Pangeran Al-Waleed, Si 'Sleeping Prince' Arab Saudi, Meninggal: Apa yang Membuatnya Koma 20 Tahun?

Minggu, 20 Juli 2025 - 10:17 WIB
loading...
Pangeran Al-Waleed,...
Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud yang dijuluki Sleeping Prince Arab Saudi telah meninggal dunia setelah lebih dari 20 tahun koma. Foto/Times of India
A A A
RIYADH - PangeranArab Saudi Al-Waleed bin Khaled bin Talal Al-Saud, yang dijuluki sebagai "Sleeping Prince atau Pangeran Tidur", telah meninggal dunia pada Sabtu (19/7/2025) setelah lebih dari 20 tahun koma akibat kecelakaan mobil pada tahun 2005. Kisahnya menjadi simbol harapan yang tak tergoyahkan dan pengabdian ayahnya.

Doa pemakaman akan dilaksanakan di Riyadh, dengan masa berkabung tiga hari yang dijalani oleh keluarga dan anggota keluarga Kerajaan Arab Saudi.

Pangeran Al-Waleed meninggal dunia di usia 36 tahun setelah dua dekade koma. Royal Court mengumumkan kematiannya melalui Saudi Press Agency (SPA), yang mengonfirmasi akhir dari babak panjang dan sangat emosional dalam kehidupan keluarga Kerajaan Saudi.

Baca Juga: Pangeran Arab Saudi Si 'Sleeping Prince' Meninggal Dunia setelah Koma 20 Tahun

Kisah Pangeran Al-Waleed telah menyentuh hati banyak orang selama bertahun-tahun, mengundang doa, simpati, dan perhatian di seluruh wilayah. Kepergiannya menandai akhir dari sebuah perjalanan yang luar biasa dan tragis, yang dimulai dengan kehidupan yang penuh harapan dan kemudian diwarnai oleh harapan, keyakinan, dan pengabdian keluarga yang tak tergoyahkan.

Hidup yang Diubah oleh Tragedi


Lahir pada bulan April 1990, Pangeran Al-Waleed adalah putra sulung Pangeran Khaled bin Talal Al-Saud dan keponakan dari pengusaha miliarder Pangeran Al-Waleed bin Talal.

Semasa muda, dia adalah seorang kadet militer yang belajar di London, mempersiapkan masa depan dalam dinas militer. Namun, pada tahun 2005, di usianya yang baru 15 tahun, hidupnya berubah secara tiba-tiba dan menghancurkan ketika dia mengalami kecelakaan mobil yang mengakibatkan pendarahan otak parah dan cedera internal.

Sang pangeran diterbangkan kembali ke Arab Saudi dan dirawat di King Abdulaziz Medical City di Riyadh, tempat dia terus menjalani perawatan medis.

Meskipun berbagai upaya telah dilakukan oleh spesialis Amerika dan Spanyol, termasuk konsultasi ekstensif dengan ahli saraf dan ahli perawatan intensif, dia tidak pernah sepenuhnya sadar.

Selama bertahun-tahun, Pangeran Al-Waleed tetap berada dalam kondisi koma yang minim respons, terkadang menunjukkan gerakan-gerakan tak sadar yang menunjukkan tanda-tanda kesadaran yang kecil namun sekilas.

Selama kondisinya, dia menggunakan ventilator, dan fungsi vitalnya didukung sepanjang waktu. Kasusnya menarik perhatian dan simpati hingga ke luar istana kerajaan, mengubah kamar rumah sakitnya menjadi tempat spiritual yang tenang.

Anggota keluarga dan pengunjung, termasuk tokoh agama, kerap berkumpul untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an, berharap akan datangnya keajaiban. Video yang menunjukkan reaksi Pangeran Al-Waleed yang tampak halus terhadap bacaan Al-Qur'an pernah dibagikan secara daring, menjadi simbol harapan abadi.

Harapan Sang Ayah yang Tak Tergoyahkan


Selama hampir 20 tahun, ayah Pangeran Al-Waleed, Pangeran Khaled bin Talal, tetap teguh dalam keyakinannya bahwa putranya akan pulih.

Dedikasinya diakui secara luas, terutama karena dia terus menolak untuk mengakhiri alat bantu hidup meskipun peluangnya kecil.

Saat salat Idulfitri atau saat kunjungan keluarga saat Idulfitri, Pangeran Khaled terlihat berdoa dengan penuh haru, memohon kepada Allah untuk kesembuhan putranya.

Selama bertahun-tahun, dia menggunakan media sosialnya, terutama di platform X, untuk berbagi kabar terbaru, menyampaikan doa, dan mengajak orang lain untuk turut serta dalam iman dan dukungannya.

Kata-katanya tidak hanya menyampaikan rasa sakit seorang ayah tetapi juga kekuatan keyakinan yang menentukan perjalanan mereka selama bertahun-tahun. Bahkan sesaat sebelum kematian putranya, Pangeran Khaled telah berbagi doa yang tulus untuk kesembuhannya.

Pada hari Sabtu, 19 Juli 2025, dia mengonfirmasi meninggalnya sang putra dengan sebuah pesan yang mencerminkan kesedihan sekaligus keyakinannya.

Dia menulis di X: "Dengan hati yang penuh keyakinan akan takdir dan ketetapan Allah, dan dengan kesedihan dan duka yang mendalam, kami berdukacita atas putra tercinta kami, Pangeran Al-Waleed bin Khaled bin Talal bin Abdulaziz Al-Saud, semoga Allah merahmatinya, yang wafat hari ini atas rahmat Allah."

Pengumuman tersebut digaungkan oleh Istana Kerajaan Arab Saudi dan dipublikasikan melalui saluran resmi, menutup babak yang telah diikuti banyak orang di seluruh negeri selama dua dekade.

Doa Pemakaman dan Acara Berkabung


Menyusul pengumuman tersebut, Istana Kerajaan Arab Saudi memberikan detail acara doa dan layanan pemakaman. Salat jenazah untuk Pangeran Al-Waleed akan dilaksanakan pada hari Minggu (20/7/2025), setelah salat Ashar di Masjid Imam Turki bin Abdullah di Riyadh.

Salat untuk para pria akan dilaksanakan di Masjid Imam Turki bin Abdullah setelah salat Ashar. Sedangkan salat untuk para wanita dijadwalkan di Rumah Sakit Spesialis King Faisal setelah salat Dzuhur.

Layanan pemakaman akan dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari Minggu hingga Selasa.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Demi Lindungi Negara-negara...
Demi Lindungi Negara-negara Arab, AS Janjikan Perdamaian Abadi dengan Iran
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
AS dan Iran Berdamai,...
AS dan Iran Berdamai, MBS: Semua untuk Kepentingan Bersama
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Permudah Layanan Jemaah...
Permudah Layanan Jemaah Haji dan Umrah Indonesia, BSI Bakal Hadir di Arab Saudi
Gempa Dahsyat Venezuela:...
Gempa Dahsyat Venezuela: 920 Orang Tewas, Hampir 50 Ribu Masih Hilang
Helikopter Perusahaan...
Helikopter Perusahaan Minyak Arab Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Rekomendasi
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Sidang Praperadilan...
Sidang Praperadilan Roy Suryo Dimulai, Hakim Ungkap Jadwal Setiap Persidangan
Berita Terkini
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Infografis
Ini Cara Hentikan Israel...
Ini Cara Hentikan Israel Invasi Gaza Menurut Pangeran Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved