Lebih dari 100 Bayi Prematur di Gaza Terancam Tewas karena Rumah Sakit Kehabisan Bahan Bakar
Kamis, 10 Juli 2025 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
“Pasien dialisis dan perawatan intensif juga akan kehilangan nyawa mereka,” papar dia, seraya menambahkan bahwa cedera yang dialami korban luka semakin memburuk di tengah kondisi yang memburuk, sementara penyakit seperti meningitis menyebar.
Juru bicara UNICEF, James Elder, yang baru saja kembali dari Gaza, mengatakan, "Anda bisa saja memiliki staf rumah sakit terbaik di dunia", tetapi jika mereka tidak mendapatkan obat-obatan dan bahan bakar, mengoperasikan fasilitas kesehatan "menjadi mustahil".
Israel telah memberlakukan pengepungan yang menyesakkan di Gaza sejak awal Maret.
Selama beberapa pekan terakhir, Israel telah mengizinkan sejumlah makanan masuk ke Gaza untuk didistribusikan melalui kelompok yang didukung Amerika Serikat di lokasi-lokasi di mana ratusan pencari bantuan telah ditembak mati oleh tentara Israel.
Namun, bahan bakar belum masuk ke wilayah tersebut selama lebih dari empat bulan.
"Bahan bakar yang tersisa sedikit sudah digunakan untuk menjalankan operasi paling penting – seperti unit perawatan intensif dan desalinasi air – tetapi persediaan tersebut cepat habis, dan hampir tidak ada stok tambahan yang tersedia," ungkap badan kemanusiaan PBB (OCHA) pada hari Selasa.
"Rumah sakit sedang melakukan penjatahan. Ambulans macet. Sistem air berada di ambang kehancuran. Kematian akibat hal ini kemungkinan akan segera meningkat tajam kecuali otoritas Israel mengizinkan bahan bakar baru masuk – secara mendesak, teratur, dan dalam jumlah yang memadai."
Israel telah membunuh 57.575 orang dan melukai 136.879 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Baca juga: 2 Negara Pendukung dan 12 Penentang Keras Rencana Gaza Riviera Trump
Juru bicara UNICEF, James Elder, yang baru saja kembali dari Gaza, mengatakan, "Anda bisa saja memiliki staf rumah sakit terbaik di dunia", tetapi jika mereka tidak mendapatkan obat-obatan dan bahan bakar, mengoperasikan fasilitas kesehatan "menjadi mustahil".
Israel telah memberlakukan pengepungan yang menyesakkan di Gaza sejak awal Maret.
Selama beberapa pekan terakhir, Israel telah mengizinkan sejumlah makanan masuk ke Gaza untuk didistribusikan melalui kelompok yang didukung Amerika Serikat di lokasi-lokasi di mana ratusan pencari bantuan telah ditembak mati oleh tentara Israel.
Namun, bahan bakar belum masuk ke wilayah tersebut selama lebih dari empat bulan.
"Bahan bakar yang tersisa sedikit sudah digunakan untuk menjalankan operasi paling penting – seperti unit perawatan intensif dan desalinasi air – tetapi persediaan tersebut cepat habis, dan hampir tidak ada stok tambahan yang tersedia," ungkap badan kemanusiaan PBB (OCHA) pada hari Selasa.
"Rumah sakit sedang melakukan penjatahan. Ambulans macet. Sistem air berada di ambang kehancuran. Kematian akibat hal ini kemungkinan akan segera meningkat tajam kecuali otoritas Israel mengizinkan bahan bakar baru masuk – secara mendesak, teratur, dan dalam jumlah yang memadai."
Israel telah membunuh 57.575 orang dan melukai 136.879 orang, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Baca juga: 2 Negara Pendukung dan 12 Penentang Keras Rencana Gaza Riviera Trump
(sya)
Lihat Juga :