Zohran Mamdani Unggah Surat Einstein yang Muak pada Terorisme Israel di Palestina, Ini Ulasannya

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:27 WIB
loading...
A A A
Surat singkat 50 kata Einstein berisi peringatannya tentang "bencana terakhir" yang dihadapi Palestina di tangan kelompok-kelompok teroris Zionis.

Surat khusus ini ditulis kurang dari 24 jam setelah berita tentang pembantaian Deir Yassin di Yerusalem Barat pada April 1948 tersebar. Sekitar 120 teroris dari Irgun Begin dan Geng Stern (dipimpin oleh teroris lain yang kemudian menjadi perdana menteri Israel, Yitzhak Shamir), memasuki desa Palestina dan membantai antara 100 hingga 250 pria, wanita, dan anak-anak. Beberapa tewas akibat tembakan, yang lain akibat granat tangan yang dilemparkan ke dalam rumah mereka. Warga desa yang damai lainnya tewas setelah diarak-arak mengerikan melalui Yerusalem Barat. Ada juga laporan pemerkosaan, penyiksaan, dan mutilasi.

Sebulan kemudian, Inggris mengakhiri kekuasaan Mandat mereka di Palestina dan Israel berdiri. Legitimasi yang diklaim oleh para pendirinya adalah Resolusi Pembagian PBB November 1947 yang mengusulkan agar Palestina dibagi menjadi dua negara, satu Yahudi dan satu Arab, dengan Yerusalem dikelola secara independen oleh kedua belah pihak.

Surat singkat Einstein itu telah diautentikasi dan dijual di pelelangan ketika muncul kembali dan sejak itu digambarkan sebagai salah satu dokumen anti-Zionis paling memberatkan yang dikaitkan dengan sang genius.

Nada dan isi suratnya sangat berbeda dengan surat yang dia tulis kepada Manchester Guardian pada tahun 1929, ketika dia memuji "para pionir muda, pria dan wanita dengan kualitas intelektual dan moral yang luar biasa, yang memecahkan batu dan membangun jalan di bawah terik matahari Palestina" dan "permukiman pertanian yang subur tumbuh dari tanah yang telah lama ditinggalkan... pengembangan tenaga air... [dan] industri... dan, yang terpenting, pertumbuhan sistem pendidikan... Pengamat mana... yang tidak terpesona oleh keajaiban pencapaian yang begitu menakjubkan dan pengabdian yang begitu luar biasa?"

Einstein mendasarkan pandangannya pada kunjungannya ke Palestina selama 12 hari pada tahun 1923 untuk memberikan kuliah di Universitas Ibrani Yerusalem. Kunjungan tersebut ternyata menjadi satu-satunya kunjungannya ke tanah suci.

Sebagai seorang pasifis seumur hidup, dia membuat dirinya disayangi oleh gerakan perdamaian global ketika dia menulis "Manifesto untuk Bangsa Eropa" untuk memohon perdamaian di Eropa melalui persatuan politik semua negara di seluruh benua. Tak heran jika dia tak sudi mengunjungi Negara Israel, yang terbentuk dari laras senjata, dinamit, dan darah rakyat Palestina.

Banyak peristiwa "Deir Yassin" telah terjadi sejak Einstein mengutuk keras apa yang dia anggap sebagai terorisme Yahudi. Kini, dengan Gaza yang masih membara akibat serangan militer brutal terbaru Benjamin Netanyahu terhadap penduduk sipil yang sebagian besar tak bersenjata, masa depan negara Zionis ini tampak semakin genting.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
Ini Poin-poin Penting...
Ini Poin-poin Penting Kesepakatan AS-Iran, Diteken di Jenewa Jumat Mendatang
AS dan Iran Capai Kesepakatan,...
AS dan Iran Capai Kesepakatan, Perang Berakhir
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Gus Zainul Arifin, Kiai...
Gus Zainul Arifin, Kiai Muda yang Hadirkan Dakwah Modern Tanpa Tinggalkan Tradisi
Bank Mantap Dorong Penerapan...
Bank Mantap Dorong Penerapan Gaya Hidup Ramah Lingkungan di Sekolah
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Berita Terkini
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved