Pemukim Israel Pukuli Warga Amerika hingga Tewas di Tepi Barat, AS Bilang Tahu
Sabtu, 12 Juli 2025 - 12:23 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun beberapa negara Barat seperti Prancis dan Australia telah menjatuhkan sanksi kepada para pemukim yang melakukan kekerasan, serangan telah meningkat sejak pecahnya perang Israel di Gaza pada Oktober 2023.
Ketika Presiden Donald Trump menjabat awal tahun ini, pemerintahannya mencabut sanksi terhadap para pemukim yang diterapkan pendahulunya, Joe Biden.
Pasukan Israel telah menewaskan sembilan warga negara AS sejak 2022, termasuk reporter veteran Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.
Namun, tidak satu pun insiden tersebut berujung pada tuntutan pidana.
AS memberikan miliaran dolar kepada Israel setiap tahun. Para advokat menuduh pemerintahan AS secara berturut-turut gagal melindungi warga negara Amerika dari kekerasan Israel di Timur Tengah.
Pada hari Jumat, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mendesak Washington memastikan akuntabilitas atas pembunuhan Musallet.
“Setiap pembunuhan warga negara Amerika lainnya tidak dihukum oleh pemerintah Amerika, itulah sebabnya pemerintah Israel terus-menerus membunuh warga Palestina Amerika dan, tentu saja, warga Palestina lainnya,” ujar Wakil Direktur CAIR, Edward Ahmed Mitchell.
Ia kemudian menunjukkan Trump telah berulang kali berjanji memprioritaskan kepentingan Amerika, sebagaimana dilambangkan oleh slogan kampanyenya “America First”.
“Jika Presiden Trump bahkan tidak mengutamakan Amerika ketika Israel membunuh warga negara Amerika, maka ini benar-benar pemerintahan Israel First,” tegas Mitchell.
Institute for Middle East Understanding (IMEU) juga menyerukan tindakan dari pemerintah AS, dengan mencatat, “Para pemukim semakin sering menghakimi warga Palestina – dengan dukungan penuh dari tentara dan pemerintah Israel."
Ketika Presiden Donald Trump menjabat awal tahun ini, pemerintahannya mencabut sanksi terhadap para pemukim yang diterapkan pendahulunya, Joe Biden.
Pasukan Israel telah menewaskan sembilan warga negara AS sejak 2022, termasuk reporter veteran Al Jazeera, Shireen Abu Akleh.
Namun, tidak satu pun insiden tersebut berujung pada tuntutan pidana.
AS memberikan miliaran dolar kepada Israel setiap tahun. Para advokat menuduh pemerintahan AS secara berturut-turut gagal melindungi warga negara Amerika dari kekerasan Israel di Timur Tengah.
Pada hari Jumat, Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mendesak Washington memastikan akuntabilitas atas pembunuhan Musallet.
“Setiap pembunuhan warga negara Amerika lainnya tidak dihukum oleh pemerintah Amerika, itulah sebabnya pemerintah Israel terus-menerus membunuh warga Palestina Amerika dan, tentu saja, warga Palestina lainnya,” ujar Wakil Direktur CAIR, Edward Ahmed Mitchell.
Ia kemudian menunjukkan Trump telah berulang kali berjanji memprioritaskan kepentingan Amerika, sebagaimana dilambangkan oleh slogan kampanyenya “America First”.
“Jika Presiden Trump bahkan tidak mengutamakan Amerika ketika Israel membunuh warga negara Amerika, maka ini benar-benar pemerintahan Israel First,” tegas Mitchell.
Institute for Middle East Understanding (IMEU) juga menyerukan tindakan dari pemerintah AS, dengan mencatat, “Para pemukim semakin sering menghakimi warga Palestina – dengan dukungan penuh dari tentara dan pemerintah Israel."
Lihat Juga :