Perang Saudara Suriah Tewaskan 1.120 Orang di Sweida, Druze dan Badui Saling Bantai

Senin, 21 Juli 2025 - 09:32 WIB
loading...
Perang Saudara Suriah...
Perang saudara Suriah di Sweida telah menewaskan 1.120 orang. Kubu minoritas Druze dan Badui Sunni saling mengeksekusi satu sama lain. Foto/Screenshot video Al Jazeera
A A A
DAMASKUS - Jumlah korban tewas akibat perang saudara di Provinsi Sweida, pusat minoritas Druze Suriah, telah meningkat menjadi 1.120 sejak Minggu pekan lalu. Kubu Druze dan Badui Sunni yang didukung pasukan keamanan pemerintah Suriah saling membantai satu sama lain.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR) menyatakan korban tewas termasuk 427 milisi Druze dan 298 warga sipil Druze. "194 di antaranya dieksekusi secara singkat oleh personel Kementerian Pertahanan dan Dalam Negeri," kata SOHR.

Mereka yang tewas juga termasuk 354 personel keamanan pemerintah dan 21 Badui Sunni, tiga di antaranya warga sipil yang dieksekusi secara singkat oleh milisi Druze. Sebanyak 15 tentara pemerintah lainnya tewas dalam serangan Israel, imbuh laporan SOHR.

Baca Juga: Prajurit Suriah Usir Pejuang Arab Badui dari Wilayah Suku Druze

Sementara itu, konvoi kemanusiaan mulai memasuki Sweida untuk meredakan dampak kekerasan sektarian.

"Sejak tengah malam, Sweida relatif tenang," kata SOHR, seperti dikutip dari Middle East Eye, Senin (21/7/2025).

Observatorium tersebut mengatakan pasukan keamanan Suriah telah memblokir jalan-jalan menuju provinsi tersebut pada hari Minggu untuk mencegah kedatangan para milisi berbagai faksi.

Kementerian Dalam Negeri mengumumkan semalam bahwa kota tersebut telah dievakuasi dari semua milisi suku dan bahwa bentrokan telah berhenti menyusul pengumuman gencatan senjata oleh Presiden Ahmed al-Sharaa pada hari Sabtu.

Seorang juru bicara Dewan Suku dan Klan Suriah mengatakan kepada Al-Jazeera bahwa para milisi telah meninggalkan kota sebagai respons atas seruan presiden dan sesuai dengan ketentuan perjanjian.

Warga terpaksa tinggal di rumah mereka tanpa listrik dan air, sementara pasokan makanan langka.

Utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengatakan pada hari Minggu bahwa negara itu berada pada "momen kritis", menyerukan perdamaian dan dialog untuk diupayakan.

"Semua faksi harus meletakkan senjata," tulisnya di X.

Pertempuran antara faksi Druze, kelompok Badui Sunni, dan pasukan yang setia kepada pemerintahan Al-Sharaa telah mengguncang wilayah tersebut sejak akhir pekan lalu, diperparah oleh serangan udara Israel.

Masyarakat Druze di Sweida sebagian besar tidak terlibat dalam perang saudara Suriah yang telah berlangsung selama 14 tahun, dan wilayah tersebut dilanda protes atas kondisi kehidupan di beberapa tahun terakhir pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad.

Setelah penggulingan Assad pada Desember 2024, banyak warga Druze tetap waspada terhadap pemerintahan baru yang dipimpin oleh Al-Sharaa, mantan pemimpin afiliasi al-Qaeda yang melakukan serangan sektarian terhadap komunitas tersebut selama perang saudara.

Meskipun Al-Sharaa telah menolak afiliasinya sebelumnya dan berusaha membangun kembali hubungan, beberapa kelompok di Sweida secara aktif menentang pemerintahannya.

Israel juga telah menghabiskan beberapa hari menyerang Suriah, dengan alasan membela komunitas Druze.

Pada hari Sabtu, Washington menyatakan telah menengahi gencatan senjata antara Israel dan Suriah untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Israel telah mengebom posisi-posisi pemerintah di Sweida dan Damaskus awal pekan ini, dengan beberapa serangan menargetkan Kementerian Pertahanan Suriah, markas militer, dan sekitar istana presiden.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Apa Itu Front Kedelapan...
Apa Itu Front Kedelapan Israel? Propaganda Digital terhadap Politikus Pro-Palestina
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Putin Akui Ekonomi Rusia...
Putin Akui Ekonomi Rusia Hancur akibat Serangan Ukraina: Tapi Kami Cepat Pulih
Rekomendasi
Barongsai PRJ 2026 Sedot...
Barongsai PRJ 2026 Sedot Perhatian Pengunjung, Anak-Anak Antusias Beri Angpao
Rumah Anisa Rahma 80...
Rumah Anisa Rahma 80 Persen Terbakar, Ruang Berisi 3.500 Al-Quran Tetap Utuh
Prabowo dan Steinmeier...
Prabowo dan Steinmeier Bertemu di Istana Pagi Ini, Perkuat Bilateral Indonesia–Jerman
Berita Terkini
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved