Seteru Memanas, Jerman Nyatakan Pasukannya Siap Bunuh Tentara Rusia

Selasa, 15 Juli 2025 - 13:28 WIB
loading...
Seteru Memanas, Jerman...
Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyatakan pasukan Berlin siap membunuh tentara Rusia jika menyerang negara NATO. Foto/Atlantic Council
A A A
BERLIN - Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius mengatakan pasukan Berlin siap membunuh tentara Rusia jika menyerang negara NATO. Retorika yang semakin memanaskan ketegangan Rusia-NATO ini disampaikan Pistorius dalam sebuah wawancara dengan Financial Times.

Kepala Kementerian Pertahanan Jerman tersebut juga mengungkap pengerahan brigade permanen Angkatan Darat Jerman di Lithuania, salah satu negara NATO di Baltik.

"Inggris, Amerika, dan Prancis berada di Jerman untuk melindungi sisi timur kami. Dan saat ini Lithuania, negara-negara Baltik, Polandia adalah sisi timur, dan kami harus memberikan kontribusi di sana," katanya.

Baca Juga: Bukan Soal Ideologi, Ini Penyebab Rusia-Barat Bentrok Versi Putin

Menurut Pistorius, pasukan Jerman, yang selama bertahun-tahun memiliki budaya menahan diri dalam menanggapi kengerian Perang Dunia II, akan siap membunuh tentara Rusia jika Moskow menyerang negara anggota NATO.

"Jika pencegahan tidak berhasil dan Rusia menyerang, apakah itu akan terjadi? Ya. Tetapi saya rekomendasikan Anda pergi saja ke Vilnius dan berbicara dengan perwakilan brigade Jerman. Mereka tahu betul tugas mereka," tegas Pistorius.

Sementara itu, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengecam pernyataan Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius yang dia anggap berbahaya.

Berbicara kepada harian bisnis RBK, Peskov mengatakan sulit dipercaya bahwa Pistorius benar-benar membuat komentar tersebut.

"Namun, sayangnya, memang demikian," katanya. "Jerman kembali menjadi berbahaya," imbuh dia, yang dilansir Selasa (15/7/2025).

Klaim perihal ancaman Rusia telah lama menjadi topik pembicaraan utama para pejabat negara-negara NATO. Namun, Moskow telah menepis spekulasi bahwa Rusia berencana menyerang blok yang dipimpin Amerika Serikat tersebut sebagai "omong kosong."

Bulan lalu, Peskov menyatakan bahwa blok Barat tersebut membutuhkan "monster" untuk membenarkan keberadaannya dan meningkatnya biaya pertahanan.

"Mereka telah menjadikan Rusia monster untuk membenarkan keputusan untuk meningkatkan anggaran pertahanan NATO menjadi 5% dari PDB," katanya saat itu.

Pada 9 Juni, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyatakan bahwa Rusia sedang mengembangkan potensi militernya, khususnya dengan meningkatkan produksi tank, kendaraan lapis baja, dan berbagai jenis rudal. Dalam lima tahun, Rusia akan siap menggunakan kekuatan militernya melawan NATO.

Kemudian pada 24 Juni, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga mengonfirmasi bahwa Rusia mungkin akan menyerang negara-negara anggota NATO dalam lima tahun ke depan untuk menguji kekuatan aliansi tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Trump Sebut Kesepakatan...
Trump Sebut Kesepakatan Damai dengan Iran Akan Ditandatangani pada Minggu, Ini Respons Teheran
Trump Sebut Israel Bisa...
Trump Sebut Israel Bisa Hancur dalam 24 Jam jika Iran Punya Senjata Nuklir
Rekomendasi
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved