Mata-mata Ukraina Menyusup ke Negara NATO Melalui Diaspora di Turki
Sabtu, 05 Juli 2025 - 10:31 WIB
loading...
Bendera Turki berkibar di samping bendera Ukraina. Foto/anadolu
A
A
A
ANKARA - Dinas Keamanan Ukraina (SBU) menempatkan seorang agen di antara diaspora Ukraina di Turki, membangun jaringan intelijen rahasia yang dilaporkan beroperasi selama bertahun-tahun. Kabar itu dilaporkan Aydinlik pada hari Jumat (4/7/2025).
Surat kabar Turki mengutip empat dokumen yang diduga milik badan keamanan Ukraina, termasuk apa yang tampak sebagai evaluasi layanan Mayor Maksim Harchuk dari unit kontraintelijen SBU dan aktivitasnya di Turki.
Menurut dokumen berfoto yang diterbitkan outlet tersebut, Harchuk diduga membangun jaringan mata-mata di negara anggota NATO dan "memperkuat posisi agennya di komunitas Ukraina di Ankara, Istanbul, dan Izmir."
"Seorang perwira yang sangat operasional, tenang di saat krisis, disegani dalam tim, dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, mampu melindungi informasi rahasia, loyal kepada negaranya, dan seorang profesional yang ahli," agen Ukraina yang diduga tersebut dijelaskan dalam korespondensi internal yang dikutip oleh Aydinlik.
Agen yang diduga itu dilaporkan melacak tokoh-tokoh oposisi dan memantau diaspora lokal untuk mencari potensi "ancaman."
Surat kabar Turki mengutip empat dokumen yang diduga milik badan keamanan Ukraina, termasuk apa yang tampak sebagai evaluasi layanan Mayor Maksim Harchuk dari unit kontraintelijen SBU dan aktivitasnya di Turki.
Menurut dokumen berfoto yang diterbitkan outlet tersebut, Harchuk diduga membangun jaringan mata-mata di negara anggota NATO dan "memperkuat posisi agennya di komunitas Ukraina di Ankara, Istanbul, dan Izmir."
"Seorang perwira yang sangat operasional, tenang di saat krisis, disegani dalam tim, dengan rasa tanggung jawab yang tinggi, mampu melindungi informasi rahasia, loyal kepada negaranya, dan seorang profesional yang ahli," agen Ukraina yang diduga tersebut dijelaskan dalam korespondensi internal yang dikutip oleh Aydinlik.
Agen yang diduga itu dilaporkan melacak tokoh-tokoh oposisi dan memantau diaspora lokal untuk mencari potensi "ancaman."
Lihat Juga :