Curi Rahasia Rudal Ukraina, Ayah-Anak China Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata

Jum'at, 11 Juli 2025 - 07:47 WIB
loading...
Curi Rahasia Rudal Ukraina,...
Dinas Keamanan Ukraina menangkap pria China karena berupaya mencuri rahasia rudal Neptune. Anak dari pria tersebut juga ditangkap atas tuduhan serupa. Foto/SBU/Kyiv Independent
A A A
KYIV - Dinas Keamanan Ukraina (SBU) telah menangkap pasangan ayah dan anak asal China setelah berupaya mencuri teknologi rahasia terkait program rudal Neptune. Keduanya dikenai tuduhan sebagai mata-mata asing.

Sistem rudal Neptune merupakan inti dari industri pertahanan domestik Kyiv dan senjata yang diyakini telah menenggelamkan kapal perang Moskva milik Rusia pada tahun 2022.

Dalam sebuah pernyataan, SBU mengatakan bahwa kedua warga negara China tersebut ditahan dalam operasi kontraintelijen di Kyiv.

Pemuda berusia 24 tahun, seorang mantan mahasiswa di sebuah universitas teknik Kyiv, diduga tertangkap menerima dokumentasi teknis terkait sistem rudal RK-360MC Neptune. Dia tetap tinggal di Ukraina setelah dikeluarkan dari universitas tersebut pada tahun 2023 karena prestasi akademik yang buruk.

Baca Juga: Trump Ancam Mengebom Habis-habisan Moskow, Ini Respons Kremlin

Menurut SBU, dia berusaha merekrut seorang warga negara Ukraina yang terlibat dalam pengembangan senjata untuk mendapatkan akses ke penelitian militer yang sensitif.

Sedangkan ayahnya, yang tinggal di China tetapi rutin mengunjungi Ukraina, ditangkap setelah diduga mengoordinasikan kegiatan pengumpulan intelijen putranya dan berupaya mentransfer materi-materi tersebut ke dinas khusus China.

SBU mengatakan kedua pria itu ditangkap dalam berbagai tahap operasi dan menggambarkan sang ayah secara pribadi mengawasi upaya spionase tersebut.

Seorang pejabat Ukraina mengatakan kepada Reuters, Jumat (11/7/2025), bahwa keduanya adalah warga negara China pertama yang ditahan karena memata-matai sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada tahun 2022.

Pernyataan SBU, yang juga diunggah di kanal Telegram resminya, merinci bahwa para penyelidik menemukan bukti digital di perangkat seluler para tersangka, termasuk korespondensi yang menunjukkan upaya terkoordinasi mereka untuk menyelundupkan informasi rahasia keluar dari Ukraina.

Sistem rudal Neptune telah muncul sebagai simbol kemampuan pertahanan dalam negeri Ukraina. Dikembangkan di dalam negeri, sistem ini mendapat perhatian global ketika pasukan Ukraina menggunakannya untuk menghancurkan Moskva, kapal perang kebanggaan Armada Laut Hitam Rusia. Dengan kemampuan penargetan dan anti-kapal yang canggih, rudal tersebut memainkan peran penting dalam pertahanan Kyiv terhadap agresi Rusia yang sedang berlangsung.

Kedua tersangka telah didakwa secara resmi dengan tuduhan spionase berdasarkan Pasal 114 Undang-Undang Pidana Ukraina. Jika terbukti bersalah, mereka menghadapi hukuman penjara hingga 15 tahun dan penyitaan aset mereka, menurut SBU. Proses hukum sedang dilakukan di bawah pengawasan Kejaksaan Kota Kyiv.

Penangkapan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran Ukraina tentang peran Beijing dalam perang tersebut. Meskipun China berusaha menjaga citra netralitasnya di depan publik, Kyiv dalam beberapa bulan terakhir menuduh Beijing membantu upaya militer Rusia.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa mereka masih memverifikasi informasi yang relevan tentang penangkapan pasangan ayah dan anak tersebut.

"Jika warga negara China terlibat, kami akan melindungi hak dan kepentingan sah mereka sesuai dengan hukum," kata juru bicara kementerian tersebut, Mao Ning, dalam konferensi pers.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
Sebulan Ditahan di Libya,...
Sebulan Ditahan di Libya, Tiga Aktivis Pro Palestina Akhirnya Bebas
Harga Minyak Dunia Turun...
Harga Minyak Dunia Turun usai Selat Hormuz Dibuka Lagi, Dekati Level Sebelum Perang AS-Iran
Rekomendasi
Gelar Santunan Yatim...
Gelar Santunan Yatim dan Dhuafa, PT Pegadaian CPS Pondok Aren Perkokoh Komitmen ESG
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
Terungkap Rencana Rahasia...
Terungkap Rencana Rahasia Golden Dome, Perisai Rudal Canggih AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved