Mengapa Israel Mengebom Suriah untuk Melindungi Suku Druze?

Kamis, 17 Juli 2025 - 05:05 WIB
loading...
A A A
Sementara itu, reporter Axios dan analis CNN, Barak Ravid, mengatakan di X bahwa pemerintahan Trump telah meminta Israel untuk menghentikan serangannya terhadap pasukan Suriah di selatan negara itu, mengutip seorang pejabat AS yang tidak ia sebutkan identitasnya. Pejabat itu mengatakan Israel berjanji akan menghentikan serangan pada Selasa malam, ujarnya.

Namun pada hari Rabu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan militer akan mengintensifkan serangannya terhadap pasukan pemerintah di Suwayda jika mereka tidak mundur dari daerah tersebut.

"Rezim Suriah harus melepaskan suku Druze di Suwayda dan menarik pasukannya," kata Katz dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh juru bicaranya. "(Pasukan Pertahanan Israel) akan terus menyerang pasukan rezim hingga mereka mundur dari daerah tersebut – dan juga akan segera meningkatkan standar respons terhadap rezim jika pesannya tidak dipahami."

Militer Israel kemudian menyatakan bahwa mereka menyerang pintu masuk markas militer Suriah di Damaskus.

Baca Juga: 3 Alasan Israel Akan Menjadikan Suriah seperti Lebanon

2. Presiden Suriah Tak Melindungi Suku Druze

Setelah menggulingkan diktator lama Bashar al-Assad, Presiden baru Suriah Ahmed al-Sharaa berjanji untuk inklusif dan melindungi semua komunitas beragam di Suriah, tetapi pasukan ekstremis Sunni yang setia kepadanya terus melakukan kekerasan terhadap minoritas agama.

Pada bulan Maret, ratusan orang tewas dalam penindakan keras terhadap sekte Alawi – tempat Assad berasal – di kota Latakia, Suriah barat, dan pada bulan April, bentrokan antara angkatan bersenjata pro-pemerintah dan milisi Druze menewaskan sedikitnya 100 orang.

Isu utama yang menegangkan hubungan antara pemerintah baru Suriah dan Druze adalah pelucutan senjata milisi Druze dan integrasi. Al-Sharaa, yang berusaha mengkonsolidasikan faksi-faksi bersenjata di bawah militer yang bersatu, belum berhasil mencapai kesepakatan dengan Druze, yang bersikeras mempertahankan senjata dan milisi independen mereka.

Kaum Druze, yang beberapa di antaranya menentang pemerintahan otoriter Bashar al-Assad, tetap berhati-hati terhadap al-Sharaa, seorang pemimpin Islamis dengan sejarah jihadis. Mereka telah menyatakan keprihatinan atas pengecualian beberapa pemimpin mereka dari proses dialog nasional al-Sharaa dan terbatasnya perwakilan dalam pemerintahan baru, yang hanya mencakup satu menteri Druze.

Beberapa jam setelah pasukan memasuki kota pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Suriah Murhaf Abu Qusra mengumumkan "gencatan senjata" menyusul kesepakatan dengan para pemimpin masyarakat yang tidak disebutkan namanya, dan mengatakan polisi militer dikerahkan "untuk mengatur perilaku militer dan meminta pertanggungjawaban para pelanggar."

Namun pada hari Rabu, Kementerian Pertahanan mengatakan "kelompok-kelompok penjahat" melanjutkan serangan mereka terhadap pasukan pemerintah, yang memicu pembalasan, menurut kantor berita pemerintah SANA.

3. Memiliki Kedekatan dengan Israel

Pada hari Selasa, kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel "berkomitmen untuk mencegah bahaya bagi Druze di Suriah karena aliansi persaudaraan yang erat dengan warga Druze kami di Israel, serta ikatan keluarga dan sejarah mereka dengan Druze di Suriah."

Sekitar 130.000 warga Druze Israel tinggal di Karmel dan Galilea di utara Israel. Berbeda dengan komunitas minoritas lainnya di dalam perbatasan Israel, pria Druze berusia di atas 18 tahun telah diwajibkan militer Israel sejak tahun 1957 dan seringkali menduduki jabatan tinggi, sementara banyak yang meniti karier di kepolisian dan pasukan keamanan.

Pemerintah Israel juga telah secara sepihak mendeklarasikan zona demiliterisasi di Suriah yang "melarang masuknya pasukan dan senjata ke Suriah selatan," menurut kantor Perdana Menteri Israel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepala FSB Rusia: Barat...
Kepala FSB Rusia: Barat akan Kerahkan ISIS Suriah dalam Perang Melawan Iran
Seluruh Tentara AS Hengkang...
Seluruh Tentara AS Hengkang setelah 10 Tahun Bercokol di Suriah
AS Tarik 1.000 Pasukannya...
AS Tarik 1.000 Pasukannya dari Suriah
ISIS Berupaya Bunuh...
ISIS Berupaya Bunuh Presiden Suriah al-Sharaa, 5 Kali Gagal
Pasukan AS Mundur dari...
Pasukan AS Mundur dari Pangkalan Utama Suriah, Pindah ke Yordania
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan...
4.500 Tahanan ISIS Dipindahkan dari Suriah ke Irak
Kaleidoskop 2025: 13...
Kaleidoskop 2025: 13 Negara yang Terlibat Perang
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
Trump: Uranium Iran...
Trump: Uranium Iran Akan Dimusnahkan
Rekomendasi
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Australia vs Turki,...
Australia vs Turki, Gol Solo Nestory Irankunda Bikin Socceroos Unggul di Babak Pertama
Makin Dicintai Dunia,...
Makin Dicintai Dunia, Batik Ramah Lingkungan Asal Semarang Sukses Mendunia lewat LinkUMKM BRI
Berita Terkini
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Perempuan Cantik Ini...
Perempuan Cantik Ini Tewas dalam Atraksi Lompat Jembatan 30 Meter karena Petugas Lupa Pasang Tali Pengaman
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved