Netanyahu Berdalih Negara Palestina yang Sepenuhnya Merdeka Jadi Ancaman bagi Israel

Selasa, 08 Juli 2025 - 13:33 WIB
loading...
Netanyahu Berdalih Negara...
PM Benjamin Netanyahu berdalih penciptaan Negara Palestina yang sepenuhnya merdeka menjadi ancaman bagi Israel. Foto/SINDO News
A A A
WASHINGTON - Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu tetap menolak gagasan penciptaan Negara Palestina yang sepenuhnya merdeka. Dia berdalih Negara Palestina yang merdeka akan digunakan kelompok militan untuk merusak keamanan Israel.

Itu disampaikan Netanyahu dalam pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Gedung Putih pada Senin malam waktu Washington.

Seorang jurnalis bertanya kepada Trump selama makan malam dengan Netanyahu apakah Negara Palestina yang merdeka itu mungkin. "Saya tidak tahu," jawab Trump, dan merujuk pertanyaan tersebut kepada pemimpin Israel.

Baca Juga: 16 Tentara Israel Disergap di Gaza, 6 Tewas, Medan Perang Kacau

“Menurut saya, Palestina harus memiliki semua kekuasaan untuk memerintah diri mereka sendiri, tetapi tidak boleh ada kekuasaan yang mengancam kita. Itu berarti kekuasaan yang berdaulat, seperti keamanan secara keseluruhan, akan selalu berada di tangan kami,” kata Netanyahu.

Dia kemudian berpendapat bahwa Hamas menggunakan kendalinya atas Gaza untuk melakukan serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023. “Jadi, orang-orang tidak mungkin berkata; ‘Mari kita beri mereka negara lain'. Itu akan menjadi platform untuk menghancurkan Israel,” kata Netanyahu, seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (8/7/2025).

“Kami akan mencapai perdamaian dengan tetangga Palestina kami, mereka yang tidak ingin menghancurkan kami, dan kami akan mencapai perdamaian di mana keamanan kami, kekuasaan keamanan yang berdaulat, akan selalu berada di tangan kami,” imbuh dia.

"Sekarang orang akan berkata, 'Ini bukan negara yang lengkap, ini bukan negara, bukan itu'. Kami tidak peduli. Kami bersumpah tidak akan pernah lagi. Tidak akan pernah lagi sekarang. Itu tidak akan terjadi lagi," katanya.

Sementara PBB dan AS telah mendukung solusi dua negara selama beberapa dekade, beberapa politisi Israel dan Partai Republik di Washington semakin menggambarkannya sebagai hal yang tidak realistis.

Bulan lalu, Departemen Luar Negeri AS memperingatkan negara-negara lain agar tidak mengakui Negara Palestina, menurut laporan Reuters.

Meskipun demikian, Palestina telah diakui sebagai negara berdaulat oleh lebih dari 140 negara, mewakili sekitar 75 persen anggota PBB pada November 2024.

Israel masih melanjutkan operasi militernya melawan Hamas di Gaza setelah gencatan senjata dua bulan gagal disepakati pada bulan Maret.

Netanyahu mengatakan operasi militer itu akan terus berlanjut hingga semua sandera Israel yang tersisa di Gaza dibebaskan dan kelompok militan Gaza dibubarkan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres terkejut oleh krisis kemanusiaan yang semakin dalam di Gaza, yang diperburuk oleh kurangnya akses ke makanan dan bantuan lainnya, kata juru bicaranya minggu lalu.

Setidaknya 57.523 warga Palestina telah tewas di Gaza sejak Oktober 2023, menurut otoritas setempat di daerah kantong Palestina tersebut.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Gempa Guncang Venezuela,...
Gempa Guncang Venezuela, 18 Orang Diselamatkan dari Reruntuhan
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Ekspor Batu Bara Dibuka...
Ekspor Batu Bara Dibuka Lagi, Pasokan 141 Juta Metrik Ton Diamankan demi Cegah Pemadaman Listrik
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
Berita Terkini
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Eks Menteri Zionis:...
Eks Menteri Zionis: Trump Permalukan Netanyahu dan Israel dengan Penghinaan yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved