Utusan Khusus AS Steve Witkoff Ungkap Kesepakatan Gencatan Senjata Gaza Sudah Dekat

Rabu, 09 Juli 2025 - 06:52 WIB
loading...
Utusan Khusus AS Steve...
Warga berduka karena kerabatnya tewas diserang Israel di Gaza. Foto/tasnim
A A A
WASHINGTON - Ajudan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Steve Witkoff, mengisyaratkan gencatan senjata Gaza sudah dekat. Dia mengatakan Washington berharap kesepakatan tersebut akan selesai pada akhir pekan ini.

"Kami sedang dalam perundingan jarak dekat, dan kami memiliki empat masalah, dan sekarang tinggal satu setelah dua hari perundingan jarak dekat," ujar utusan khusus AS Steve Witkoff kepada para wartawan di Gedung Putih pada hari Selasa (8/7/2025).

Dia menjelaskan, "Jadi kami berharap pada akhir pekan ini, kami akan mencapai kesepakatan yang akan membawa kami ke gencatan senjata 60 hari."

Witkoff mengatakan kesepakatan tersebut akan mencakup pembebasan 10 tawanan Israel dan sembilan jenazah.

Ia menambahkan, “Pemerintahan Trump yakin kesepakatan itu akan mengarah pada perdamaian abadi di Gaza."

Sebelumnya pada hari Selasa, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada para wartawan di Washington, DC, bahwa, “Meskipun Israel masih harus menyelesaikan pekerjaan di Gaza, para negosiator pasti sedang mengupayakan gencatan senjata.”

Trump dan Netanyahu makan malam bersama pada hari Senin di Gedung Putih dalam kunjungan ketiga pemimpin Israel tersebut ke AS sejak Trump memulai masa jabatan keduanya pada 20 Januari.

Kedua pemimpin akan bertemu kembali pada hari Selasa nanti. "Dia akan datang nanti. Kita akan membahas, menurut saya, hampir secara eksklusif Gaza. Kita harus menyelesaikannya," ujar presiden AS kepada para wartawan dalam rapat kabinet di Gedung Putih pada hari Selasa.

Trump menjelaskan, "Ini sebuah tragedi, dan dia ingin menyelesaikannya, dan saya ingin menyelesaikannya, dan saya pikir pihak lain juga menginginkannya."

Qatar mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa delegasi Hamas dan Israel berada di Doha untuk membahas proposal gencatan senjata.

"Saat ini ada keterlibatan positif. Tim mediasi – Qatar dan Mesir – bekerja sepanjang waktu untuk memastikan adanya konsensus yang dibangun berdasarkan kerangka kerja menuju perundingan," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.

Genosida Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 57.500 warga Palestina, membuat hampir seluruh penduduk di wilayah kantong tersebut mengungsi secara internal, dan menempatkan ratusan ribu orang di ambang kelaparan.

Para pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kelompok hak asasi manusia telah menggambarkan kampanye militer Israel di Gaza sebagai genosida.

Pada hari Senin, Netanyahu menyatakan AS dan Israel sedang berupaya memastikan pengusiran massal warga Palestina dari Gaza –gagasan yang pertama kali diusulkan Trump pada bulan Februari.

Para pejabat Israel telah membingkai desakan untuk mengusir semua warga Palestina dari Gaza sebagai upaya untuk mendorong "migrasi sukarela" dari wilayah tersebut.

"Jika orang ingin tinggal, mereka boleh tinggal, tetapi jika mereka ingin pergi, mereka seharusnya bisa pergi. Gaza seharusnya bukan penjara. Gaza seharusnya menjadi tempat terbuka dan memberi orang pilihan bebas," ujar Netanyahu kepada para wartawan.

Para aktivis hak asasi manusia mengatakan pengusiran warga Palestina dari Gaza, yang merupakan pembersihan etnis, tidak dapat dianggap sukarela.

Pakar hukum terkemuka Ralph Wilde mengatakan, “Dengan meluasnya kerusakan, pengepungan, dan serangan harian di Gaza, konsep pilihan bebas untuk tetap di sana atau pergi adalah sebuah kebohongan."

"Ini adalah pengungsian paksa karena itu bukanlah pilihan yang dibuat secara bebas," ujar Wilde kepada Al Jazeera.

Baca juga: Hamas Bom Buldoser Israel di Kota Gaza: Zionis Gagal Patahkan Tekad Rakyat Palestina
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Penembakan di Fan Zone...
Penembakan di Fan Zone Piala Dunia 2026, Satu Orang Tewas dan Satu Kritis
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Berita Terkini
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved