Anggota NATO Ini Buka Penyelidikan Kejahatan Perang yang Dilakukan Netanyahu

Rabu, 09 Juli 2025 - 15:45 WIB
loading...
Anggota NATO Ini Buka...
Spanyol buka penyelidikan kejahatan perang yang dilakukan PM Israel Benjamin Netanyahu. Foto/X
A A A
BARCELONA - Pengadilan Nasional Spanyol meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Israel Katz, dan beberapa pejabat militer senior. Mereka diduga memiliki keterlibatan mereka dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, khususnya serangan Israel bulan lalu terhadap kapal bantuan kemanusiaan.

Penyelidikan difokuskan pada serangan pada tanggal 1 Juni terhadap Madleen, sebuah kapal yang sedang menuju Gaza, kata Anggota Parlemen Eropa dari Spanyol Jaume Asens di X.

Kapal tersebut, yang membawa 12 aktivis internasional dan bantuan kemanusiaan, dicegat oleh pasukan Israel di perairan internasional. Di antara mereka yang ditahan adalah aktivis iklim Swedia Greta Thunberg dan advokat hak asasi manusia Prancis-Palestina Rima Hassan.

Dilansir Anadolu, kasus tersebut diajukan berdasarkan prinsip yurisdiksi universal oleh warga negara Spanyol Sergio Toribio dan Komite Solidaritas dengan Perjuangan Arab.

Baca Juga: Zohran Mamdani, Politisi Muslim Bergaya Bollywood Guncang AS

Kasus tersebut menuduh bahwa pasukan Israel menggunakan pesawat tanpa awak, gas air mata, dan melakukan penahanan ilegal terhadap warga sipil dalam apa yang digambarkannya sebagai bagian dari pola pelanggaran yang lebih luas yang terkait dengan konflik yang sedang berlangsung di Gaza.

Putusan pengadilan tersebut meminta kerja sama dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dan membingkai serangan tersebut dalam konteks genosida di Gaza.

Ini menandai pertama kalinya Spanyol membuka penyelidikan formal terhadap kepemimpinan Israel atas perang di Gaza.

"Ini adalah langkah besar dalam melawan impunitas. Ketika negara gagal memenuhi kewajibannya, masyarakat sipil harus mengaktifkan keadilan sebagai alat etika, hukum, dan politik untuk melawan kengerian," kata Asens.

Jika ditegakkan, penyelidikan tersebut dapat membatasi kemampuan Netanyahu dan pejabat Israel lainnya untuk bepergian ke Eropa tanpa risiko surat perintah penangkapan yang terkait dengan kasus tersebut.

Pemerintah Israel belum mengeluarkan tanggapan resmi atas perkembangan tersebut.
(ahm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
CDC: Wabah Ebola di...
CDC: Wabah Ebola di RD Kongo Bisa Menjadi yang Terburuk dalam Sejarah
Pesawat Air Force One...
Pesawat Air Force One Hadiah dari Qatar untuk Trump Diuji Terbang
Rekomendasi
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved