Usai Perang, Iran Tetapkan Syarat Ketat untuk Lanjutkan Perundingan Nuklir
Sabtu, 12 Juli 2025 - 08:58 WIB
loading...
A
A
A
Araghchi menegaskan kembali program nuklir negara itu tetap damai, sah, dan di bawah pengawasan IAEA yang konstan.
Iran saat ini memperkaya uranium hingga kemurnian 60%, jauh di atas batas 3,67% yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 yang kini telah dibatalkan.
Kesepakatan tersebut batal demi hukum setelah Trump secara sepihak menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut pada masa jabatan pertamanya.
"Tingkat pengayaan ditentukan oleh kebutuhan Iran," ujar Araghchi, seraya menambahkan, “Tingkat pengayaan saat ini dimaksudkan untuk menunjukkan ancaman dan tekanan bukanlah solusi."
Ia juga mengesampingkan diskusi apa pun tentang program rudal balistik Iran, menyebutnya "murni defensif dan pencegah," dan mengatakan "tidak masuk akal mengharapkan Iran meninggalkan kemampuan pertahanannya" dalam kondisi saat ini.
Baca juga: Media Israel Kritik Militer setelah Video Hamas Ungkap Upaya Penculikan Tentara Zionis
Iran saat ini memperkaya uranium hingga kemurnian 60%, jauh di atas batas 3,67% yang ditetapkan dalam kesepakatan nuklir 2015 yang kini telah dibatalkan.
Kesepakatan tersebut batal demi hukum setelah Trump secara sepihak menarik AS keluar dari kesepakatan tersebut pada masa jabatan pertamanya.
"Tingkat pengayaan ditentukan oleh kebutuhan Iran," ujar Araghchi, seraya menambahkan, “Tingkat pengayaan saat ini dimaksudkan untuk menunjukkan ancaman dan tekanan bukanlah solusi."
Ia juga mengesampingkan diskusi apa pun tentang program rudal balistik Iran, menyebutnya "murni defensif dan pencegah," dan mengatakan "tidak masuk akal mengharapkan Iran meninggalkan kemampuan pertahanannya" dalam kondisi saat ini.
Baca juga: Media Israel Kritik Militer setelah Video Hamas Ungkap Upaya Penculikan Tentara Zionis
(sya)
Lihat Juga :