Hamas Sepakat Bebaskan 10 Sandera sebagai Bagian dari Gencatan Senjata dengan Israel
Kamis, 10 Juli 2025 - 08:35 WIB
loading...
Hamas sepakat bebaskan 10 sandera sebagai bagian dari gencatan senjata dengan Israel. Foto/Euro-Med Monitor
A
A
A
GAZA - Kelompok Hamas mengatakan mereka telah sepakat untuk membebaskan 10 sandera sebagai bagian dari gencatan senjata dengan Israel yang sedang diupayakan. Kelompok perlawanan Palestina ini mengatakan perundingan gencatan senjata berlangsung sulit karena kekerasan hati Israel.
Menurut Hamas, perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung memiliki beberapa poin penting, termasuk aliran bantuan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan jaminan nyata untuk gencatan senjata permanen.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ada peluang yang sangat besar untuk gencatan senjata di Gaza minggu ini atau minggu depan.
"Kami memiliki peluang minggu ini atau minggu depan," katanya kepada para wartawan.
Baca Juga: Hamas: Gaza Tak Akan Menyerah
Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan pada hari Rabu bahwa kondisi telah diciptakan untuk kemajuan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza, karena negosiasi tidak langsung sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.
"Kami telah mencapai banyak hasil yang signifikan, kami telah menyebabkan kerusakan besar pada pemerintahan dan kemampuan militer Hamas," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya English, Kamis (10/7/2025).
“Berkat kekuatan operasional yang telah kami tunjukkan, kondisi telah tercipta untuk memajukan kesepakatan pembebasan para sandera," lanjut dia.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan keyakinannya untuk mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza, meskipun belum ada tanda-tanda terobosan dalam perundingan yang sedang berlangsung dengan Hamas.
Saar menegaskan bahwa Israel serius ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran sengit selama 21 bulan di wilayah yang hancur tersebut, dan yakin hal itu “dapat dicapai".
“Jika gencatan senjata sementara tercapai, kami akan merundingkan gencatan senjata permanen,” imbuh dia dalam pidato di Ibu Kota Slovakia, Bratislava, saat perundingan tidak langsung antara kedua belah pihak memasuki hari keempat di Doha.
Menurut Hamas, perundingan gencatan senjata yang sedang berlangsung memiliki beberapa poin penting, termasuk aliran bantuan, penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza, dan jaminan nyata untuk gencatan senjata permanen.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan ada peluang yang sangat besar untuk gencatan senjata di Gaza minggu ini atau minggu depan.
"Kami memiliki peluang minggu ini atau minggu depan," katanya kepada para wartawan.
Baca Juga: Hamas: Gaza Tak Akan Menyerah
Panglima Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir mengatakan pada hari Rabu bahwa kondisi telah diciptakan untuk kemajuan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza, karena negosiasi tidak langsung sedang berlangsung antara Israel dan Hamas.
"Kami telah mencapai banyak hasil yang signifikan, kami telah menyebabkan kerusakan besar pada pemerintahan dan kemampuan militer Hamas," katanya dalam pidato yang disiarkan televisi, sebagaimana dikutip dari Al Arabiya English, Kamis (10/7/2025).
“Berkat kekuatan operasional yang telah kami tunjukkan, kondisi telah tercipta untuk memajukan kesepakatan pembebasan para sandera," lanjut dia.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan keyakinannya untuk mencapai gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera di Gaza, meskipun belum ada tanda-tanda terobosan dalam perundingan yang sedang berlangsung dengan Hamas.
Saar menegaskan bahwa Israel serius ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri pertempuran sengit selama 21 bulan di wilayah yang hancur tersebut, dan yakin hal itu “dapat dicapai".
“Jika gencatan senjata sementara tercapai, kami akan merundingkan gencatan senjata permanen,” imbuh dia dalam pidato di Ibu Kota Slovakia, Bratislava, saat perundingan tidak langsung antara kedua belah pihak memasuki hari keempat di Doha.
(mas)
Lihat Juga :