Media AS: Serangan Amerika Hanya Hancurkan 1 dari 3 Situs Nuklir Iran
Jum'at, 18 Juli 2025 - 11:40 WIB
loading...
A
A
A
Sekitar 400 kilogram—lebih dari 900 pon—uranium yang diperkaya hingga kemurnian 60% tidak tercatat dan sekarang dengan IAEA dilarang memasuki negara itu, tidak pasti apakah lokasinya dapat diketahui.
Mantan Wakil Direktur Jenderal IAEA, Olli Heinonen, memperingatkan: “Kita tidak boleh bersantai karena bahan ini saja sudah cukup untuk 10 senjata nuklir jika diperkaya lebih lanjut hingga 90%. Jadi secara keseluruhan, ya, Trump benar, tetapi seharusnya ada peringatan bahwa ini belum berakhir.”
Sementara itu, Gedung Putih tidak percaya dengan laporan NBC News. "Seperti yang telah dikatakan Presiden dan telah diverifikasi oleh para ahli, Operasi Midnight Hammer telah sepenuhnya menghancurkan kemampuan nuklir Iran," ujar juru bicara Gedung Putih Anna Kelly kepada NBC News dalam sebuah pernyataan.
"Amerika dan dunia menjadi lebih aman berkat tindakan tegasnya," paparnya.
Dalam pernyataannya sendiri, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan: "Kredibilitas media berita palsu serupa dengan kondisi fasilitas nuklir Iran saat ini: hancur, terkapar, dan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Presiden Trump telah menegaskan dan rakyat Amerika memahami: fasilitas nuklir Iran di Fordow, Isfahan, dan Natanz telah sepenuhnya dihancurkan. Tidak ada keraguan tentang itu."
Mantan Wakil Direktur Jenderal IAEA, Olli Heinonen, memperingatkan: “Kita tidak boleh bersantai karena bahan ini saja sudah cukup untuk 10 senjata nuklir jika diperkaya lebih lanjut hingga 90%. Jadi secara keseluruhan, ya, Trump benar, tetapi seharusnya ada peringatan bahwa ini belum berakhir.”
Sementara itu, Gedung Putih tidak percaya dengan laporan NBC News. "Seperti yang telah dikatakan Presiden dan telah diverifikasi oleh para ahli, Operasi Midnight Hammer telah sepenuhnya menghancurkan kemampuan nuklir Iran," ujar juru bicara Gedung Putih Anna Kelly kepada NBC News dalam sebuah pernyataan.
"Amerika dan dunia menjadi lebih aman berkat tindakan tegasnya," paparnya.
Dalam pernyataannya sendiri, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, mengatakan: "Kredibilitas media berita palsu serupa dengan kondisi fasilitas nuklir Iran saat ini: hancur, terkapar, dan akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih. Presiden Trump telah menegaskan dan rakyat Amerika memahami: fasilitas nuklir Iran di Fordow, Isfahan, dan Natanz telah sepenuhnya dihancurkan. Tidak ada keraguan tentang itu."
(mas)
Lihat Juga :