Abu Ubaidah: Israel Tolak Kesepakatan Gencatan Senjata untuk Bebaskan Semua Tawanan di Gaza
Sabtu, 19 Juli 2025 - 06:39 WIB
loading...
A
A
A
Hamas masih menahan 50 orang di Gaza, sekitar 20 di antaranya diyakini masih hidup.
Dalam pesan video pertamanya sejak awal Maret, Abu Ubaidah juga mengatakan para pejuang Hamas "siap melanjutkan pertempuran atrisi yang panjang" dan akan terus melakukan penyergapan di seluruh Gaza dengan tujuan membunuh atau menangkap tentara Israel yang menyerbu.
Ia juga mengecam para pemimpin negara-negara Arab dan Islam atas ketidakpedulian mereka dalam menghadapi "genosida" yang dilakukan Israel, dengan mengatakan, "Leher kalian terbebani oleh darah puluhan ribu orang tak berdosa yang dikhianati oleh kebisuan kalian."
Komentar tersebut muncul ketika perundingan di Doha belum membuahkan hasil apa pun karena Israel bersikeras mempertahankan dan memperluas kendali militer atas Gaza, termasuk Koridor Morag dan Koridor Magen Oz baru yang masing-masing memisahkan Rafah dan Khan Younis di selatan dari wilayah kantong lainnya.
Selagi tentara terus memblokir bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang terkepung dan membunuh warga Palestina yang kelaparan di lokasi-lokasi yang dikelola oleh GHF yang kontroversial, Israel juga melanjutkan rencana membangun kamp konsentrasi di atas reruntuhan Rafah meskipun mendapat kritik internasional.
Dalam pesan video pertamanya sejak awal Maret, Abu Ubaidah juga mengatakan para pejuang Hamas "siap melanjutkan pertempuran atrisi yang panjang" dan akan terus melakukan penyergapan di seluruh Gaza dengan tujuan membunuh atau menangkap tentara Israel yang menyerbu.
Ia juga mengecam para pemimpin negara-negara Arab dan Islam atas ketidakpedulian mereka dalam menghadapi "genosida" yang dilakukan Israel, dengan mengatakan, "Leher kalian terbebani oleh darah puluhan ribu orang tak berdosa yang dikhianati oleh kebisuan kalian."
Komentar tersebut muncul ketika perundingan di Doha belum membuahkan hasil apa pun karena Israel bersikeras mempertahankan dan memperluas kendali militer atas Gaza, termasuk Koridor Morag dan Koridor Magen Oz baru yang masing-masing memisahkan Rafah dan Khan Younis di selatan dari wilayah kantong lainnya.
Selagi tentara terus memblokir bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang terkepung dan membunuh warga Palestina yang kelaparan di lokasi-lokasi yang dikelola oleh GHF yang kontroversial, Israel juga melanjutkan rencana membangun kamp konsentrasi di atas reruntuhan Rafah meskipun mendapat kritik internasional.
Lihat Juga :