Incar Houthi, Israel Serang 3 Pelabuhan dan 1 Pembangkit Listrik Yaman
Senin, 07 Juli 2025 - 09:22 WIB
loading...
Incar houthi, militer Israel serang tiga pelabuhan dan satu pembangkit listrik Yaman. Foto/Ilustrasi/IDF
A
A
A
SANAA - Israel telah meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Yaman dengan nama sandi Operasi Bendera Hitam, Senin (7/7/2025). Berdalih mengincar kelompok Houthi, militer Zionis membombardir tiga pelabuhan dan sebuah pembangkit listrik Yaman.
Ini merupakan serangan pertama Israel di Yaman dalam hampir sebulan terakhir.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan tiga pelabuhan Yaman yang diserang adalah Pelabuhan Hodeidah, Pelabuhan Ras Isa, dan Pelabuhan Salif. Sedangkan pembangkit listrik yang diserang adalah pembangkit listrik Ras Qantib.
Baca Juga: Breaking News! Israel Bombardir Yaman Besar-besaran
IDF mengeklaim empat target itu telah digunakan untuk operasi militer kelompok Houthi.
Di pelabuhan Ras Isa, militer Zionis Israel juga menyerang kapal Galaxy Leader, kapal yang direbut oleh kelompok Houthi pada akhir tahun 2023.
"Pasukan 'rezim teroris' Houthi memasang sistem radar di kapal tersebut, dan menggunakannya untuk melacak kapal di ruang maritim internasional, untuk mendukung aktivitas 'rezim teroris' Houthi," kata IDF.
Para warga mengatakan kepada Reuters bahwa serangan Israel di kota pelabuhan Hodeidah melumpuhkan pembangkit listrik utama, membuat kota itu gelap gulita.
Belum ada laporan langsung tentang korban jiwa dalam serangan Israel kali ini. Stasiun televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa Israel melancarkan serangkaian serangan di Hodeidah, tak lama setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi terhadap orang-orang di tiga pelabuhan Yaman.
Serangan besar-besaran Israel terhadap Yaman dengan nama sandi Operasi Bendera Hitam terjadi setelah sedikitnya tiga rudal balistik Houthi diluncurkan ke Israel selama sepekan terakhir setelah gencatan senjata Iran-Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa Israel memandang Houthi sebagai bagian dari jaringan pasukan yang didukung Iran yang lebih luas di wilayah tersebut.
"Seperti yang saya peringatkan, Yaman akan diperlakukan seperti Teheran," kata Katz dalam sebuah pernyataan di X.
"Siapa pun yang mencoba menyakiti Israel akan disakiti, dan siapa pun yang melawan Israel akan diputus. Houthi akan terus membayar harga yang mahal atas tindakan mereka," imbuh dia.
Sementara itu, kelompok Houthi menyatakan bahwa pertahanan udara mereka merespons sengit serangan militer Zionis.
"Pertahanan udara Yaman secara efektif menghadapi agresi Israel," kata kelompok tersebut dalam sebuah peryataan singkat.
"Menggunakan serangan besar-besaran rudal permukaan-ke-udara yang diproduksi secara lokal," lanjut pernyataan Houthi.
Anggota biro politik Houthi Mohammed Al Farah mengatakan bahwa menargetkan pelabuhan Yaman, pembangkit listrik, dan fasilitas sipil lainnya merupakan upaya Zionis Israel untuk melukai warga sipil. "Tidak ada hubungannya dengan aktivitas militer apa pun," katanya, yang disiarkan stasiun televisi Al-Masirah.
Sejak dimulainya perang Israel-Hamas di Gaza pada Oktober 2023, Houthi yang bersekutu dengan Iran telah menembaki Israel dan kapal-kapal pengiriman di Laut Merah, mengganggu perdagangan global, dalam apa yang disebutnya sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina.
Sebagian dari lusinan rudal dan pesawat nirawak yang ditembakkan Houthi ke Israel lolos dari intersepesi sistem pertahanan berlapis Zionis, termasuk Iron Dome. Israel sebelumnya juga telah melakukan serangkaian serangan ke Yaman sebagai respons.
Ini merupakan serangan pertama Israel di Yaman dalam hampir sebulan terakhir.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan tiga pelabuhan Yaman yang diserang adalah Pelabuhan Hodeidah, Pelabuhan Ras Isa, dan Pelabuhan Salif. Sedangkan pembangkit listrik yang diserang adalah pembangkit listrik Ras Qantib.
Baca Juga: Breaking News! Israel Bombardir Yaman Besar-besaran
IDF mengeklaim empat target itu telah digunakan untuk operasi militer kelompok Houthi.
Di pelabuhan Ras Isa, militer Zionis Israel juga menyerang kapal Galaxy Leader, kapal yang direbut oleh kelompok Houthi pada akhir tahun 2023.
"Pasukan 'rezim teroris' Houthi memasang sistem radar di kapal tersebut, dan menggunakannya untuk melacak kapal di ruang maritim internasional, untuk mendukung aktivitas 'rezim teroris' Houthi," kata IDF.
Para warga mengatakan kepada Reuters bahwa serangan Israel di kota pelabuhan Hodeidah melumpuhkan pembangkit listrik utama, membuat kota itu gelap gulita.
Belum ada laporan langsung tentang korban jiwa dalam serangan Israel kali ini. Stasiun televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi melaporkan bahwa Israel melancarkan serangkaian serangan di Hodeidah, tak lama setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi terhadap orang-orang di tiga pelabuhan Yaman.
Serangan besar-besaran Israel terhadap Yaman dengan nama sandi Operasi Bendera Hitam terjadi setelah sedikitnya tiga rudal balistik Houthi diluncurkan ke Israel selama sepekan terakhir setelah gencatan senjata Iran-Israel.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan bahwa Israel memandang Houthi sebagai bagian dari jaringan pasukan yang didukung Iran yang lebih luas di wilayah tersebut.
"Seperti yang saya peringatkan, Yaman akan diperlakukan seperti Teheran," kata Katz dalam sebuah pernyataan di X.
"Siapa pun yang mencoba menyakiti Israel akan disakiti, dan siapa pun yang melawan Israel akan diputus. Houthi akan terus membayar harga yang mahal atas tindakan mereka," imbuh dia.
Sementara itu, kelompok Houthi menyatakan bahwa pertahanan udara mereka merespons sengit serangan militer Zionis.
"Pertahanan udara Yaman secara efektif menghadapi agresi Israel," kata kelompok tersebut dalam sebuah peryataan singkat.
"Menggunakan serangan besar-besaran rudal permukaan-ke-udara yang diproduksi secara lokal," lanjut pernyataan Houthi.
Anggota biro politik Houthi Mohammed Al Farah mengatakan bahwa menargetkan pelabuhan Yaman, pembangkit listrik, dan fasilitas sipil lainnya merupakan upaya Zionis Israel untuk melukai warga sipil. "Tidak ada hubungannya dengan aktivitas militer apa pun," katanya, yang disiarkan stasiun televisi Al-Masirah.
Sejak dimulainya perang Israel-Hamas di Gaza pada Oktober 2023, Houthi yang bersekutu dengan Iran telah menembaki Israel dan kapal-kapal pengiriman di Laut Merah, mengganggu perdagangan global, dalam apa yang disebutnya sebagai tindakan solidaritas dengan Palestina.
Sebagian dari lusinan rudal dan pesawat nirawak yang ditembakkan Houthi ke Israel lolos dari intersepesi sistem pertahanan berlapis Zionis, termasuk Iron Dome. Israel sebelumnya juga telah melakukan serangkaian serangan ke Yaman sebagai respons.
(mas)
Lihat Juga :