Jenderal Tertinggi Iran Ancam Israel: Jika Perang Lagi, AS Tak Bisa Selamatkan Netanyahu
Selasa, 08 Juli 2025 - 09:48 WIB
loading...
A
A
A
Pernyataan dari Kepala Angkatan Bersenjata Iran itu mengisyaratkan bahwa kondisi kawasan tersebut masih genting.
Konfrontasi terbaru antara Iran dan Israel, yang menyeret Amerika Serikat ke dalam pertempuran langsung, telah mengguncang pasar internasional, memacu urgensi diplomatik, dan memicu peringatan dari kekuatan global yang mengkhawatirkan perang yang lebih luas.
Ancaman terbuka Iran akan kampanye militer yang melumpuhkan meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh itu mungkin hanya jeda dalam konflik yang lebih besar dan belum terselesaikan.
"Mereka pikir mereka dapat menghancurkan sistem kita dalam 48 jam dan mencabik-cabik Iran," kata Mousavi dalam sebuah peringatan untuk seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam yang tewas dalam serangan Israel. "Tetapi bangsa Iran berhasil mengalahkan mereka," ujarnya.
Mousavi menggambarkan pertempuran 12 itu sebagai bagian dari kampanye selama 15 tahun oleh Israel dan AS yang bertujuan untuk mengacaukan dan memecah belah Iran.
Namun, dia mengatakan bahwa kepemimpinan, angkatan bersenjata, dan rakyat Iran yang bersatu berhasil menggagalkan rencana itu. Dia menambahkan bahwa Iran siap melancarkan serangan terakhir yang menghancurkan terhadap Israel tetapi menahan diri karena gencatan senjata.
Konfrontasi terbaru antara Iran dan Israel, yang menyeret Amerika Serikat ke dalam pertempuran langsung, telah mengguncang pasar internasional, memacu urgensi diplomatik, dan memicu peringatan dari kekuatan global yang mengkhawatirkan perang yang lebih luas.
Ancaman terbuka Iran akan kampanye militer yang melumpuhkan meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata yang rapuh itu mungkin hanya jeda dalam konflik yang lebih besar dan belum terselesaikan.
"Mereka pikir mereka dapat menghancurkan sistem kita dalam 48 jam dan mencabik-cabik Iran," kata Mousavi dalam sebuah peringatan untuk seorang komandan Korps Garda Revolusi Islam yang tewas dalam serangan Israel. "Tetapi bangsa Iran berhasil mengalahkan mereka," ujarnya.
Mousavi menggambarkan pertempuran 12 itu sebagai bagian dari kampanye selama 15 tahun oleh Israel dan AS yang bertujuan untuk mengacaukan dan memecah belah Iran.
Namun, dia mengatakan bahwa kepemimpinan, angkatan bersenjata, dan rakyat Iran yang bersatu berhasil menggagalkan rencana itu. Dia menambahkan bahwa Iran siap melancarkan serangan terakhir yang menghancurkan terhadap Israel tetapi menahan diri karena gencatan senjata.
Lihat Juga :