Breaking News! Israel Bombardir Yaman Besar-besaran

Senin, 07 Juli 2025 - 05:51 WIB
loading...
Breaking News! Israel...
Israel meluncurkan pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur utama di Yaman dengan nama sandi Operasi Bendera Hitam. Foto/Ilustrasi/X@IAFsite
A A A
SANAA - Israel telah meluncurkan pengeboman besar-besaran terhadap infrastruktur utama di Yaman dengan nama sandi Operation Black Flag (Operasi Bendera Hitam), Senin (7/7/2025). Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menuduh kelompok Houthi telah mengubah fungsi pelabuhan dan pembangkit listrik negara itu untuk misi militer.

Kampanye pengeboman baru Zionis Israel terhadap salah satu negara termiskin di dunia itu diumumkan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dan IDF.

Serangan tersebut menargetkan infrastruktur di pelabuhan Yaman di Hodeidah, Ras Isa, dan Al-Salif, serta pembangkit listrik di Ras Katib. Ledakan keras dilaporkan terjadi di area sekitar lokasi yang menjadi target.

Baca Juga: Terungkap, Rudal-rudal Iran Gempur 5 Situs Militer Israel tapi Ditutup-tutupi

“Pelabuhan ini digunakan oleh 'rezim teroris' Houthi untuk mentransfer senjata dari rezim Iran, yang digunakan untuk melakukan operasi teroris terhadap Negara Israel dan sekutunya,” klaim IDF.

Operasi itu digambarkan sebagai respons langsung terhadap serangan pesawat nirawak dan rudal yang berulang kali diluncurkan dari wilayah Yaman yang dikuasai Houthi ke Israel dalam beberapa minggu terakhir.

Menurut IDF, salah satu target yang diserang di Ras Isa adalah Galaxy Leader, kapal komersial yang disita oleh pasukan Houthi pada November 2023.

IDF mengeklaim bahwa para milisi Houthi telah melengkapi kapal tersebut dengan sistem radar untuk memantau lalu lintas maritim di Laut Merah dan memfasilitasi serangan terhadap kapal komersial.

Pembangkit listrik Ras Kanatib digambarkan oleh IDF sebagai target sah yang berfungsi sebagai pusat pasokan listrik utama untuk operasi militer Houthi. "Ini adalah contoh lain tentang bagaimana rezim Houthi menggunakan infrastruktur sipil," klaim IDF.

Menteri Pertahanan Katz menegaskan kembali bahwa Israel memandang Houthi sebagai bagian dari jaringan pasukan yang didukung Iran yang lebih luas di wilayah tersebut.

"Seperti yang saya peringatkan, Yaman akan diperlakukan seperti Teheran," kata Katz dalam sebuah pernyataan di X.

"Siapa pun yang mencoba menyakiti Israel akan disakiti, dan siapa pun yang melawan Israel akan diputus. Houthi akan terus membayar harga yang mahal atas tindakan mereka," imbuh dia.

Israel menuduh gerakan Houthi bertindak sebagai "proksi utama rezim Iran" dan menerima senjata dan dana untuk mendukung apa yang digambarkannya sebagai kampanye terorisme global.

Israel selanjutnya menuduh Houthi menggunakan wilayah maritim untuk memproyeksikan kekuatan dan mengganggu perdagangan internasional, dan menyatakan bahwa Israel tetap berkomitmen untuk menyerang setiap ancaman terhadap warganya "di mana pun diperlukan."

Houthi terus menembakkan pesawat nirawak dan rudal ke Israel bahkan setelah perjanjian gencatan senjata bulan lalu antara Israel dan Iran.

Serangan kali ini menandai salah satu tindakan militer Israel yang paling ekstensif di Yaman hingga saat ini.
(mas)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Meski Terus Digempur...
Meski Terus Digempur Israel, Sekjen Hizbullah Tegaskan Seluruh Anggota Siap Mati!
Mantan Menteri Kehakiman...
Mantan Menteri Kehakiman Korsel Divonis 25 Tahun Penjara Terkait Peran dalam Darurat Militer
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved