Mengapa Israel Mengebom Suriah untuk Melindungi Suku Druze?

Kamis, 17 Juli 2025 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Suriah telah menolak deklarasi zona demiliterisasi Israel dan, bersama dengan komunitas internasional, telah berulang kali mendesak Israel untuk menghentikan tindakan militer yang melanggar kedaulatannya.

Sebelumnya pada hari Selasa, seorang pemimpin spiritual Druze, Hikmat Al-Hijri, menyerukan perlindungan internasional dari "semua negara" untuk "menghadapi kampanye biadab" oleh pemerintah dan pasukan sekutu "dengan menggunakan segala cara yang memungkinkan."

"Kita menghadapi perang pemusnahan total," kata Al-Hijri dalam sebuah pernyataan video.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh para pemimpin Druze lainnya menyambut baik intervensi pemerintah Suriah di Suwayda dan mendesak negara tersebut untuk menegaskan otoritasnya. Pernyataan tersebut juga menyerukan agar kelompok-kelompok bersenjata di kota itu menyerahkan senjata kepada pasukan pemerintah dan memulai dialog dengan Damaskus.

4. Israel Ingin Terus Mencaplok Wilayah Suriah

Sejak jatuhnya rezim Assad pada Desember 2024, Israel telah merebut lebih banyak wilayah di Suriah dan berulang kali melancarkan serangan terhadap negara itu, dengan tujuan yang dinyatakan untuk mencegah rekonstruksi kemampuan militer dan membasmi militansi yang dapat mengancam keamanannya.

Serangan Israel terus berlanjut meskipun sekutu terdekatnya, Amerika Serikat, mendesak Israel untuk menormalisasi hubungan dengan Suriah karena kini berada di bawah kendali pemerintahan baru.

AS telah berupaya mengarahkan negara-negara di kawasan tersebut ke arah yang berbeda dan membayangkan Suriah menandatangani Perjanjian Abraham – serangkaian perjanjian yang menormalisasi hubungan antara Israel dan beberapa negara Arab. Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada CNN bulan lalu bahwa "berpihak pada Israel akan menguntungkan Suriah."

Pada bulan Mei, Presiden AS Donald Trump mengadakan pertemuan dengan Sharaa di Riyadh, Arab Saudi. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan tingkat tinggi pertama AS-Suriah selama beberapa dekade.

Trump mengumumkan pencabutan sanksi AS terhadap Suriah tepat sebelum pertemuan tersebut, sebuah langkah yang dirayakan di Suriah dan dipandang sebagai langkah menuju integrasi kembali negara tersebut ke dalam komunitas internasional.

Israel telah menunjukkan kecenderungannya untuk memperluas perjanjian tersebut. Setelah konflik mematikan dengan Iran, Netanyahu mengatakan "kemenangan" Israel membuka jalan bagi "perluasan dramatis perjanjian perdamaian" dan menambahkan bahwa Israel "sedang mengerjakan ini dengan giat."

Menteri Luar Negeri Gideon Saar bahkan telah memaparkan negara mana saja yang diincar Israel untuk normalisasi.

"Israel tertarik untuk memperluas lingkaran perdamaian dan normalisasi Perjanjian Abraham," ujarnya akhir bulan lalu dalam konferensi pers bersama dengan mitranya dari Austria. "Kami berkepentingan untuk menambahkan negara-negara, seperti Suriah dan Lebanon, tetangga kami, ke dalam lingkaran perdamaian dan normalisasi – sambil menjaga kepentingan esensial dan keamanan Israel."

Israel telah mengadakan pembicaraan langsung dan tidak langsung dengan pemerintahan baru Suriah, sebuah indikasi pergeseran dinamika antara kedua bekas musuh tersebut sejak jatuhnya rezim Assad.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Pemain Kolombia Jaminton...
Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Superkomputer Jagokan...
Superkomputer Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026, Argentina Bukan Unggulan
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
Berita Terkini
4 Alasan Krisis Selat...
4 Alasan Krisis Selat Hormuz Tak Bisa Diselesaikan melalui Perang
Saling Serang dan Ancam,...
Saling Serang dan Ancam, Perang AS dan Iran Bisa Berlarut-larut selama Berbulan-bulan
Peta Politik Malaysia...
Peta Politik Malaysia Terus Berubah Warna, PM Anwar Ibrahim Kian Tersudut
Mengapa Para Pemimpin...
Mengapa Para Pemimpin Iran Masih Berbeda Pandangan terkait Selat Hormuz?
Siapa Hamad bin Khalifa...
Siapa Hamad bin Khalifa Al Thani? Pemimpin yang Meningkatkan PDB Qatar hingga 24 Kali Lipat
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved