Presiden Ini Naikkan Gajinya 2 Kali Lipat Meski Tingkat Kepuasan Publik Nyaris Nol
Kamis, 03 Juli 2025 - 15:25 WIB
loading...
Presiden Peru Dina Boluarte menaikkan gajinya 2 kali lipat meski tingkat kepuasan publiknya anjlok nyaris nol persen. Foto/RFI
A
A
A
LIMA - Presiden Peru Dina Boluarte telah menggandakan gajinya ketika tingkat kepuasan publik (approval rating)-nya anjlok nyaris nol persen. Kenaikan gaji dua kali lipat itu diumumkan pemerintah Peru pada hari Rabu.
Masa jabatan Presiden Boluarte hanya tersisa satu tahun. Artinya, selama waktu tersebut dia akan menikmati kenaikan gaji yang tidak biasa.
Kepala negara berusia 63 tahun itu, yang menghadapi protes terhadap ledakan kekerasan geng kriminal di negara tersebut, sekarang akan menerima gaji setara dengan USD10.000 per bulan, menurut keputusan resmi pemerintah.
Baca Juga: Istananya Digerebek Gara-gara Arloji Mewah Rolex, Presiden Peru Ogah Mundur
Pengumuman pemerintah muncul setelah pihak kepresidenan membantah laporan pada bulan Mei yang mengatakan Boluarte akan mendapatkan kenaikan gaji.
Menteri Ekonomi Raul Perez-Reyes mengatakan angka gaji baru ditentukan setelah perbandingan dengan gaji kepala negara dari 12 negara Amerika Latin.
Hingga perubahan tersebut, gaji Boluarte berada di peringkat ke-11, hanya di atas gaji presiden Bolivia.
Dengan approval rating Boluarte yang berkisar sekitar 2 persen pada bulan Mei, pengumuman kenaikan gaji itu menuai kritik keras.
"Ini adalah waktu terburuk untuk mengumumkan berita ini, mengingat approval rating-nya mendekati nol," kritik ekonom Jorge Gonzales Izquierdo di stasiun televisi N, yang dikutip AFP, Kamis (3/7/2025).
Menurut mantan Menteri Ekonomi Luis Miguel Castilla, tindakan tersebut "memperkuat kesan kesembronoan" yang menyelimuti presiden.
Protes menyambut naiknya Boluarte ke tampuk kekuasaan pada Desember 2022, dan telah mewarnai seluruh masa jabatannya--diikuti oleh berbagai skandal, investigasi, kontroversi, dan lonjakan kekerasan geng kriminal.
Sang presiden menjadi target belasan penyelidikan, termasuk satu penyelidikan atas dugaan kegagalannya dalam melaporkan hadiah perhiasan dan jam tangan mewah, sebuah skandal yang tak pelak dijuluki "Rolexgate".
Masa jabatan Presiden Boluarte hanya tersisa satu tahun. Artinya, selama waktu tersebut dia akan menikmati kenaikan gaji yang tidak biasa.
Kepala negara berusia 63 tahun itu, yang menghadapi protes terhadap ledakan kekerasan geng kriminal di negara tersebut, sekarang akan menerima gaji setara dengan USD10.000 per bulan, menurut keputusan resmi pemerintah.
Baca Juga: Istananya Digerebek Gara-gara Arloji Mewah Rolex, Presiden Peru Ogah Mundur
Pengumuman pemerintah muncul setelah pihak kepresidenan membantah laporan pada bulan Mei yang mengatakan Boluarte akan mendapatkan kenaikan gaji.
Menteri Ekonomi Raul Perez-Reyes mengatakan angka gaji baru ditentukan setelah perbandingan dengan gaji kepala negara dari 12 negara Amerika Latin.
Hingga perubahan tersebut, gaji Boluarte berada di peringkat ke-11, hanya di atas gaji presiden Bolivia.
Dengan approval rating Boluarte yang berkisar sekitar 2 persen pada bulan Mei, pengumuman kenaikan gaji itu menuai kritik keras.
"Ini adalah waktu terburuk untuk mengumumkan berita ini, mengingat approval rating-nya mendekati nol," kritik ekonom Jorge Gonzales Izquierdo di stasiun televisi N, yang dikutip AFP, Kamis (3/7/2025).
Menurut mantan Menteri Ekonomi Luis Miguel Castilla, tindakan tersebut "memperkuat kesan kesembronoan" yang menyelimuti presiden.
Protes menyambut naiknya Boluarte ke tampuk kekuasaan pada Desember 2022, dan telah mewarnai seluruh masa jabatannya--diikuti oleh berbagai skandal, investigasi, kontroversi, dan lonjakan kekerasan geng kriminal.
Sang presiden menjadi target belasan penyelidikan, termasuk satu penyelidikan atas dugaan kegagalannya dalam melaporkan hadiah perhiasan dan jam tangan mewah, sebuah skandal yang tak pelak dijuluki "Rolexgate".
(mas)
Lihat Juga :