3 Kebohongan Donald Trump selama Menjabat Presiden AS Lagi

Jum'at, 11 Juli 2025 - 13:39 WIB
loading...
3 Kebohongan Donald...
Ada 3 kebohongan Donald Trump selama menjabat presiden AS lagi, salah satunya klaim mampu menghentikan perang Rusia-Ukraina dalam waktu 24 jam. Foto/Gedung Putih
A A A
JAKARTA - Ketika Donald John Trump kembali merebut kursi kepresidenan Amerika Serikat (AS) dalam pemilu 2024, dia datang dengan janji-janji bombastis, retorika keras, dan narasi pemulihan besar-besaran. Tiga janji di antaranya terdengar paling menggema, namun tak dipenuhi atau berakhir dengan kebohongan.

Enam bulan pasca-pelantikannya pada Januari 2025, kenyataan bicara lain. Janji tinggal janji. Dunia tak hanya masih penuh bara konflik—tetapi juga menyaksikan Amerika Serikat, di bawah Trump, justru kembali menggeliat dalam politik luar negeri yang agresif.

Baca Juga: Janji Akhiri Perang Rusia-Ukraina dalam 24 Jam Tak Terbukti, Ini Dalih Donald Trump

3 Kebohongan Donald Trump selama Menjabat Presiden AS Lagi

1. Menghentikan Perang Rusia-Rusia dalam 24 Jam


Dalam hampir setiap kampanyenya sejak 2022, Trump mengeklaim bahwa hanya dirinya yang mampu menghentikan perang Rusia-Ukraina dalam waktu singkat.

Dia menyebut bahwa kedekatannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan ketegasan gaya "dealmaker" ala Trump akan memaksa kedua pihak duduk bersama dan berdamai.

"Perang Ukraina? Saya hentikan dalam 24 jam. Mereka tahu siapa saya. Putin tahu. Zelensky tahu," kata Trump dalam acara Conservative Political Action Conference (CPAC) 2023.

♦Faktanya:

•Hingga hari ini, perang Rusia–Ukraina masih berlangsung sengit.
•Tidak ada negosiasi damai Rusia-Ukraina yang berhasil di tangan AS.
•Rusia justru terus memperluas serangan ke wilayah timur dan selatan Ukraina, termasuk kota Odesa dan Dnipro.
•Sikap Trump berubah-berubah, terkadang membela Rusia, dan terkadang membela Ukraina.

♦Analisis:

Janji Trump ini gagal total. Dia tidak hanya gagal menghentikan perang, tapi justru meninggalkan Ukraina dalam posisi limbo—di mana perang berlanjut, tetapi dukungan Barat melemah. Ini memicu kritik keras, bahkan dari kalangan Partai Republik sendiri yang menganggap strategi ini “ambigu dan berbahaya”.

Trump pada Maret lalu mengklarifikasi janjinya ini yang gagal ditepati. Dia mengakui bahwa pernyataan-pernyataannya sebelumnya bersifat sarkastis.

"Ya, saya sedikit sarkastis ketika mengatakan itu. Yang sebenarnya saya maksud adalah saya ingin menyelesaikannya dan, saya pikir, saya pikir saya akan berhasil,” katanya, seperti dikutip AP.

2. Klaim Jadi Presiden Anti-Perang, tapi Justru Bombardir Iran


Trump selama kampanye pemilu 2024 berulang kali menyatakan bahwa dia akan menjadi "presiden anti-perang".

Dia menyerang Presiden AS saat itu, Joe Biden, atas penarikan pasukan dari Afghanistan yang kacau, dan menyebut dirinya sebagai “kandidat presiden perdamaian".

Namun kenyataan di lapangan berkata lain.

♦Faktanya:

•Awal tahun 2025, Kelompok Serang Kapal Induk USS Harry S Truman membombardir Somalia, menjatuhkan total 62,5 ton amunisi, dengan klaim menargetkan kelompok ISIS dan kelompok al-Shabaab afiliasi al-Qaeda.
•Pada Juni 2025, AS menyerang Iran tiga situs nuklir Iran meski sedang berunding atas nasib program nuklir Teheran. AS mengikuti bujukan Israel untuk menyerang Iran.
•Pada April 2025, AS membombardir Yaman secara besar-besaran dengan dalih memerangi kelompok Houthi.

♦Analisis:

Serangan demi serangan AS tersebut menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin seorang presiden yang berjanji akan menghindari perang justru meluncurkan konfrontasi militer baru?

Apalagi, serangan ke Iran bukan respons terhadap serangan langsung ke daratan AS, melainkan kebijakan pre-emptive yang bertentangan dengan prinsip anti-perang yang dia suarakan selama bertahun-tahun.

3. AS Tak Akan Lagi Jadi Polisi Dunia


Trump melontarkan kalimat khas: “Saya tak membayar lagi untuk perang di negara lain". Kalimat itu dimunculkan sejak 2016, yang kembali digaungkan pada kampanye pemilu 2024, di mana dia mengeklaim Amerika Serikat tidak lagi akan berperan sebagai “polisi dunia”.

Uang rakyat, katanya, harus dipakai untuk membangun dalam negeri—bukan untuk mendanai perang di luar negeri.

♦Faktanya:

•Meski mengurangi bantuan ke Ukraina, pemerintahan Trump justru meningkatkan anggaran militer untuk kawasan Indo-Pasifik, dalam upaya mengimbangi pengaruh militer China.
•Pengeluaran militer AS di Timur Tengah meningkat seiring konfrontasi dengan Iran.
•Washington juga kembali memperluas operasi militer taktis di Afrika, terutama melawan kelompok milisi di Sahel.

♦Analisis:

Trump masih memakai jargon “America First”, tetapi kenyataannya, AS tetap mengucurkan dana besar untuk operasi militer di luar negeri.

Retorika pemutusan diri dari perang luar negeri tidak konsisten dengan aksi nyata pemerintahannya.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
8 Pangkalan Militer...
8 Pangkalan Militer AS Diserang Iran, IRGC: Selat Hormuz Milik Kita
AS dan Iran Saling Serang...
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Apakah Masih Ada Harapan Perdamaian di Timur Tengah?
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Timnas Iran Pulang Tanpa...
Timnas Iran Pulang Tanpa Kekalahan
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Balas Dendam, Iran Hujani...
Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Rekomendasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
Muncul Wacana Capres-Cawapres...
Muncul Wacana Capres-Cawapres Diusung 3 Parpol Parlemen, Pakar: Kita Berada dalam Bahaya Besar
Berita Terkini
Iran Buat Senjata yang...
Iran Buat Senjata yang Lebih Canggih selama Perang dengan AS-Israel, Ini Bocorannya
Helikopter Saudi Aramco...
Helikopter Saudi Aramco Jatuh, 14 Orang Tewas
Ingin Kendalikan Selat...
Ingin Kendalikan Selat Hormuz, Iran Serukan Kerangka Keamanan dengan Negara Arab
Gelombang Panas Terjang...
Gelombang Panas Terjang Prancis, Rumah Duka Kewalahan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
7 Pekerjaan Pertama...
7 Pekerjaan Pertama Para Pemimpin Dunia yang Tak Banyak Diketahui, Ada yang Jual Teh hingga Jadi Tukang Kayu
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved