Usai Berperang karena Druze, Israel dan Suriah Sepakat untuk Gencatan Senjata
Sabtu, 19 Juli 2025 - 15:15 WIB
loading...
A
A
A
Serangan udara Israel di Damaskus menargetkan beberapa gedung pemerintah, dengan pihak berwenang mengatakan setidaknya tiga orang tewas. Sebuah video dari saluran televisi Suriah menunjukkan gedung Kementerian Pertahanan diserang secara langsung, memaksa pembawa acara untuk berlindung.
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan pada Rabu malam waktu setempat bahwa tentara Suriah mulai menarik diri dari Suwayda, tempat bentrokan meletus selama akhir pekan antara milisi Druze dan suku Badui, yang mendorong pasukan pemerintah untuk campur tangan. Pemerintah Al-Sharaa juga mengumumkan gencatan senjata baru dengan faksi-faksi Druze.
Dalam pidato yang disiarkan televisi yang sama, al-Sharaa menuduh Israel berusaha memecah belah rakyat Suriah dan mengubah Suriah "menjadi medan perang kekacauan."
AS telah menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan dan baru-baru ini melakukan upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengadakan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Jumat untuk membahas masalah tersebut, menurut isi panggilan telepon dari Kementerian Luar Negeri Turki.
Rubio sebelumnya mengatakan pada Rabu malam bahwa semua pihak yang berkonflik telah menyepakati "langkah-langkah spesifik" untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa mengatakan pada Rabu malam waktu setempat bahwa tentara Suriah mulai menarik diri dari Suwayda, tempat bentrokan meletus selama akhir pekan antara milisi Druze dan suku Badui, yang mendorong pasukan pemerintah untuk campur tangan. Pemerintah Al-Sharaa juga mengumumkan gencatan senjata baru dengan faksi-faksi Druze.
Dalam pidato yang disiarkan televisi yang sama, al-Sharaa menuduh Israel berusaha memecah belah rakyat Suriah dan mengubah Suriah "menjadi medan perang kekacauan."
AS telah menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan dan baru-baru ini melakukan upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengadakan panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada hari Jumat untuk membahas masalah tersebut, menurut isi panggilan telepon dari Kementerian Luar Negeri Turki.
Rubio sebelumnya mengatakan pada Rabu malam bahwa semua pihak yang berkonflik telah menyepakati "langkah-langkah spesifik" untuk menyelesaikan situasi tersebut.
Lihat Juga :