Rusia Umbar Ancaman Nuklir setelah AS-NATO Hendak Pasok Senjata Canggih ke Ukraina

Kamis, 17 Juli 2025 - 08:47 WIB
loading...
Rusia Umbar Ancaman...
Rusia keluarkan ancaman senjata nuklir setelah AS dan NATO akan memasok senjata canggih ke Ukraina. Foto/Vladimir Astapkovich/Sputniknews
A A A
MOSKOW - Rusia mengeluarkan ancaman senjata nuklir dengan menegaskan bahwa doktrin nuklirnya tetap diberlakukan. Ancaman disampaikan dua hari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika dan sekutu NATO akan memasok senjata canggih ke Ukraina.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai Februari 2022, ketegangan antara Moskow dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) telah meningkat, dengan ancaman eskalasi nuklir yang terus berulang.

Sekadar diketahui, Rusia memiliki cadangan hulu ledak nuklir terbesar di dunia, diikuti oleh AS.

Baca Juga: Donald Trump: AS Akan Kirim Sistem Rudal Patriot ke Ukraina untuk Melawan Rusia

Trump telah mengambil pendekatan yang berbeda terhadap perang Rusia-Ukraina dibandingkan pendahulunya, mantan Presiden Joe Biden, seperti terlibat perundingan langsung dengan Moskow dan memperburuk hubungan AS-Ukraina melalui percakapan yang bermusuhan dan ancaman penghentian bantuan. Namun, awal pekan ini, Trump mengumumkan bahwa sekutu NATO di Eropa akan membeli senjata canggih AS senilai miliaran dolar untuk pertahanan Ukraina.

Dalam konferensi pers hari Rabu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada kantor berita TASS: "Doktrin nuklir Rusia tetap berlaku, dan dengan demikian, semua ketentuannya terus berlaku."

Respons Peskov muncul setelah jurnalis TASS pada Rabu (16/7/2025) menanyakan status doktrin nuklir, yang, antara lain, menetapkan bahwa agresi terhadap Rusia atau sekutunya oleh negara non-nuklir mana pun dengan partisipasi atau dukungan negara nuklir dianggap sebagai serangan gabungan mereka.

Putin telah memperbarui doktrin nuklirnya pada Desember 2024, yang pada dasarnya menurunkan ambang batas untuk terlibat dalam pencegahan nuklir. Doktrin tersebut mencakup bahwa Rusia berhak menggunakan senjata nuklir sebagai respons terhadap senjata nuklir atau jenis senjata pemusnah massal lainnya terhadap dirinya atau pun sekutunya.

Peskov meminta AS untuk mendorong Ukraina melanjutkan negosiasi perdamaian dengan Rusia, dengan mengatakan: "Dalam hal ini, upaya mediasi utama datang dari Amerika Serikat—Presiden Trump dan timnya. Banyak pernyataan telah dibuat, banyak ungkapan kekecewaan telah disuarakan, tetapi kami tentu berharap ada juga tekanan dari pihak Ukraina."

Pada 14 Juli, Trump mengatakan di Oval Office, "Kita akan membuat senjata-senjata terbaik, dan senjata-senjata itu akan dikirim ke NATO."

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengatakan kesepakatan itu mencakup rudal, amunisi, dan pertahanan udara. Trump mengumumkan bahwa rudal Patriot—yang penting untuk mempertahankan diri dari serangan pesawat nirawak dan pengeboman rudal Rusia terhadap bangunan sipil—sudah dikirim ke Ukraina.

Peralatan militer apa pun yang akan dipasok ke Ukraina dalam jangka pendek akan berasal dari stok yang ada.

"Pertemuan yang luar biasa dengan @POTUS hari ini [Senin]. Kami telah melaksanakan keputusan dari #NATOSummit secara signifikan, menggabungkan lebih banyak pengeluaran, lebih banyak produksi dan lebih banyak dukungan untuk Ukraina. Kebrutalan Rusia harus dihentikan-inisiatif baru ini akan membantu mewujudkan perdamaian yang adil dan abadi," tulis Rutte di X soal pertemuannya dengan Trump.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, pada hari Rabu menulis di X: "Saya mengadakan pertemuan mengenai sektor pertahanan: produksi senjata domestik kami, perjanjian dengan mitra, dan pasokan untuk tentara Ukraina. Kami sedang menganalisis secara menyeluruh bagaimana semua kontrak, perjanjian, dan proyek investasi dilaksanakan. Kami mengidentifikasi langkah-langkah yang harus diambil dalam waktu dekat, serta indikator-indikator utama yang akan digunakan untuk menilai efektivitas manajemen pertahanan pada akhir tahun ini. Harus ada lebih banyak senjata buatan Ukraina."
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Tragis! 3 Anak Meninggal...
Tragis! 3 Anak Meninggal Dunia akibat Suhu Panas Ekstrem di Paris
Rekomendasi
Harapan Pramono Anung...
Harapan Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Warga Hidupnya Nyaman, Gampang, Bahagia, dan Mudah
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Iran Akan Selalu Cepat dan Tegas Setiap Serangan AS
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
UEA Keluarkan Alarm...
UEA Keluarkan Alarm Rudal Iran, Beberapa Detik Kemudian Dicabut, Pemerintah Minta Maaf
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved