Mahathir Mohamad Genap 100 Tahun: Penyelamat Krisis 1997 hingga Cetuskan Mobil Nasional Proton
Kamis, 10 Juli 2025 - 15:28 WIB
loading...
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad genap berusia 100 tahun. Foto/Facebook Dr. Mahathir bin Mohamad
A
A
A
KUALA LUMPUR - Hari ini menandai ulang tahun ke-100 Mahathir Mohamad, seorang tokoh penting dalam politik Malaysia yang dua periode jabatannya sebagai perdana menteri berlangsung selama 24 tahun.
Lahir pada 10 Juli 1925 di Alor Setar, Kedah, Mahathir menempuh pendidikan kedokteran dan lulus dari King Edward VII College of Medicine di Singapura pada tahun 1953.
Awal kariernya di dunia politik bukannya tanpa hambatan. Dia kehilangan kursi parlemen pada tahun 1969, tetapi akhirnya kembali ke panggung nasional, dan kemudian menjadi arsitek utama modernisasi Malaysia.
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Bangsa Melayu Kehilangan Singapura, Jatuh ke Tangan Orang China
Mengutip dari MalayMail, berikut beberapa momen penting dalam karier politiknya yang panjang.
♦Kebijakan Pandang ke Timur
Mahathir meluncurkan Kebijakan Pandang ke Timur pada tahun 1980-an, yang mendorong warga Malaysia untuk meniru etos kerja dan praktik bisnis Jepang dan Korea Selatan.
Kebijakan tersebut mencerminkan visinya yang lebih luas untuk mengindustrialisasi Malaysia dan mengurangi ketergantungan pada model-model Barat.
♦Ledakan Infrastruktur
Masa jabatan pertamanya sebagai perdana menteri selama 22 tahun, dari tahun 1981 hingga 2003, menyaksikan peluncuran proyek-proyek infrastruktur besar, termasuk Jalan Tol Utara-Selatan, Bandara Internasional Kuala Lumpur, dan pengembangan Putrajaya sebagai ibu kota administratif Malaysia.
♦Menara Kembar Petronas
Selesai dibangun pada tahun 1998, Menara Kembar Petronas yang ikonis menjadi simbol aspirasi dan perkembangan pesat Malaysia di bawah kepemimpinan Mahathir.
Pada puncak krisis keuangan 1997, Mahathir menentang nasihat ekonomi konvensional dengan menolak dana talangan Dana Moneter Internasional (IMF).
Sebaliknya,dia memberlakukan kontrol modal dan menetapkan nilai tukar ringgit untuk membendung arus keluar dana dan menstabilkan perekonomian.
Keputusannya, yang kontroversial pada saat itu, kemudian dianggap membantu Malaysia pulih lebih cepat daripada banyak negara tetangganya.
Dalam sebuah perkembangan yang luar biasa, Mahathir kembali ke dunia politik aktif pada tahun 2018, membentuk aliansi dengan mantan rivalnya, Anwar Ibrahim, dan DAP untuk menantang Perdana Menteri saat itu, Najib Razak, terkait skandal 1MDB.
Di bawah koalisi Pakatan Harapan, Mahathir memimpin oposisi menuju kemenangan bersejarah, mengakhiri cengkeraman Barisan Nasional selama puluhan tahun.
Dia menjadi perdana menteri tertua di dunia yang menjabat pada usia 92 tahun.
Namun, masa jabatan keduanya hanya berlangsung selama 22 bulan, berakhir pada awal 2020 setelah pembelotan dan pergeseran aliansi politik yang menyebabkan pemerintahannya runtuh.
Pada tahun 1980-an dan 1990-an, Mahathir mendorong privatisasi perusahaan milik negara, dengan alasan hal itu akan meningkatkan efisiensi dan mendorong pertumbuhan.
Meskipun para kritikus mengatakan kebijakan tersebut secara tidak proporsional menguntungkan individu yang memiliki koneksi politik, inisiatif tersebut justru menyebabkan privatisasi sektor-sektor utama seperti telekomunikasi, listrik, dan maskapai penerbangan.
Perusahaan seperti Telekom Malaysia dan Malaysia Airlines termasuk di antara yang dikorporatisasi dan kemudian terdaftar di bursa.
Pilar utama dari dorongan industrialisasi Mahathir adalah penciptaan mobil nasional.
Pertama kali diusulkan pada tahun 1979, Proyek Mobil Nasional menerima persetujuan Kabinet pada tahun 1982. Proton—singkatan dari Perusahaan Otomobil Nasional—didirikan pada tahun 1983 dalam kemitraan dengan Mitsubishi Corporation.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menggeser ekonomi Malaysia dari pertanian ke manufaktur.
Lahir pada 10 Juli 1925 di Alor Setar, Kedah, Mahathir menempuh pendidikan kedokteran dan lulus dari King Edward VII College of Medicine di Singapura pada tahun 1953.
Awal kariernya di dunia politik bukannya tanpa hambatan. Dia kehilangan kursi parlemen pada tahun 1969, tetapi akhirnya kembali ke panggung nasional, dan kemudian menjadi arsitek utama modernisasi Malaysia.
Baca Juga: Mahathir Mohamad: Bangsa Melayu Kehilangan Singapura, Jatuh ke Tangan Orang China
Warisan dan Momen Penting Mahathir Mohamad
Mengutip dari MalayMail, berikut beberapa momen penting dalam karier politiknya yang panjang.
1. Mendorong Modernisasi dan Pertumbuhan Ekonomi
♦Kebijakan Pandang ke Timur
Mahathir meluncurkan Kebijakan Pandang ke Timur pada tahun 1980-an, yang mendorong warga Malaysia untuk meniru etos kerja dan praktik bisnis Jepang dan Korea Selatan.
Kebijakan tersebut mencerminkan visinya yang lebih luas untuk mengindustrialisasi Malaysia dan mengurangi ketergantungan pada model-model Barat.
♦Ledakan Infrastruktur
Masa jabatan pertamanya sebagai perdana menteri selama 22 tahun, dari tahun 1981 hingga 2003, menyaksikan peluncuran proyek-proyek infrastruktur besar, termasuk Jalan Tol Utara-Selatan, Bandara Internasional Kuala Lumpur, dan pengembangan Putrajaya sebagai ibu kota administratif Malaysia.
♦Menara Kembar Petronas
Selesai dibangun pada tahun 1998, Menara Kembar Petronas yang ikonis menjadi simbol aspirasi dan perkembangan pesat Malaysia di bawah kepemimpinan Mahathir.
2. Mengatasi Krisis Keuangan Asia 1997
Pada puncak krisis keuangan 1997, Mahathir menentang nasihat ekonomi konvensional dengan menolak dana talangan Dana Moneter Internasional (IMF).
Sebaliknya,dia memberlakukan kontrol modal dan menetapkan nilai tukar ringgit untuk membendung arus keluar dana dan menstabilkan perekonomian.
Keputusannya, yang kontroversial pada saat itu, kemudian dianggap membantu Malaysia pulih lebih cepat daripada banyak negara tetangganya.
3. Kembali ke Dunia Politik di Usia 92 Tahun
Dalam sebuah perkembangan yang luar biasa, Mahathir kembali ke dunia politik aktif pada tahun 2018, membentuk aliansi dengan mantan rivalnya, Anwar Ibrahim, dan DAP untuk menantang Perdana Menteri saat itu, Najib Razak, terkait skandal 1MDB.
Di bawah koalisi Pakatan Harapan, Mahathir memimpin oposisi menuju kemenangan bersejarah, mengakhiri cengkeraman Barisan Nasional selama puluhan tahun.
Dia menjadi perdana menteri tertua di dunia yang menjabat pada usia 92 tahun.
Namun, masa jabatan keduanya hanya berlangsung selama 22 bulan, berakhir pada awal 2020 setelah pembelotan dan pergeseran aliansi politik yang menyebabkan pemerintahannya runtuh.
4. Mendukung Privatisasi
Pada tahun 1980-an dan 1990-an, Mahathir mendorong privatisasi perusahaan milik negara, dengan alasan hal itu akan meningkatkan efisiensi dan mendorong pertumbuhan.
Meskipun para kritikus mengatakan kebijakan tersebut secara tidak proporsional menguntungkan individu yang memiliki koneksi politik, inisiatif tersebut justru menyebabkan privatisasi sektor-sektor utama seperti telekomunikasi, listrik, dan maskapai penerbangan.
Perusahaan seperti Telekom Malaysia dan Malaysia Airlines termasuk di antara yang dikorporatisasi dan kemudian terdaftar di bursa.
5. Industrialisasi dan Kelahiran Proton
Pilar utama dari dorongan industrialisasi Mahathir adalah penciptaan mobil nasional.
Pertama kali diusulkan pada tahun 1979, Proyek Mobil Nasional menerima persetujuan Kabinet pada tahun 1982. Proton—singkatan dari Perusahaan Otomobil Nasional—didirikan pada tahun 1983 dalam kemitraan dengan Mitsubishi Corporation.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk menggeser ekonomi Malaysia dari pertanian ke manufaktur.
(mas)
Lihat Juga :