Ekuador Ekstradisi Pemimpin Kartel Narkoba Paling Berbahaya ke AS

Senin, 21 Juli 2025 - 15:23 WIB
loading...
Ekuador Ekstradisi Pemimpin...
Adolfo Macías Villamar merupakan gembong kartel paling berbahaya ke AS. Foto/@JohnReimberg
A A A
WASHINGTON - Pemimpin kartel Ekuador yang berpengaruh, Adolfo Macías Villamar, diekstradisi ke AS untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba dan senjata.

Dikenal sebagai "Fito", ia ditangkap kembali pada bulan Juni, lebih dari setahun setelah ia melarikan diri dari penjara dengan keamanan tinggi tempat ia menjalani hukuman 34 tahun penjara atas serangkaian kejahatan.

Ia akan hadir di pengadilan federal AS pada hari Senin, di mana ia akan mengaku tidak bersalah atas tuduhan internasional perdagangan narkoba dan senjata, kata pengacaranya kepada Reuters.

Macías adalah pemimpin geng Los Choneros, yang terkait dengan organisasi kriminal kuat dari Meksiko dan Balkan. Ia juga diduga memerintahkan pembunuhan calon presiden Fernando Villavicencio pada tahun 2023.

Los Choneros dituding sebagai penyebab transformasi Ekuador dari surga wisata menjadi negara dengan salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di kawasan tersebut.

Baca Juga: 5 Tentara Israel Bunuh Diri dalam 2 Minggu Terakhir, Ini Penyebab Utamanya

Lebih dari 70% kokain yang diproduksi di dunia saat ini melewati pelabuhan-pelabuhan Ekuador. Negara ini terletak di antara dua eksportir kokain terbesar dunia, Kolombia dan Peru.

Pada bulan Juni, polisi melacak Macías hingga ke tempat yang mereka gambarkan sebagai bunker bawah tanah di bawah sebuah rumah mewah di kota Manta. Ia dibawa ke La Roca, sebuah penjara dengan keamanan maksimum. Saat itu, Presiden Ekuador Daniel Noboa memuji pasukan keamanan karena telah menangkapnya dan mengatakan bahwa ia akan diekstradisi ke AS.

Otoritas penjara negara itu mengatakan bahwa ia telah dikeluarkan dari penjara di Ekuador pada hari Minggu pagi untuk diserahkan kepada otoritas AS.

"Macías dan saya akan hadir besok di pengadilan federal Brooklyn ... di mana beliau akan mengaku tidak bersalah," kata pengacaranya, Alexei Schacht, kepada Reuters. "Setelah itu, beliau akan ditahan di penjara yang akan ditentukan kemudian."

Melansir BBC, warga Ekuador memberikan suara mendukung ekstradisi warga negara dalam referendum yang diselenggarakan oleh Presiden Noboa, yang berjanji untuk memberantas kejahatan yang meningkat.

Pada bulan Maret tahun ini, Noboa mengatakan kepada BBC bahwa ia ingin tentara AS, Eropa, dan Brasil bergabung dalam "perang" melawan geng kriminal.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
China Bikin Replika...
China Bikin Replika Kapal Perang AS untuk Jadi Target Tes Rudal
AS Bidik Tuan Rumah...
AS Bidik Tuan Rumah Piala Dunia 2038
Gempa Dahsyat Venezuela,...
Gempa Dahsyat Venezuela, Bandara Internasional Ditutup hingga Warga Berhamburan ke Jalan
Pakistan: Ada Pihak...
Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Berita Terkini
AS Kembali Serang Iran,...
AS Kembali Serang Iran, IRGC Balas Gempur Pasukan Amerika
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved