Prancis Tak akan Terlibat Inisiatif Pembelian Senjata AS untuk Ukraina

Rabu, 16 Juli 2025 - 13:58 WIB
loading...
Prancis Tak akan Terlibat...
Presiden Prancis Emmanuel Macron. Foto/anadolu
A A A
PARIS - Prancis tidak berniat berpartisipasi dalam inisiatif pembelian senjata Amerika Serikat (AS) untuk Ukraina di tengah keinginannya mengembangkan produksi senjatanya sendiri.

Prancis tidak disebutkan ketika Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebutkan negara-negara yang siap berpartisipasi dalam inisiatif pembelian senjata AS untuk Ukraina dalam pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, menurut laporan Politico.

Politico menambahkan Presiden Prancis Emmanuel Macron telah lama mendesak negara-negara Eropa untuk mengembangkan industri pertahanan mereka sendiri dengan membeli senjata dari produsen lokal.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan rudal Patriot sudah dikirim ke Ukraina, dan akan dipasok dari Jerman, yang kemudian akan menggantikannya sendiri.

"Rudal-rudal itu sudah dikirim. Rudal-rudal itu datang dari Jerman dan kemudian digantikan oleh Jerman, dan dalam semua kasus, Amerika Serikat akan dibayar penuh," ungkap Trump kepada para wartawan.



Rusia telah berulang kali menekankan senjata jarak jauh yang dipasok Barat digunakan oleh pasukan Ukraina untuk menargetkan warga sipil di wilayah Rusia dan mengganggu upaya perdamaian.

Mengizinkan Ukraina menggunakan senjata-senjata ini akan mengubah sifat konflik secara fundamental, sebagaimana dinyatakan sebelumnya oleh Presiden Rusia Putin.

"Kami akan membuat keputusan yang diperlukan berdasarkan ancaman yang kami hadapi," ujarnya.

"Pertanyaan kuncinya adalah apakah negara-negara NATO harus dianggap terlibat langsung dalam konflik militer," ungkap presiden.

Baca juga: Terungkap, Trump Akui Rusia Pasti Menang Perang Lawan Ukraina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Kapal Penangkap Ikan...
Kapal Penangkap Ikan Tenggelam di Lepas Pantai Busan, 2 Awak Asal Indonesia Hilang
Putin: Ukraina Minta...
Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan
Rekomendasi
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved