3 Alasan Zelensky Tawarkan Negosiasi dengan Putin
Minggu, 20 Juli 2025 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Jumat mengindikasikan bahwa Moskow setuju dengan pernyataan Zelensky bahwa upaya perdamaian membutuhkan "lebih banyak momentum".
Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Akankah BRICS Jadi Aliansi Militer?
Minggu ini, Trump menetapkan batas waktu 50 hari bagi Moskow untuk mencapai gencatan senjata di Ukraina atau menghadapi "tarif 100 persen" dan prospek sanksi sekunder yang dijatuhkan kepada negara-negara yang membeli minyak Rusia.
Ia juga berjanji untuk meningkatkan pengiriman senjata ke negara yang dilanda perang tersebut.
Maria Zakharova, juru bicara kementerian, mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia tidak akan menerima "pemerasan" ultimatum sanksi Washington, dan keputusan untuk melanjutkan pengiriman senjata merupakan sinyal bagi Ukraina untuk "meninggalkan proses perdamaian".
Dalam unggahan di X pada hari Sabtu, presiden Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan lebih dari 30 rudal dan 300 pesawat nirawak dalam serangan semalam yang memengaruhi 10 wilayah di negara itu.
Baca Juga: NATO Ketar-ketir, Akankah BRICS Jadi Aliansi Militer?
2. Tekanan Donald Trump
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang awalnya tampak bersikap damai terhadap Rusia setelah menjabat, meningkatkan tekanan terhadap Moskow.Minggu ini, Trump menetapkan batas waktu 50 hari bagi Moskow untuk mencapai gencatan senjata di Ukraina atau menghadapi "tarif 100 persen" dan prospek sanksi sekunder yang dijatuhkan kepada negara-negara yang membeli minyak Rusia.
Ia juga berjanji untuk meningkatkan pengiriman senjata ke negara yang dilanda perang tersebut.
Maria Zakharova, juru bicara kementerian, mengatakan pada hari Kamis bahwa Rusia tidak akan menerima "pemerasan" ultimatum sanksi Washington, dan keputusan untuk melanjutkan pengiriman senjata merupakan sinyal bagi Ukraina untuk "meninggalkan proses perdamaian".
3. Rusia Terus Gempur Ukraina
Kyiv memperpanjang undangannya untuk perundingan lebih lanjut dengan Moskow setelah pasukan Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak besar-besaran di kota pelabuhan Laut Hitam Ukraina, Odesa, Sabtu pagi, menewaskan setidaknya satu penduduk dan melukai enam lainnya, menurut Zelenskyy.Dalam unggahan di X pada hari Sabtu, presiden Ukraina mengatakan Rusia meluncurkan lebih dari 30 rudal dan 300 pesawat nirawak dalam serangan semalam yang memengaruhi 10 wilayah di negara itu.
Lihat Juga :