Israel Serang Gereja Satu-satunya di Gaza, Netanyahu Berdalih Pelurunya Nyasar
Jum'at, 18 Juli 2025 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan Israel di tempat lain di wilayah Palestina menewaskan sedikitnya 22 orang pada hari Kamis.
Dari populasi Jalur Gaza yang lebih dari dua juta jiwa, sekitar 1.000 orang beragama Kristen. Sebagian besar dari mereka beragama Ortodoks, tetapi menurut Patriarkat Latin, terdapat sekitar 135 umat Katolik di wilayah tersebut.
Paus Fransiskus, saat masih hidup, telah berulang kali menyerukan diakhirinya perang Gaza, dan dalam pesan Paskah terakhirnya sehari sebelum wafatnya, dia mengecam "situasi kemanusiaan yang menyedihkan" di wilayah Palestina.
Monsignor Pascal Gollnisch, kepala badan amal Katolik l'Oeuvre d'Orient, mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu "sama sekali tidak dapat diterima".
"Ini adalah tempat ibadah. Ini adalah gereja Katolik yang dikenal karena sikap damainya, karena menjadi pembawa damai. Mereka adalah orang-orang yang melayani masyarakat," katanya.
"Tidak ada tujuan strategis, tidak ada jihadis di gereja ini. Ada keluarga, ada warga sipil," paparnya, Jumat (18/7/2025).
Perang yang berlangsung lebih dari 21 bulan telah menciptakan kondisi kemanusiaan yang mengerikan bagi penduduk Gaza, mengungsikan sebagian besar penduduk setidaknya sekali dan memicu kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang parah.
Perang tersebut dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi. Serangan militer balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 58.667 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.
Pembatasan media di Gaza dan kesulitan mengakses banyak wilayah membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban dan detail yang diberikan oleh badan pertahanan sipil dan pihak-pihak lain.
Dari populasi Jalur Gaza yang lebih dari dua juta jiwa, sekitar 1.000 orang beragama Kristen. Sebagian besar dari mereka beragama Ortodoks, tetapi menurut Patriarkat Latin, terdapat sekitar 135 umat Katolik di wilayah tersebut.
Paus Fransiskus, saat masih hidup, telah berulang kali menyerukan diakhirinya perang Gaza, dan dalam pesan Paskah terakhirnya sehari sebelum wafatnya, dia mengecam "situasi kemanusiaan yang menyedihkan" di wilayah Palestina.
"Sama Sekali Tidak Dapat Diterima"
Monsignor Pascal Gollnisch, kepala badan amal Katolik l'Oeuvre d'Orient, mengatakan kepada AFP bahwa serangan itu "sama sekali tidak dapat diterima".
"Ini adalah tempat ibadah. Ini adalah gereja Katolik yang dikenal karena sikap damainya, karena menjadi pembawa damai. Mereka adalah orang-orang yang melayani masyarakat," katanya.
"Tidak ada tujuan strategis, tidak ada jihadis di gereja ini. Ada keluarga, ada warga sipil," paparnya, Jumat (18/7/2025).
Perang yang berlangsung lebih dari 21 bulan telah menciptakan kondisi kemanusiaan yang mengerikan bagi penduduk Gaza, mengungsikan sebagian besar penduduk setidaknya sekali dan memicu kekurangan makanan dan kebutuhan pokok lainnya yang parah.
Perang tersebut dipicu oleh serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, yang mengakibatkan kematian 1.219 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan data resmi. Serangan militer balasan Israel telah menewaskan sedikitnya 58.667 warga Palestina, sebagian besar warga sipil, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas.
Pembatasan media di Gaza dan kesulitan mengakses banyak wilayah membuat AFP tidak dapat memverifikasi secara independen jumlah korban dan detail yang diberikan oleh badan pertahanan sipil dan pihak-pihak lain.
(mas)
Lihat Juga :