Dramatis dan Menegangkan, Ini Momen Pasukan Filipina Cegat Kapal Mata-mata China

Selasa, 15 Juli 2025 - 12:13 WIB
loading...
Dramatis dan Menegangkan,...
Kapal Penjaga Pantai Filipina mencegat kapal mata-mata milik Penjaga Pantai China di wilayah ZEE Filipina. Foto/PCG
A A A
MANILA - Sebuah video menunjukkan momen dramatis dan menegangkan saat kapal Penjaga Pantai Filipina (PCG) mencegat kapal mata-mata dan kapal cutter Penjaga Pantai China (CCG) di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Filipina. Manila mengonfirmasi insiden itu terjadi pada Sabtu pekan lalu.

Dalam sebuah unggahan di X, juru bicara PCG Jay Tarriela mengatakan bahwa badan tersebut mengerahkan kapal terbesarnya, BRP Teresa Magbanua, untuk mencegat kapal pengintai elektronik China, Tianwangxing.

Kapal Tianwangxing terdeteksi sekitar 80 mil di lepas pantai Pulau Cabra, di provinsi Mindoro Barat, Filipina.

Baca Juga: Melawan China, Tetangga Indonesia Ini Borong 33 Jet Tempur F-18 AS tapi Bekas Pakai Kuwait

Video yang dirilis oleh PCG memperlihatkan kru kapal BRP Teresa Magbanua melalui saluran radio memberi tahu kapal mata-mata China bahwa kapal tersebut tidak diizinkan beroperasi di perairan Filipina dan memerintahkannya untuk pergi.

Kru kapal Tianwangxing tidak bereaksi, tetapi kru kapal CCG merespons dengan menegaskan klaim Beijing atas wilayah perairan tersebut.

Pada pukul 11.00 pagi hari Sabtu, kapal-kapal CCG telah bergabung dengan kapal Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat (PLA-N)—kapal perusak berpeluru kendali Guilin—yang mengerahkan helikopter di atasnya dalam apa yang disebut Tarriela sebagai latihan pendaratan.

"PCG tetap teguh dalam misinya untuk menegakkan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksi Filipina di zona maritimnya, khususnya di Laut Filipina Barat, sesuai dengan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut, Putusan Arbitrase 2016, dan Undang-Undang Zona Maritim Filipina," kata Tarriela, yang dilansir USNI News,Selasa (15/7/2025).

Laut Filipina Barat adalah istilah Manila untuk bagian-bagian Laut China Selatan yang berada dalam zona ekonomi eksklusifnya.

Putusan arbitrase yang dirujuknya adalah putusan tahun 2016 oleh pengadilan yang berkantor pusat di Den Haag yang menolak sebagian besar klaim maritim ekspansif China. Beijing menolak untuk berpartisipasi dalam proses tersebut dan terus menolak putusan tersebut.

Pulau Cabra terletak hampir 800 mil dari provinsi paling selatan China, Hainan.

Kemunculan kapal Tianwangxing di lepas pantai Mindoro terjadi di tengah latihan tempur udara Cope Thunder, dengan edisi tahun ini menampilkan F-35A Angkatan Udara Amerika Serikat di wilayah Filipina untuk pertama kalinya.

Kapal mata-mata militer dan kapal penelitian sipil China juga sebelumnya telah dipantau di dekat atau di perairan Filipina.

Pada tahun 2022, Angkatan Laut Filipina membayangi kapal Haiwangxing (792) kelas Dongdiao selama tiga hari saat berlayar di perairan kepulauan Laut Sulu. Manila mengeklaim bahwa kapal penelitian sipil China melakukan survei ilegal di zona ekonomi eksklusifnya pada bulan Mei dan mengirimkan kapal Penjaga Pantai Filipina memantau aktivitas mereka.

Lembaga think tank yang berafiliasi dengan negara China, South China Sea Strategic Probing Initiative, menulis di X: "Wow! Betapa beraninya PCG! Namun, apa hak PCG untuk mencegat kapal militer China di wilayah ini?"

Departemen Luar Negeri Filipina mengonfirmasi pencegatan kapal China itu dalam sebuah pernyataan. "Hari ini, Filipina memperingati sembilan tahun putusan penting Arbitrase Laut China Selatan," katanya.

"Sejak diumumkan oleh Pengadilan Arbitrase, Putusan Arbitrase ini terus berfungsi sebagai panduan untuk penyelesaian sengketa secara damai sesuai dengan hukum internasional dan mekanisme penyelesaian sengketanya, termasuk Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut 1982," paparnya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Wujudkan Liburan Impian...
Wujudkan Liburan Impian Tanpa Beban dengan Cashback Rp350.000
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
Ade Darmawan Yakin Jokowi...
Ade Darmawan Yakin Jokowi Kecewa Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Kejari Jaksel
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved