilah negeri saya.
9. Saya lahir di sini.
10. Saya tumbuh besar di sini.
11. Di sini ada suka dan duka.
12. Saya Melayu. Inilah negeri Melayu, negeri saya.
13. Saya tak melupakan mereka yang tak bernegara.
14. Betapa beruntungnya saya memiliki negeri sendiri.
15. Namun, negeri ini harus dijaga dengan baik.
16. Jika tidak, negeri saya akan lenyap.
17. Itulah sebabnya selama saya masih hidup, saya akan menyumbangkan tenaga dan pikiran saya untuk negara dan rakyat.
18. Saya menyadari bahwa saya sudah tua.
19. Saya ingin bersama kaum muda untuk melestarikan bangsa.
20. Lindungi negara tercinta.
21. Setelah saya tiada, merekalah yang akan mengambil alih.
Mahathir Desak PM Anwar Ibrahim Mundur
Dalam postingan lain, politisi veteran ini juga mendesak Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Menurut Mahathir, Anwar--yang dulunya adalah anak didiknya, tidak dipilih rakyat untuk menjadi PM Malaysia.
Desakan itu disampaikan menjelang demo besar massa Malaysia pada 26 Juli mendatang untuk menuntut Anwar Ibrahim mengundurkan diri.
"Rakyat telah menuntut Anwar untuk mundur dari jabatan Perdana Menteri. Ini adalah seruan rakyat di Alor Setar," tulis Mahathir di X.
"Faktanya, Anwar tidak dipilih oleh rakyat untuk menjadi Perdana Menteri. Dia kalah. Namun, dengan bergabung dengan partai yang juga kalah, dia berhasil mendapatkan cukup suara untuk pemerintah," paparnya.
"Sekarang muncul pertanyaan apakah dia memenuhi syarat untuk ikut serta dalam Pemilu. Hal ini karena terdapat kebingungan mengenai pengampunan Anwar. Ada kemungkinan pengampunannya tidak sah," lanjut Mahathir.
Menurutnya, Anwar diampuni ketika saya menjadi PM untuk kedua kalinya. Saya melakukan seperti yang disarankan. Saya yakin itu benar pada saat itu. Namun sekarang ada pihak-pihak yang setuju dengan keabsahan pengampunan Anwar," imbuh dia.
Mahathir mengatakan, Anwar tidak lagi memenuhi syarat menjadi PM karena terlalu sering berbohong. "Tidak ada kebenaran yang keluar dari mulutnya," katanya.
"Janji Reformasi. Sekarang menjadi lelucon dan rata-rata warga negara mengatakan mereka telah 'kena tipu daya' dengan penipuan. Hari ini, tepat di depan mata kita, dia mempraktikkan nepotisme dan kronisme," sambung Mahathir.
Sebelumnya, PM Anwar Ibrahim menolak desakan publik untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Dia merasa tidak bersalah dan tidak mencuri uang rakyat.
Dia justru menantang kubu oposisi untuk mengajukan mosi tak percaya ke Parlemen sebagai cara yang benar untuk melawannya.
(mas)
Lihat Juga :