4 Tentara Israel Bunuh Diri dalam Kurang dari 2 Minggu usai Berperang di Gaza
Kamis, 17 Juli 2025 - 14:12 WIB
loading...
Empat tentara Israel bunuh diri dalam waktu kurang dari minggu usai terlibat perang di Gaza. Foto/Courtesy Ziv Koren/Polaris via Times of Israel
A
A
A
TEL AVIV - Empat tentara Israel bunuh diri dalam waktu kurang dari dua minggu setelah terlibat dalam perang melawan kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza. Kematian mereka diungkap media-media Israel.
Surat kabar Haaretz melaporkan pada hari Rabu bahwa dua dari empat tentara tersebut merupakan peserta wajib militer yang sedang bertugas aktif. Dua lainnya adalah tentara cadangan yang baru saja diberhentikan setelah berminggu-minggu bertempur di Gaza.
Pada hari Selasa, seorang tentara kelima mengalami luka parah dalam apa yang tampaknya merupakan upaya bunuh diri, menurut laporan The Times of Israel.
Baca Juga: ICC Tolak Permintaan Israel untuk Cabut Surat Perintah Penangkapan Netanyahu
Sejak perang di Gaza dimulai—di mana pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 58.000 warga Palestina, termasuk setidaknya 17.000 anak-anak—telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam kasus bunuh diri di kalangan tentara Israel.
Menurut data yang dipublikasikan di Haaretz, 43 tentara telah bunuh diri sejak perang dimulai, termasuk 14 personel tahun ini.
Pada tahun 2024 saja, 21 tentara tewas karena bunuh diri, angka tahunan tertinggi sejak 2011.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menggambarkan meningkatnya jumlah kasus bunuh diri tentara sebagai hal yang tak tertahankan.
"Perang ini juga membunuh jiwa," katanya dalam sebuah unggahan di X.
Organisasi kesehatan mental memperingatkan bahwa jumlah kasus bunuh diri yang sebenarnya di kalangan tentara Israel mungkin lebih tinggi karena banyak kasus yang masih belum dilaporkan.
Angka-angka kematian di antara tentara yang tidak bertugas aktif, yang dikeluarkan militer Israel, tidak menyebutkan bunuh diri.
Haaretz melaporkan bahwa setidaknya 12 orang telah bunuh diri sejak perang dimulai, yang dilaporkan terkait dengan dinas militer mereka.
Sumber-sumber militer mengatakan kepada Haaretz bahwa sebagian besar kasus bunuh diri kemungkinan terkait dengan paparan situasi pertempuran yang intens.
Kasus bunuh diri terbaru ini terjadi ketika kelompok Hamas mengintensifkan serangannya terhadap pasukan Israel di Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir, termasuk upaya penangkapan seorang tentara.
Setidaknya 12 tentara tewas dalam penyergapan Palestina dalam waktu kurang dari dua minggu.
Sejak perang dimulai, setidaknya 893 tentara telah tewas, termasuk 45 tentara yang tewas sejak Israel melanggar gencatan senjata pada 18 Maret.
Menurut Kementerian Pertahanan Israel, setidaknya 19.000 orang lainnya terluka.
Surat kabar Haaretz melaporkan pada hari Rabu bahwa dua dari empat tentara tersebut merupakan peserta wajib militer yang sedang bertugas aktif. Dua lainnya adalah tentara cadangan yang baru saja diberhentikan setelah berminggu-minggu bertempur di Gaza.
Pada hari Selasa, seorang tentara kelima mengalami luka parah dalam apa yang tampaknya merupakan upaya bunuh diri, menurut laporan The Times of Israel.
Baca Juga: ICC Tolak Permintaan Israel untuk Cabut Surat Perintah Penangkapan Netanyahu
Sejak perang di Gaza dimulai—di mana pasukan Israel telah menewaskan lebih dari 58.000 warga Palestina, termasuk setidaknya 17.000 anak-anak—telah terjadi peningkatan yang signifikan dalam kasus bunuh diri di kalangan tentara Israel.
Menurut data yang dipublikasikan di Haaretz, 43 tentara telah bunuh diri sejak perang dimulai, termasuk 14 personel tahun ini.
Pada tahun 2024 saja, 21 tentara tewas karena bunuh diri, angka tahunan tertinggi sejak 2011.
Pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menggambarkan meningkatnya jumlah kasus bunuh diri tentara sebagai hal yang tak tertahankan.
"Perang ini juga membunuh jiwa," katanya dalam sebuah unggahan di X.
Kasus yang Tidak Dilaporkan
Organisasi kesehatan mental memperingatkan bahwa jumlah kasus bunuh diri yang sebenarnya di kalangan tentara Israel mungkin lebih tinggi karena banyak kasus yang masih belum dilaporkan.
Angka-angka kematian di antara tentara yang tidak bertugas aktif, yang dikeluarkan militer Israel, tidak menyebutkan bunuh diri.
Haaretz melaporkan bahwa setidaknya 12 orang telah bunuh diri sejak perang dimulai, yang dilaporkan terkait dengan dinas militer mereka.
Sumber-sumber militer mengatakan kepada Haaretz bahwa sebagian besar kasus bunuh diri kemungkinan terkait dengan paparan situasi pertempuran yang intens.
Kasus bunuh diri terbaru ini terjadi ketika kelompok Hamas mengintensifkan serangannya terhadap pasukan Israel di Jalur Gaza dalam beberapa pekan terakhir, termasuk upaya penangkapan seorang tentara.
Setidaknya 12 tentara tewas dalam penyergapan Palestina dalam waktu kurang dari dua minggu.
Sejak perang dimulai, setidaknya 893 tentara telah tewas, termasuk 45 tentara yang tewas sejak Israel melanggar gencatan senjata pada 18 Maret.
Menurut Kementerian Pertahanan Israel, setidaknya 19.000 orang lainnya terluka.
(mas)
Lihat Juga :