Polandia Kirim Ribuan Pasukan ke Perbatasan Jerman, untuk Apa?

Selasa, 08 Juli 2025 - 20:30 WIB
loading...
Polandia Kirim Ribuan...
Pasukan keamanan Polandia melakukan pemeriksaan keamanan perbatasan, 7 Juli 2025. Foto/©X/@MSWiA_GOV_PL
A A A
WARSAWA - Polandia telah mengerahkan 700 pasukan ke perbatasan baratnya dan siap mengirim hingga 5.000 penjaga lagi untuk menghentikan arus migran ilegal dari Jerman dan Lithuania. Langkah itu diumumkan sejumlah pejabat.

"Kami memperkuat keamanan – dengan tegas menanggapi ancaman migrasi," ungkap Menteri Pertahanan Polandia Wladyslaw Kosiniak-Kamysz memposting di X, Senin, menekankan peran militer dalam upaya keamanan.

Pekan lalu pemerintah Polandia mengumumkan pemberlakuan kembali pemeriksaan perbatasan untuk mempertahankan kontrol hingga 5 Agustus.

Polandia menuduh Jerman, yang memberlakukan kontrol serupa pada akhir 2023, mengirim kembali para pencari suaka melintasi perbatasannya.

Kelompok masyarakat Polandia setempat telah menanggapi dengan apa yang disebut "patroli warga" untuk mencegah pergerakan migran ke arah timur, menambah tekanan politik pada pemerintah untuk bertindak.

Dengan 65 pos pemeriksaan yang sekarang aktif, beberapa bekerja sepanjang waktu, para pejabat mengatakan misi tersebut padat karya dan membutuhkan personel tambahan melalui apa yang disebut militer sebagai Operasi Secure West.

Menurut Polska Zbrojna, majalah resmi Kementerian Pertahanan, pengerahan tersebut mencakup 500 tentara dari Pasukan Pertahanan Teritorial dan 200 perwira polisi militer, yang membantu sekitar 800 personel Penjaga Perbatasan.

Sebanyak 300 perwira polisi sipil juga telah ditugaskan untuk mendukung upaya tersebut.

Pada Senin pagi, seorang warga negara Estonia tertangkap saat mencoba menyelundupkan empat orang yang mencoba memasuki negara tersebut dari Lithuania.

Migrasi terus menjadi topik yang bermuatan politis di Jerman, di mana partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) telah memperoleh dukungan dengan mengkritik penanganan pemerintah terhadap masalah tersebut.

Polandia dan negara-negara Eropa Timur lainnya menuduh Berlin menggunakan pengaruhnya di Uni Eropa untuk mendorong kebijakan pro-migran melalui Brussels.

Polandia, Jerman, dan Lithuania semuanya merupakan anggota wilayah Schengen, zona perjalanan bebas perbatasan yang telah mengalami tekanan sejak lonjakan migrasi pada tahun 2015.

Berdasarkan aturan Schengen, pemeriksaan perbatasan sementara dapat diberlakukan kembali selama keadaan darurat.

Baca juga: Abu Ubaidah: Serangan Pejuang Tewaskan 5 Tentara Israel, Pukulan Tambahan!
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Deretan Pasal Menjerat...
Deretan Pasal Menjerat Roy Suryo dan Dokter Tifa di Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved