Visa Kedaluwarsa sejak 2017, Perempuan Rusia dan 2 Putrinya Pilih Tinggal di Gua

Senin, 14 Juli 2025 - 03:50 WIB
loading...
Visa Kedaluwarsa sejak...
Perempuan Rusia dan dua putrinya memilih tinggal di gua karena visanya kedaluwarsa. Foto/Gulf News/ANI
A A A
NEW DELHI - Seorang perempuan Rusia berusia 40 tahun, Nina Kutina, dan kedua putrinya yang masih kecil diselamatkan dari sebuah gua berbahaya di kawasan hutan Bukit Ramatirtha, Gokarna, pada 9 Juli. Polisi menemukan mereka hidup dalam kondisi berbahaya saat patroli rutin untuk memastikan keselamatan wisatawan.

Visa Kedaluwarsa sejak 2017, Perempuan Rusia dan 2 Putrinya Pilih Tinggal di Gua

1. Tinggal di Gua untuk Meditasi

Menurut kepolisian Gokarna, Kutina telah tinggal di gua hutan bersama kedua putrinya – Prema (6 tahun, 7 bulan) dan Ama (4 tahun) – diduga karena alasan spiritual. Ia memberi tahu petugas bahwa ia datang dari Goa ke hutan untuk bermeditasi dan beribadah.

Pihak berwenang menggambarkan gua tersebut berada di daerah rawan longsor yang dikelilingi oleh satwa liar berbisa, sehingga menimbulkan kekhawatiran besar mengenai keselamatan. Setelah polisi menjelaskan bahayanya, Kutina setuju untuk meninggalkan gua. Keluarganya dikawal dengan selamat menuruni bukit.

Setelah diselamatkan, Kutina dan kedua putrinya dibawa ke ashram Yoga Ratna Saraswati Swamiji, seorang pemimpin spiritual berusia 80 tahun yang berafiliasi dengan Yayasan Shankara Prasad di Desa Bankikodlu, Kecamatan Kumta. Pemindahan tersebut dilakukan di bawah perlindungan personel polisi wanita.

Baca Juga: Salah Naik Pesawat, Pria Pakistan Diterbangkan ke Arab Saudi Tanpa Paspor

2. Visa Kedaluwarsa pada Tahun 2017

Awalnya ragu untuk mengungkapkan identitasnya, Kutina akhirnya memberi tahu pihak berwenang bahwa paspor dan visanya telah hilang. Namun, saat penggeledahan di gua dan kawasan hutan di sekitarnya, polisi dan petugas kehutanan menemukan dokumen-dokumen tersebut – yang mengonfirmasi bahwa visanya telah kedaluwarsa pada 17 April 2017.

Inspektur Polisi di Karwar menghubungi Kantor Registrasi Regional Orang Asing (FRRO) di Bengaluru. Langkah hukum kini sedang diambil untuk mendeportasi Kutina dan anak-anaknya ke Rusia. Sementara itu, mereka telah ditempatkan di Pusat Penerimaan Wanita demi keselamatan mereka.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa Kutina dan putri-putrinya akan menghadap FRRO di Shanthinagar, Bengaluru, pada 14 Juli, di bawah pengawasan seorang polisi wanita. Proses hukum lebih lanjut akan menyusul untuk menentukan langkah selanjutnya.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Iran Berhasil Serang...
Iran Berhasil Serang Situs CIA, Amerika Curiga Rusia Terlibat
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.208 Jiwa, 16.740 Orang Terluka
Pasukan Israel Ditipu...
Pasukan Israel Ditipu Pimpinan, Dikirim Perang dengan Jumlah Personel dan Tank Tak Sesuai Janji
Rekomendasi
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Video Baru Bongkar Insiden...
Video Baru Bongkar Insiden Final Piala Dunia 2026, Lisandro Martinez Diduga Pukul Gavi
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
Infografis
5 Badan Intelijen Terbaik...
5 Badan Intelijen Terbaik pada 2025, Nomor 2 Paling Kejam dan Kontroversial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved