Zohran Mamdani Unggah Surat Einstein yang Muak pada Terorisme Israel di Palestina, Ini Ulasannya
Minggu, 13 Juli 2025 - 07:27 WIB
loading...
A
A
A
Maksud Surat Einstein tentang Nasib Palestina
Fisikawan genius Albert Einstein sejak awal telah melihat bahwa pendirian Negara Israel pada 1948 semata-mata adalah proyek Zionis yang dengan sendirinya akan runtuh karena dibangun dengan terorisme.
Dia dari awal meramalkan kehancuran Negara Israel ketika dia diminta untuk membantu mengumpulkan dana bagi sel-sel teroris Zionis untuk beraksi di tanah Palestina.
Sepuluh tahun sebelum Negara Israel dideklarasikan pendiriannya pada tahun 1948 di atas tanah yang dicuri dari rakyat Palestina, Einstein menggambarkan usulan pembentukan Negara Israel sebagai sesuatu yang bertentangan dengan "hakikat hakiki Yudaisme."
Setelah melarikan diri dari Jerman di bawah Adolf Hitler dan akhirnya menjadi warga negara AS, Einstein tidak perlu lagi mempelajari seperti apa fasisme itu.
Sebagai salah satu fisikawan terhebat dalam sejarah tersebut, dan didukung oleh beberapa intelektual Yahudi terkemuka lainnya, dia menyadari kelemahan dan kesalahan pada tahun 1946 ketika dia berbicara di hadapan Komite Penyelidikan Anglo-Amerika tentang isu Palestina. Dia tidak mengerti mengapa Negara Israel dibutuhkan. "Saya yakin itu buruk," katanya saat itu.
Dua tahun kemudian, pada tahun 1948, dia dan sejumlah akademisi Yahudi mengirimkan surat kepada New York Times untuk memprotes kunjungan politisi Zionis berpandangan ekstremis Menachem Begin ke Amerika.
Dalam surat yang terdokumentasi dengan baik, mereka mengecam partai Herut (Kebebasan) pimpinan Begin, menyamakannya dengan "sebuah partai politik yang sangat mirip dalam organisasi, metode, filosofi politik, dan daya tarik sosialnya dengan partai Nazi dan Fasis."
Herut adalah partai nasionalis sayap kanan yang kemudian menjadi Likud yang dipimpin oleh Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel sekarang.
Sebagai pemimpin kelompok teroris Zionis Irgun, sebuah kelompok sempalan dari organisasi paramiliter Yahudi yang lebih besar, Haganah, Begin dicari karena kegiatan teroris melawan otoritas Mandat Inggris. Bahkan ketika dia menjadi perdana menteri Israel (1977-1983), dia tak pernah berani mengunjungi Inggris, tempat dia masih masuk dalam daftar orang paling dicari.
Kekerasan menjelang kelahiran Israel-lah yang khususnya membuat Einstein muak, dan tak diragukan lagi hal ini menjadi pertimbangan utama dalam benaknya ketika dia menolak tawaran menjadi presiden Israel. Tawaran ini diajukan kepadanya pada tahun 1952 oleh Perdana Menteri pendiri negara itu, David Ben-Gurion. Meskipun penolakannya sopan, Einstein yakin peran tersebut akan bertentangan dengan hati nuraninya sebagai seorang pasifis, ditambah fakta bahwa dia harus pindah ke Timur Tengah dari rumahnya di Princeton, New Jersey, tempat dia menetap sebagai pengungsi Jerman.
Lihat Juga :