Israel Berencana Pindahkan Penduduk Gaza ke Satu Kota di Reruntuhan, Mirip Kamp Konsentrasi Nazi

Rabu, 09 Juli 2025 - 08:06 WIB
loading...
Israel Berencana Pindahkan...
Serangan Israel meratakan seluruh wilayah Jalur Gaza. Foto/tasnim
A A A
TEL AVIV - Israel tengah mempersiapkan diri membangun apa yang disebut "kota kemanusiaan" di reruntuhan Rafah di Jalur Gaza selatan. Di sanalah, seluruh penduduk daerah kantong Palestina itu akan dipindahkan.

Rencana itu diungkap Menteri Pertahanan negara penjajah itu, Israel Katz.

Kritikus inisiatif itu segera mencap "kota" itu sebagai kamp interniran dan memperingatkan tentang potensi pelanggaran hak asasi manusia yang meluas.

"Kota kemanusiaan itu diharapkan awalnya akan menampung sekitar 600.000 warga Palestina – terutama orang-orang terlantar yang tinggal di daerah pesisir Mawasi di barat laut Rafah,” ujar Katz kepada wartawan pada hari Senin (7/7/2025).

Akhirnya, semua dari sekitar 2,2 juta warga Gaza akan ditempatkan di "kota," yang akan diamankan oleh militer Israel dari jarak jauh dan dijalankan organisasi internasional yang tidak disebutkan, menurut menteri negara penjajah itu.

“Warga Palestina akan menjalani pemeriksaan sebelum ditempatkan di kota itu untuk memastikan tidak ada anggota Hamas yang menyelinap masuk,” ungkap Katz.

“Skema tersebut pada akhirnya dirancang untuk menggusur seluruh penduduk Gaza dan mendorong mereka untuk beremigrasi secara sukarela dari daerah kantong itu ke tempat lain,” ujar menteri itu mengakui.

“Mereka yang berakhir di zona itu tidak akan diizinkan untuk kembali ke bagian lain Gaza,” ungkap dia.

Kementerian Pertahanan Israel telah mulai merencanakan zona itu, menurut Katz.

Namun, otoritas negara itu belum membuat pernyataan publik tentang skema itu atau mengatakan apakah itu benar-benar telah disetujui. Juga masih belum jelas kapan rencana itu akan dijalankan.

"Kota kemanusiaan" yang diusulkan itu telah dikritik para pembela dan aktivis hak asasi manusia, yang telah mencapnya sebagai kamp internal dan memperingatkan tentang potensi pelanggaran.

Para pakar menilai rencana Israel itu mirip dengan kamp konsentrasi Nazi Jerman yang dibangun untuk orang-orang Yahudi.

Michael Sfard, seorang pengacara hak asasi manusia terkemuka Israel, menyebut skema yang diusulkan itu sebagai "rencana operasional untuk kejahatan terhadap kemanusiaan."

"Sementara pemerintah masih menyebut deportasi itu 'sukarela,' orang-orang di Gaza berada di bawah begitu banyak tindakan pemaksaan sehingga tidak ada keberangkatan dari jalur itu yang dapat dilihat secara hukum sebagai sesuatu yang konsensual," ungkap Sfard kepada Guardian.

Rencana "kota kemanusiaan" muncul setelah Israel menolak usulan Hamas untuk mengubah kesepakatan gencatan senjata di Gaza.

Kelompok pejuang Palestina itu dilaporkan menginginkan kesepakatan itu untuk memastikan gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari Gaza.

Sekitar 50 sandera Israel masih ditawan di Gaza. Kurang dari setengahnya diyakini masih hidup. Selama 21 bulan terakhir, respons militer Israel, yang melibatkan pemboman udara dan artileri berat, serta operasi darat di Jalur Gaza, telah menewaskan 57.000 orang, sebagian besar warga sipil, menurut kementerian kesehatan setempat.

Baca juga: Hamas Bom Buldoser Israel di Kota Gaza: Zionis Gagal Patahkan Tekad Rakyat Palestina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Jelang Pemilu, Netanyahu...
Jelang Pemilu, Netanyahu Ngotot Usir Warga Palestina dari Gaza
Dewan Pers Minta Pemerintah...
Dewan Pers Minta Pemerintah Tempuh Jalur Diplomatik Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Israel
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Bertambah Jadi 1.719 Orang, Ribuan Masih Hilang
Horor! Demonstran Bakar...
Horor! Demonstran Bakar Diri hingga Tewas di Depan Markas Besar PBB New York
Rekomendasi
Citi Indonesia Perkuat...
Citi Indonesia Perkuat Jaringan Global Dorong Pertumbuhan Bisnis
MNC Sekuritas Berikan...
MNC Sekuritas Berikan Welcome Reward Berupa Special Fee untuk Investor Baru
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Iran Peringatkan AS...
Iran Peringatkan AS dan Israel Jangan Serang Prosesi Pemakaman Khamenei!
Jadi Anak Presiden dan...
Jadi Anak Presiden dan Jabat Panglima Militer, Jenderal Ini Seenaknya Menutup Media
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Ketika Uang Negara Rp35.914...
Ketika Uang Negara Rp35.914 Triliun Lenyap Dikorupsi sejak 2003
Mojtaba Disebut Tak...
Mojtaba Disebut Tak Akan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Ini Alasannya
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved