Jenderal Ukraina Bingung dan Ragu Trump Kirim 17 Sistem Rudal Patriot AS ke Kyiv
Kamis, 17 Juli 2025 - 11:07 WIB
loading...
Ukraina bingung dan ragu Presiden AS Donald Trump akan mengirim 17 sistem pertahanan rudal Patriot ke Kyiv. Foto/US Army
A
A
A
KYIV - Ukraina bingung dan tidak yakin apa yang dimaksud Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ketika dia mengumumkan bahwa Kyiv akan menerima "17 Patriot" dari negara-negara NATO. Demikian disampaikan Wakil Kepala Badan Intelijen Militer Ukraina (HUR), Mayor Jenderal Vadim Skibitsky.
Ketika Trump membuat pernyataan tersebut dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Senin, dia mengatakan bahwa anggota blok Eropa tersebut akan memasok sistem pertahanan udara buatan Amerika, tetapi tidak merinci apakah dia berbicara tentang baterai utuh atau peluncur terpisah.
Keesokan harinya, Presiden AS itu mengklaim; "Patriot sudah dikirim. Mereka datang dari Jerman dan kemudian digantikan oleh Jerman."
Baca Juga: Rusia Umbar Ancaman Nuklir setelah AS-NATO Akan Kirim Senjata Canggih ke Ukraina
Skibitsky mengatakan kepada The Guardian bahwa Kyiv bereaksi positif terhadap pernyataan Trump dan berterima kasih atas bantuan militer AS.
Namun, dia menekankan bahwa mereka tidak yakin berapa banyak sistem Patriot yang akan diterima Ukraina. "Kami tidak tahu persisnya," kata jenderal Ukraina tersebut, yang dilansir Rabu (16/7/2025).
"17 adalah angka yang sangat besar jika kita berbicara tentang baterai. Jika itu peluncur, itu mungkin," paparnya.
"Pemerintah AS dan Pentagon akan memberi kami detail lebih lanjut," imbuh dia.
Satu baterai sistem pertahanan rudal Patriot biasanya terdiri dari enam hingga delapan peluncur, radar phased-array, stasiun kendali, dan stasiun pembangkit listrik, dengan semua perangkat keras dipasang di truk atau trailer.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan kepada Financial Times pada akhir pekan lalu bahwa Ukraina hanya memiliki enam baterai sistem Patriot yang tersisa, yang menurutnya "terlalu sedikit."
Rusia baru-baru ini meningkatkan serangan rudal dan pesawat nirawaknya terhadap Ukraina, yang menurutnya hanya menghantam target militer.
Menurut Moskow, pengeboman tersebut juga merupakan balasan atas serangan Kyiv di wilayah Rusia, yang seringkali menargetkan warga sipil, bangunan tempat tinggal, dan infrastruktur penting.
Para pejabat Rusia telah menekankan bahwa bantuan militer Barat kepada Ukraina tidak akan mengubah arah konflik, tetapi hanya akan memperpanjang pertumpahan darah dan meningkatkan kemungkinan bentrokan langsung antara Moskow dan NATO.
Ketika Trump membuat pernyataan tersebut dalam pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Senin, dia mengatakan bahwa anggota blok Eropa tersebut akan memasok sistem pertahanan udara buatan Amerika, tetapi tidak merinci apakah dia berbicara tentang baterai utuh atau peluncur terpisah.
Keesokan harinya, Presiden AS itu mengklaim; "Patriot sudah dikirim. Mereka datang dari Jerman dan kemudian digantikan oleh Jerman."
Baca Juga: Rusia Umbar Ancaman Nuklir setelah AS-NATO Akan Kirim Senjata Canggih ke Ukraina
Skibitsky mengatakan kepada The Guardian bahwa Kyiv bereaksi positif terhadap pernyataan Trump dan berterima kasih atas bantuan militer AS.
Namun, dia menekankan bahwa mereka tidak yakin berapa banyak sistem Patriot yang akan diterima Ukraina. "Kami tidak tahu persisnya," kata jenderal Ukraina tersebut, yang dilansir Rabu (16/7/2025).
"17 adalah angka yang sangat besar jika kita berbicara tentang baterai. Jika itu peluncur, itu mungkin," paparnya.
"Pemerintah AS dan Pentagon akan memberi kami detail lebih lanjut," imbuh dia.
Satu baterai sistem pertahanan rudal Patriot biasanya terdiri dari enam hingga delapan peluncur, radar phased-array, stasiun kendali, dan stasiun pembangkit listrik, dengan semua perangkat keras dipasang di truk atau trailer.
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan kepada Financial Times pada akhir pekan lalu bahwa Ukraina hanya memiliki enam baterai sistem Patriot yang tersisa, yang menurutnya "terlalu sedikit."
Rusia baru-baru ini meningkatkan serangan rudal dan pesawat nirawaknya terhadap Ukraina, yang menurutnya hanya menghantam target militer.
Menurut Moskow, pengeboman tersebut juga merupakan balasan atas serangan Kyiv di wilayah Rusia, yang seringkali menargetkan warga sipil, bangunan tempat tinggal, dan infrastruktur penting.
Para pejabat Rusia telah menekankan bahwa bantuan militer Barat kepada Ukraina tidak akan mengubah arah konflik, tetapi hanya akan memperpanjang pertumpahan darah dan meningkatkan kemungkinan bentrokan langsung antara Moskow dan NATO.
(mas)
Lihat Juga :