Hamas Kaji Peta Baru Gaza dalam Negosiasi Gencatan Senjata dengan Israel

Minggu, 20 Juli 2025 - 18:45 WIB
loading...
Hamas Kaji Peta Baru...
Hamas kaji peta baru Gaza dalam negosiasi gencatan senjata dengan Israel. Foto/X/@HaidarHashmi0
A A A
GAZA - Hamas dilaporkan sedang meninjau peta-peta baru yang disajikan oleh para mediator yang menguraikan kendali militer Israel di Jalur Gaza. Itu sebagai bagian dari negosiasi mengenai potensi gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan.

Kelompok perlawanan Palestina tersebut telah menerima peta-peta terbaru dari negara-negara mediasi yang menunjukkan wilayah-wilayah di Gaza masih berada di bawah kendali Israel, menurut sumber yang dekat dengan tim negosiasi di Qatar.

Peta-peta tersebut mencakup sebagian besar Beit Hanoun di utara, separuh Rafah, permukiman Huzaa dan Abasan di selatan Khan Younis, dan sebagian besar distrik Shujaiyya di Kota Gaza.

Sumber tersebut mengatakan kepada Anadolu bahwa Hamas telah memulai konsultasi internal untuk mengevaluasi peta-peta tersebut dan sedang berdiskusi dengan faksi-faksi Palestina lainnya.

Peta-peta sebelumnya menunjukkan Israel mempertahankan kendali militer penuh atas sebagian besar Beit Hanoun, Beit Lahiya, seluruh Rafah, sebagian besar Khan Younis, dan wilayah perbatasan -- proposal yang ditolak Hamas.

Hamas terus bersikeras untuk kembali ke garis penarikan yang disepakati pada bulan Januari, yang menyerukan penarikan mundur Israel antara 390 dan 1.100 meter (1.280 dan 3.609 kaki).

Menyikapi perkembangan terkini, media Israel melaporkan optimisme yang hati-hati bahwa kemajuan mungkin terjadi. Surat kabar Yediot Ahronot, mengutip sumber-sumber yang dekat dengan perundingan tersebut, mengatakan ada "sinyal-sinyal yang menjanjikan bahwa kesepakatan dapat dicapai dalam dua minggu."

Namun, laporan tersebut mencatat bahwa Hamas masih ragu-ragu mengenai jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan sebagai imbalan atas setiap tawanan Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
PBB Ungkap Israel Bunuh...
PBB Ungkap Israel Bunuh Lebih dari 20.000 Anak Palestina
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Pengadilan Kriminal...
Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Berita Terkini
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Infografis
Deretan Pasal Kontroversial...
Deretan Pasal Kontroversial dalam KUHP Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved