Lebih dari 100 Bayi Prematur di Gaza Terancam Tewas karena Rumah Sakit Kehabisan Bahan Bakar
Kamis, 10 Juli 2025 - 16:48 WIB
loading...
A
A
A
Sakr mengatakan para dokter melakukan operasi tanpa listrik atau AC, dan keringat staf menetes ke luka pasien, sehingga berisiko infeksi.
Satu video dari Rumah Sakit Nasser, yang diunggah di media sosial, menunjukkan para dokter berkeringat deras saat melakukan operasi.
"Semuanya dimatikan di sini. AC dimatikan. Tidak ada kipas angin," ujar seorang dokter dalam video tersebut sambil menunjukkan kondisi di bangsal. "Semua staf kelelahan, mereka mengeluh tentang suhu yang tinggi."
Pengeboman gencar Israel telah menghancurkan sistem layanan kesehatan Gaza dalam 21 bulan sejak melancarkan serangan ke daerah kantong Palestina tersebut setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.
Sejak saat itu, tercatat lebih dari 600 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hingga Mei tahun ini, hanya 19 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih beroperasi sebagian, dengan 94% dari seluruh rumah sakit rusak atau hancur.
Pasukan Israel juga telah membunuh lebih dari 1.500 tenaga kesehatan di Gaza, dan menahan 185 orang, menurut data resmi.
Sementara itu, WHO menggambarkan sektor kesehatan Gaza "berlutut", dengan kekurangan bahan bakar, pasokan medis, dan seringnya kedatangan korban massal akibat serangan Israel.
Marwan al-Hams, direktur rumah sakit lapangan di Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "ratusan" orang bisa meninggal di wilayah tersebut jika pasokan bahan bakar tidak segera didatangkan.
“Ini termasuk puluhan bayi prematur yang bisa meninggal dalam dua hari ke depan,” ujarnya.
Satu video dari Rumah Sakit Nasser, yang diunggah di media sosial, menunjukkan para dokter berkeringat deras saat melakukan operasi.
"Semuanya dimatikan di sini. AC dimatikan. Tidak ada kipas angin," ujar seorang dokter dalam video tersebut sambil menunjukkan kondisi di bangsal. "Semua staf kelelahan, mereka mengeluh tentang suhu yang tinggi."
Pengeboman gencar Israel telah menghancurkan sistem layanan kesehatan Gaza dalam 21 bulan sejak melancarkan serangan ke daerah kantong Palestina tersebut setelah serangan yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023.
Sejak saat itu, tercatat lebih dari 600 serangan terhadap fasilitas kesehatan di Gaza, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Hingga Mei tahun ini, hanya 19 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih beroperasi sebagian, dengan 94% dari seluruh rumah sakit rusak atau hancur.
Pasukan Israel juga telah membunuh lebih dari 1.500 tenaga kesehatan di Gaza, dan menahan 185 orang, menurut data resmi.
Sementara itu, WHO menggambarkan sektor kesehatan Gaza "berlutut", dengan kekurangan bahan bakar, pasokan medis, dan seringnya kedatangan korban massal akibat serangan Israel.
Pengepungan yang Menyesakkan
Marwan al-Hams, direktur rumah sakit lapangan di Gaza, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa "ratusan" orang bisa meninggal di wilayah tersebut jika pasokan bahan bakar tidak segera didatangkan.
“Ini termasuk puluhan bayi prematur yang bisa meninggal dalam dua hari ke depan,” ujarnya.
Lihat Juga :