Buang Admiral Kuznetsov Terkutuk, Rusia Terancam Jadi Negara Adidaya Tanpa Kapal Induk

Minggu, 13 Juli 2025 - 12:22 WIB
loading...
A A A
Namun, banyak pakar pertahanan masih percaya bahwa kapal induk belum usang dan tetap penting secara strategis.

Bahkan, mantan Wakil Laksamana Angkatan Laut Rusia, Vladimir Pepelyaev, dalam bukunya berjudul "Aircraft Carrier", menekankan pentingnya kapal induk bagi negara seperti Rusia yang ingin menjadi kekuatan maritim besar.

Pandangan ini juga digaungkan oleh pejabat militer Amerika Serikat. Komandan Komando Indo-Pasifik AS, Laksamana SJ Paparo, mengatakan: "Kapal induk adalah platform tempur yang tak tergantikan...Mereka menawarkan kombinasi unik antara fleksibilitas dan kekuatan, memungkinkan negara untuk memproyeksikan kekuatan udara di seluruh dunia tanpa batasan hak pangkalan atau batas geopolitik."

Meskipun kapal induk rentan dalam situasi pertempuran intensitas tinggi, kapal ini tetap sangat berguna untuk berbagai misi militer lainnya, termasuk evakuasi, proyeksi kekuatan, dan pengawasan udara di wilayah-wilayah sengketa.

Itulah sebabnya negara-negara seperti Amerika Serikat dan China terus berinvestasi dalam pengembangan kapal induk baru. Jepang telah memodifikasi dua kapal helikopternya (JS Izumo dan JS Kaga) untuk mengoperasikan jet tempur siluman F-35B, dan India tengah merancang kapal induk keduanya secara mandiri.

Sementara itu, masa depan kapal induk Rusia masih belum jelas. Namun, menurut Laksamana Cadangan Mikhail Chekmasov, dokumen perencanaan strategis Rusia masih menyebutkan bahwa Armada Utara dan Pasifik seharusnya memiliki kapal induk.

“Saya pikir isu pembangunan kapal induk masih masuk dalam program pembangunan kapal hingga tahun 2050,” ujar Chekmasov. Masalah utamanya adalah pendanaan, terutama karena perang Ukraina yang terus menguras anggaran negara.

Laporan EurAsian Times sebelumnya menyebutkan Rusia telah memulai pembangunan kapal serbu amfibi besar "Project 23900", dikenal sebagai kelas Ivan Rogov, yang akan menjadi kapal permukaan terbesar yang dibangun Rusia dalam 30 tahun terakhir.

Namun, hingga kini belum ada informasi jelas mengenai program kapal induk tak berawak, seperti yang disarankan Laksamana Avakyants.

Admiral Kuznetsov Dijuluki Kapal Induk Terkutuk


Admiral Kuznetsov dibangun di Galangan Kapal Laut Hitam (Black Sea Shipyard) di Mykolaiv—wilayah yang saat itu merupakan bagian dari Uni Soviet Ukraina.

Diluncurkan pada tahun 1985, kapal ini awalnya beroperasi di bawah Angkatan Laut Soviet dan kemudian dipindahkan ke Angkatan Laut Rusia setelah pembubaran Uni Soviet.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
IRGC Tuduh AS Serang...
IRGC Tuduh AS Serang Infrastruktur Iran, Tiga Orang Tewas dalam Serangan di Ahvaz
Kesaksian Pilot Jet...
Kesaksian Pilot Jet Tempur F-15 AS: Drone-Drone Iran seperti Ranjau Darat
Rekomendasi
Orang Super Kaya Indonesia...
Orang Super Kaya Indonesia Diramal Melonjak Tercepat di Dunia, tapi Kelas Menengah Menyusut
Dirut PTPN I Beberkan...
Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
Berita Terkini
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Ini Reaksi 9 Pemimpin...
Ini Reaksi 9 Pemimpin Negara NATO setelah Menerima Hadiah Pistol dari Erdogan
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved