Jepang Sebut 3 Negara Ini Jadi Ancaman Keamanan Terbesar sejak Perang Dunia II

Rabu, 16 Juli 2025 - 14:52 WIB
loading...
Jepang Sebut 3 Negara...
Jepang menyebut tiga negara jadi ancaman keamanan terbesar sejak Perang Dunia II. Foto/X/@visegrad24
A A A
TOKYO - Jepang menghadapi lingkungan keamanan terberat sejak Perang Dunia II karena tiga musuh potensial di Asia Timur – China, Rusia, dan Korea Utara – meningkatkan aktivitas militer di kawasan tersebut. Itu diungkapkan Menteri Pertahanan Jepang Jenderal Nakatani.

"Tatanan perdamaian dunia yang ada sedang ditantang secara serius, dan Jepang berada dalam lingkungan keamanan yang paling parah dan kompleks di era pascaperang," ujar Menteri Pertahanan Jenderal Nakatani dalam pengantar buku putih pertahanan tahunan kementerian tersebut.

Aktivitas militer China menghadirkan "tantangan strategis terbesar dan belum pernah terjadi sebelumnya" bagi Jepang, demikian menurut laporan tersebut.

Beijing "dengan cepat meningkatkan kemampuan militernya secara kualitatif dan kuantitatif" sambil "mengintensifkan" aktivitas di sekitar kawasan tersebut, kata Nakatani, khususnya menyebut Kepulauan Senkaku, gugusan kepulauan di Laut Cina Timur yang dikuasai Tokyo tetapi juga diklaim oleh Beijing, yang menyebutnya Kepulauan Diaoyu.

Dokumen setebal 34 halaman tersebut memberikan gambaran suram tentang masa depan kawasan tersebut, terutama persaingan antara China dan Amerika Serikat, sekutu terpenting Tokyo.

"Keseimbangan kekuatan global sedang bergeser secara dramatis dan persaingan antarnegara terus berlanjut. Khususnya, persaingan antarnegara antara Amerika Serikat dan China kemungkinan akan semakin intensif di masa mendatang," demikian bunyi buku putih tersebut.

Makalah tersebut menyatakan bahwa meningkatnya aktivitas militer Tiongkok di sekitar pulau Taiwan yang dikontrol secara demokratis merupakan ancaman.

"China berupaya menciptakan fait accompli di mana Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) beroperasi, dan meningkatkan kemampuan tempurnya yang sebenarnya," demikian bunyinya.

AS menyerukan sekutu Asia untuk meningkatkan pertahanan dalam menghadapi ancaman 'mendesak' Tiongkok, ungkap Hegseth di forum pertahanan utama

AS mengutip situasi serupa di Laut Cina Selatan dan menyatakan bahwa tindakan PLA di sana merupakan kekhawatiran Jepang yang sah karena Tokyo memiliki jalur laut utama yang melintasi jalur tersebut.

Jiang Bin, juru bicara Kementerian Pertahanan China, mengatakan pada hari Rabu bahwa Jepang "menggembar-gemborkan 'ancaman China', dan secara terang-terangan mencampuri urusan dalam negeri China."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
SpaceX Pecahkan Rekor...
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
Rekomendasi
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Berita Terkini
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Infografis
10 Negara dengan Ukuran...
10 Negara dengan Ukuran Kaki Terbesar di Dunia, Jerman Juaranya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved