Ironis! Penjahat Perang Netanyahu Rekomendasikan Trump dapat Hadiah Nobel Perdamaian
Rabu, 09 Juli 2025 - 17:40 WIB
loading...
A
A
A
Pencalonan ini menyusul tekanan bertahun-tahun dari rezim Israel terhadap Trump dan para pendahulunya untuk mengambil tindakan militer terhadap program nuklir damai Iran.
Trump memerintahkan pasukan AS untuk mengerahkan bom penghancur bunker dan meluncurkan rentetan rudal Tomahawk ke tiga lokasi nuklir utama Iran, Natanz, Fordow, dan Isfahan, pada 22 Juni, setelah lebih dari seminggu agresi Israel terhadap infrastruktur militer dan sipil Iran yang merenggut ratusan nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta belasan petinggi militer.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran, yang dipimpin oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melancarkan kampanye balasan yang kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya, Operasi True Promise III, terhadap rezim Israel dengan menargetkan fasilitas-fasilitas penting militer, intelijen, industri, energi, dan litbang di seluruh wilayah pendudukan.
Rezim Israel terpaksa pada 24 Juni untuk mengumumkan penghentian sepihak agresinya, yang diumumkan atas nama mereka oleh presiden AS.
Ditemani para penasihat senior mereka dalam jamuan makan malam di Ruang Biru Gedung Putih pada hari Senin, Trump dan Netanyahu juga membahas perang di Gaza dan desakan proposal gencatan senjata 60 hari untuk menghentikan konflik.
Netanyahu mengatakan Amerika Serikat dan Israel bekerja sama dengan negara-negara lain, mengklaim bahwa mereka akan memberikan "masa depan yang lebih baik" bagi Palestina dengan memindahkan penduduk Gaza ke negara-negara tetangga.
"Jika orang ingin tinggal, mereka boleh tinggal, tetapi jika mereka ingin pergi, mereka seharusnya bisa pergi," kata perdana menteri Israel.
Trump memerintahkan pasukan AS untuk mengerahkan bom penghancur bunker dan meluncurkan rentetan rudal Tomahawk ke tiga lokasi nuklir utama Iran, Natanz, Fordow, dan Isfahan, pada 22 Juni, setelah lebih dari seminggu agresi Israel terhadap infrastruktur militer dan sipil Iran yang merenggut ratusan nyawa, termasuk perempuan dan anak-anak, serta belasan petinggi militer.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran, yang dipimpin oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melancarkan kampanye balasan yang kuat dan belum pernah terjadi sebelumnya, Operasi True Promise III, terhadap rezim Israel dengan menargetkan fasilitas-fasilitas penting militer, intelijen, industri, energi, dan litbang di seluruh wilayah pendudukan.
Rezim Israel terpaksa pada 24 Juni untuk mengumumkan penghentian sepihak agresinya, yang diumumkan atas nama mereka oleh presiden AS.
Ditemani para penasihat senior mereka dalam jamuan makan malam di Ruang Biru Gedung Putih pada hari Senin, Trump dan Netanyahu juga membahas perang di Gaza dan desakan proposal gencatan senjata 60 hari untuk menghentikan konflik.
Netanyahu mengatakan Amerika Serikat dan Israel bekerja sama dengan negara-negara lain, mengklaim bahwa mereka akan memberikan "masa depan yang lebih baik" bagi Palestina dengan memindahkan penduduk Gaza ke negara-negara tetangga.
"Jika orang ingin tinggal, mereka boleh tinggal, tetapi jika mereka ingin pergi, mereka seharusnya bisa pergi," kata perdana menteri Israel.
Lihat Juga :